Balita Malang Penderita Hidrosefalus Asal Kampung Wasur Butuh Uluran Tangan

Tukan Ben
Sisilia Kornelia Youw bayi malang penderita Hidrosefalus saat diperiksa tim dokter Mabes TNI-AU

 

TIFFANEWS.COM,-  Kondisi Sisilia Kornelia Youw, anak perempuan berusia 2 tahun 6 bulan  di Kampung Wasur, Kabupaten Merauke  sungguh memprihatinkan. Di usianya yang masih balita harus menahan sakit, akibat benjolan besar yang berisi cairan di kepalanya.

Ludiana Sumagai (24) ibu dari balita malang  itu menuturkan. Sisilia lahir dalam kondisi normal layak anak bayi pada umumnya, namun beranjak usianya tiga minggu mulai terlihat benjolan di bagian kepala yang setiap waktu bertambah ukurannya.

“Habis lahir tidak lama, ada pembengkakan di kepalanya,” ungkapnya.

Setelah mengetahui adanya kelainan di bagian kepala anaknya, Ludiana sempat membawanya berobat ke rumah sakit.

“Saya kira di rumah sakit umum ada alat untuk sedot cairan di kepalanya, ternyata tidak ada dan akhirnya dirujuk ke RSUD Dok II Jayapura,” imbuhnya.

Meski sudah mendapat rujukan, ibu dua anak itu belum bisa berangkat dikarenakan terbentur biaya. “Untuk tempat tinggal saja saya masih menumpang di keluarga, jadi tidak punya biaya,” keluh Ludiana.

Demi kesembuhan buah hatinya, Ludiana dan suaminya berharap ada uluran tangan dari dermawan dan pemerintah, yang sudi membantu pengobatan untuk kesembuhan puterinya.

Penyakit yang diderita Sisilia sempat mendapat pemeriksaan awal oleh dokter spesialis anak dari Mabes TNI-AU, saat mengikuti kegiatan bakti sosial berupa pengobatan massal di Kampung Wasur, Senin (27/6).

Menurut Mayor Kes dr. Yuli Nur Hidayati, Sp.A., pembengkakan di kepala atau kata lain Hidrosefalus, disebabkan adanya penyumbatan pada rongga otak sehingga meningkatkan tekanan pada otak.

“Dimana normalnya setiap hari otak akan memproduksi cairan yang berfungsi untuk membasahi kemudian dikeluarkan lagi. Nah karena tersumbat, sehingga terjadi penumpukan dan kelamaan akan semakin membesar,” tuturnya.

Dalam penanganannya, menurut dr. Yuli, bahaya hidrosefalus adalah dapat menekan otak, mata dan saraf lainnya.Selain itu, efek lainnya pasien akan mengalami kejang dan juga infeksi.

“Untuk itu perlu dilakukan tindakan operasi pemasangan selang, untuk mengalirkan cairan otak yang berlebihan tersebut salah satunya ke rongga perut,” imbuh dokter yang akrab di sapa Yuli. (Bby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pesawat AMA PK-RCQ Mendarat Darurat di Distrik Senggi-Keerom

  TIFFANEWS.COM,-  Pesawat AMA Jenis PK-RCQ dilaporkan mendarat darurat di wilayah Kampung Molof Distrik Senggi Kabupaten Keerom. Pesawat tersebut terpaksa mendarat darurat akibat cuaca buruk. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal S.H,  Selasa (28/6), membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pesawat AMA Jenis PK-RCQ yang dipiloti oleh an. […]
Translate »