Banyak Pihak Ragukan Keberhasilan Hengky-Lexi Pimpin Boven Digoel

Tukan Ben
Dokumentasi – Warga asli Papua di Kabupaten Boven Digoel menunggu penyaluran hak suara pada pilkada setempat, Senin (28-12-2020). (Foto : ANTARA/HO-Bawaslu Provinsi Papua)

TIFFANES.COM – Banyak pihak meragukan keberhasilan bupati dan wakil bupati terpilih Hengky Yaluwo dan Lexi Romeul Wagiu (Helex) dalam memimpin Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua hingga tahun 2024 lantaran pasangan ini sama sekali tidak memiliki pengalaman dan informasi serta pengetahuan minimal di bidang pemerintahan, politik dan kemasyarakatan; apalagi keduanya bukanlah figur tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh kuat yang mengakar di dalam kehidupan kemasyarakatan dan budaya di wilayah Selatan Tanah Papua.

“Ketika Hengky dan Lexi ikut  bertarung dalam Pilkada Boven Digoel tahun 2020 lalu, begitu banyak pihak mulai benar-benar  meragukan kemampuan diri mereka dalam  memimpin rakyat sekaligus menjadi nahkoda dalam pembangunan Boven Digoel yang dikenal sebagai salah satu wilayah batas negara RI dengan Papua New Guinea,” kata pengamat sosial-politik Papua, Omega Bastian (Om Bas) melalui telepon selular dari   Tanah Merah, ibukota Kabupaten Boven Digoel, Minggu.

Pilkada Boven Digoel tahun 2020 lalu, terdapat empat pasang calon bupati dan calon wakil bupati yang maju bertarung dalam pesta demokrasi itu. Dari empat pasang tersebut, pasangan Helex memang sangat tidak diperhitungkan oleh rakyat. Malahan, rakyat memandang pasangan ini sebagai “pasangan penggembira” saja namun,  lantaran Cabup Yusak Yaluwo akhirnya kandas pada Pilkada putaran pertama dan dilanjutkan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) maka tampillah pasangan Helex ini untuk ikut bertarung lagi dalam PSU itu.

Berkat dukungan dan pengaruh kuat dari Yusak Yaluwo itulah, maka pasangan Helex menang dalam PSU melalui keputusan MK belum lama ini.

“Jadi, kemenangan pasangan Helex itu, semata-mata karena pengaruh kuat dari figur Yusak Yaluwo, bukan karena kemampuan pasangan Helex itu sendiri. Pada Pilkada putaran pertama pun, Helex mendapat hasil di nomor urut sepatu. Itu berarti, rakyat memang tidak memperhitungkan pasangan ini lantaran punya kemampuan yang sangat minim,” kata Om Bas.

Realitas politik hari ini membuktikan bahwa yang menjadi Bupati Boven Digoel adalah Hengky Yaluwo bukan Yusak Yaluwo,  sehingga sangat wajar apabila rakyat sangat meragukan kemampaun  Hengky ketimbang Yusak dalam memimpin Boven Digoel apalagi, usia Hengky  relatif sangat muda dimana dia belum memiliki rentang pengalaman apapun di bidang politik secara luas apalagi di bidang pemerintahan.

Hengky menang PSU karena ditopang oleh Yusak Yaluwo tetapi tentu saja bukan Yusak yang menjadi bupati Boven Digoel. Hengky harus berenang sendirian menahkodai Boven Digoel. Pada titik inilah, kemampuan Hengky sangat diragukan.

Di tempat terpisah, salah seorang warga masyarakat Boven Digoel, Daniel mengakui bahwa pasangan Helex memang belum punya pengalaman apapun di bidang politik secara luas apalagi pemerintahan namun bagaimanapun juga pasangan ini sudah ditetapkan MK menjadi pemenang Pilkada Boven Digoel untuk memimpin kabupaten ini selama sekitar tiga tahun lebih ke depan.

“Walaupun pasangan Helex sudah didaulat untuk memimpin Boven Digoel namun partai politik yang kalah dalam mengusung calon mereka pada Pilkada Boven Digoel akan tetap membayang-bayangi jalan nya kepemimpinan Helex lantaran pasangan yang kalah pada Pilkada Boven Digoel 2020 lalu akan terus mengumpulkan amunisi untuk kembali bertarung pada Pilkada 2024 mendatang dengan tekat menumbangkan pasangan Helex yang hari ini memimpin Boven Digoel,” kata Daniel.

Tiga tahun ke depan itu bukanlah sebuah waktu yang lama sehingga sangat wajar jika pasangan Cabup dan Cawabup bersama Parpol pendukung mereka yang kalah bertarung pada Pilkada Boven Digoel tahun 2020 lalu akan terus memanfaatkan peluang yang ada untuk menjadi rival politik yang handal guna menumbangkan pasangan Helex pada Pilkada 2024 mendatang sekaligus mengambil alih kepemimpinan Kabupaten Boven Digoel pasca Pilkada tahun 2024 agar pembabgunan di Kabupaten Boven Digoel benar-benar dinahkodai oleh pemimpin yang berkualitas, memiliki jiwa dan semangat pengabdian tanpa membedakan asal suku, golongan dan agama.

Apabila Helex tidak mampu memanfaatkan orang-orang berkualitas di pemeritahannya selama memimpin Boven Digoel dan selama kepemimpinannya digerogoti kepentingan Tim Sukses serta tindakan balas dendam politik Pilkada masa lalu maka mustahil Helex berhasil memimpin Boven Digoel dua periode. Helex  akan menjadi bulan-bulanan media dalam memimpin  Boven Digoel.

Jika hari ini banyak pihak meragukan kemampuan Bupati Hengky Yaluwo dan pasangannya, itu  merupakan hal yang wajar lantaran rakyat telah melihat rentang perjalanan hidup mereka dengan kualitas diri masing-masing.

“Kita lihat saja ke dapannya nanti, ketika media massa dan media online akan menjadikan Helex sasaran tembak pertarungan politik Boven Digoel,  maka ketika itu juga kepemimpinan mereka berada di ujung tanduk.  Kini pasangan yang kalah bertarung pada Pilkada Boven Digoel tahun 2020  sudah mulai memperkuat jaringan kerja dengan berbagai media untuk merebut kepemimpinan Helex pada Pilkada tahun 2024 mendatang,” katanya. (Pt/Cel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kadistrik Waibhu Apresiasi Aksi Gerebek Sampah di Bukit Tungkuwiri

TIFFANEWS.COM,-  Kepala Distrik (Kadistrik) Waibhu, Kabupaten Jayapura,  Jenny Deda, S.STP, M.KP, mengapresiasi kegiatan “gerebek sampah”, aksi membersihkan lingkungan dari sampah dalam rangka peringatan World Cleanup Day.  Kegiatan yang diprakarsai Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Papua dan melibatkan berbagai elemen pemerintah, organisasi kelembagaan dan komunitas pecinta lingkungan itu berlangsung […]
Instagram did not return a 200.
Translate »