Bocah Tua Nakal itu akhirnya kembali

Tiffa News

Bukan, ini bukan soal Gubernur Papua Lukas Enembe yang baru saja kembali dari perjalanan singkatnya ke Vanimo. Saya tidak akan membahas itu karena pasti banyak sekali media yang akan membahasnya.

Saya akan bercerita ringan soal Ciu Pek Tong dalam kisah Pendekar Rajawali Sakti karya Chi Yung.

Alkisah dunia persilatan dikuasai oleh 4 pendekar silat berilmu dahsyat yaitu Kaisar Selatan, It Teng Taysu; Pengemis Utara, Ang Citkong; Racun Barat, Aw Yang Hong; dan Sesat Timur, Oey Yat Su. Nahh..Ciu Pek Tong itu something else.

Meskipun tidak termasuk dalam pendekar-pendekar hebat dan keren seperti Kaisar Selatan yang berilmu tinggi dan tampan, atau Pengemis Utara yang sederhana, atau si Sesat Timur yang luar biasa cerdasnya dan atau si Racun Barat yang haus ilmu kanuragan, Bocah Tua Nakal alias Ciu Pek Tong ini pendekar yang berbeda.

Ciu Pek Tong ini karakternya unik, meskipun sudah tua, tetapi kepribadiannya seperti anak-anak, sering menangis atau ngambek tanpa alasan yang jelas. Ohh iyaa, Ciu Pek Tong adalah adik kandung dari dari Kaisar Tengah Wang Cong Yang yang sangat kaya raya.  Ia senang sekali bermain dan berkelana jauh ke negeri seberang atau ke negara-negara tetangganya.

Dan suatu ketika Ciu Pek Tong bermain sampai ke salah satu negara tetangga sehingga terpaksa dijemput oleh utusan kerajaan karena Ciu Pek Tong tertangkap memasuki sebuah wilayah negara tetangga secara ilegal dan mempermalukan Kerajaan Tengah. Sang kakak yang merupakan Kaisar tentunya bimbang mengambil keputusan apakah Ciu Pek Tong akan dihukum sesuai aturan Kerajaan yang artinya menyelamatkan wajah kerajaan dari skandal internasional persilatan itu ataukah tetap dibiarkan dan menanggung malu bersama-sama Sang Adik di hadapan dunia persilatan maupun rakyatnya sendiri?

Tidak tampan, tidak cerdas apalagi sederhana dan haus ilmu pengetahuan, Bocah Tua Nakal ini memang benar-benar unik dan ignorant layaknya anak kecil yang pura-pura tidak berdosa setelah melakukan kesalahan sehingga kegalauan Sang Kakak sebagai seorang pemimpin Kerajaan pun diabaikan. Sang Kakak pun akhirnya mengambil keputusan dengan menegur ringan Sang Adik tanpa menghukumnya dan berhadapan dengan berbagai kecaman baik dari dunia internasional persilatan maupun rakyatnya sendiri. Sementara Sang Adik dengan riang gembira kembali bermain-main di Istananya yang mewah tanpa mempedulikan siapapun dan apapun yang terjadi akibat perbuatannya.

Memang ini bukanlah cerita yang berakhir happy ending seperti di kebanyakan serial silat dan drama Korea. Tetapi inilah realitas yang sering terjadi ketika hukum tidak lagi ditegakkan dan empati serta tanggung jawab moral kepada rakyat sebagai seorang pejabat negara ohhh..maksud saya keluarga kerajaan sudah hilang kepekaannya.

Sadly true it’s happening everywhere and surround us

Salam

Rafli Hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Satgas TNI Yonif 512 bagi Pakaian Warga di Perbatasan RI-PNG

TIFFANEWS.COM,- Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY melaksanakan bakti sosial membagikan pakaian baru kepada masyarakat di perbatasan Kampung Kalilapar Distrik Waris Kabupaten Keerom dalam rangka menyambut hari raya Paskah bagi umat Kristiani setempat. “Selain melaksanakan tugas pokok menjaga wilayah perbatasan, Satgas Yonif Mekanis 512/QY selalu berupaya membantu masyarakat […]
Instagram did not return a 200.

Subscribe US Now

[mc4wp_form id="88"]
Translate »