Akademisi: Pelaku UMKM Harus Beradaptasi dengan Teknologi Digital

Tukan Ben
Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dra. Yusriyati Nur Farida MSi, Ak. (Foto: ANTARA)

TIFFANEWS.COM,- Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dra. Yusriyati Nur Farida MSi, Ak mengatakan transformasi digital merupakan salah satu solusi bagi UMKM untuk bertahan di tengah pandemi COVID-19.

“Pelaku UMKM harus beradaptasi dengan teknologi digital, misalkan mengintensifkan jual beli secara daring, sehingga tidak hanya menjadikan pertemuan fisik sebagai faktor penting dan andalan,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (18/7).

Dosen fakultas ekonomi dan Bisnis Unsoed Purwokerto itu mengatakan pemerintah juga perlu membuat program pendampingan agar para pelaku UMKM melakukan transformasi digital.

“Para pelaku UMKM perlu mendapat bimbingan jual beli secara online sehingga dapat meningkatkan pemasaran produk mereka meski di tengah pandemi COVID-19. Terlebih lagi saat kondisi pembatasan mobilitas seperti saat PPKM Darurat sekarang ini,” katanya.

Menurut dia, dengan melakukan transformasi digital maka para pelaku UMKM diharapkan akan dapat bertahan di tengah pandemi COVID-19.

“Terlebih lagi pada saat ini pemerintah sudah banyak menyiapkan kebijakan yang sangat baik melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)” katanya.

Dia menambahkan bahwa program PEN yang digulirkan pemerintah perlu mendapatkan apresiasi karena dapat mendorong perekonomian di tengah pandemi COVID-19.

Sementara itu, Kepala Galeri Investasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed Dr. Rio Dhani Laksana menambahkan peningkatan anggaran PEN 2021 diharapkan makin optimal dalam mendorong perekonomian.

“Kementerian Keuangan mengalokasikan anggaran PEN sebesar Rp699,43 triliun atau meningkat dibanding anggaran tahun sebelumnya yang sebesar Rp695,2 triliun, ini diharapkan dapat makin optimal mendorong perekonomian,” katanya.

Menurut dia, kebijakan pemerintah meningkatkan anggaran PEN merupakan langkah yang strategis dalam upaya menghadapi gejolak ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

“Terlebih lagi fokus anggaran PEN telah menyentuh sasaran yang esensial, yakni bidang kesehatan, perlindungan sosial hingga UMKM,” katanya.

Dengan demikian, kata dia, diharapkan kebijakan pemerintah melalui anggaran PEN dapat efektif melindungi kelompok masyarakat rentan selama pandemi COVID-19.(ant/*bn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mendorong UMKM Naik Kelas dengan Pemanfaatan Aplikasi Digital

TIFFANEWS.COM,-  Sebuah riset menunjukkan di tengah pandemi ternyata hanya mereka yang telah “on boarding” ke dunia digital yang mampu bertahan bahkan meningkatkan skala usahanya. Solusi ini sejatinya merupakan salah satu cara bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar tetap mampu bertahan di masa pendemi. Tercatat sebagaimana riset Google, Temasek, Bain […]
Instagram did not return a 200.
Translate »