Dampak PPKM, DPRD Kota Jayapura dan Pelaku UMKM Rapat Bersama Cari Solusi

Marcel
Ketua Detikda Papua, Dominicus RES Carvallo bersama Wakil Ketua El Bahar Conoras dan Sekretarisnya Carolus Bolly menghadiri rapat bersama pansus Covid-19 DPRD Kota Jayapura. (Foto : Istimewa/Aprian)

TIFFANEWS.COM – Panitia Khusus ( Pansus) Covid-19 di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kota Jayapura menggelar rapat dengan perwakilan pedagang kaki lima (PKL) atau pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Jayapura, guna mendengar keluhan dan mencari solusi bersama bagi para pedagang, akibat adanya PPKM dan bakal dilakukannya Lockdown oleh pemerintah provinsi Papua. Rapat ini dihadiri juga Dewan Teknologi, Informasi dan Komunikasi Daerah (Detikda) Papua.

Rapat dipimpin oleh Ketua Pansus, Yuli Rahman didampingi Wakil Ketua, Fajar Wanggai bersama para anggota Pansus yang berlangsung di ruang rapat lantai tiga, Rabu (21/7).

Pihak Detikda Papua hadir dipimpin langsung Ketuanya Dominicus RES Carvallo, Wakil Ketua El Bahar Conoras dan sekretarisnya Carolus KK Bolly.

Wakil Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Jayapura, Fajar Risky Wanggai disela rapat mengatakan, Pansus memang mengundang para pelaku UMKM dari tiap distrik dan juga pihak Detikda Papua, guna Bersama mencari solusi bagi penjual dimasa penerapan PPKM.

“Apabila kita melihat pemberlakuan pembatasan jam aktivitas tentu perekonomian masyarakat sangat terganggu, khususnya para pedagang kaki lima. Apalagi, akan ada Lockdown juga oleh Pemprov Papua,” kata Fajar.

Didaulat memberikan masukan terkait solusi bagi penjualan secara dairing bagi pelaku UMKM di Kota Jayapura, Ketua Detikda Papua yang awalnya memberi apresiasi pada pansus Covid DPRD Kota Jayapura yang mengundang mereka, mengatakan, solusi penjualan secara online menjadi mutlak disaat kondisi ini.

“Kita beri masukan pada pansus bahwa apakah bisa menggunakan aplikasi e-commerce yang sudah ada saat ini atau dibuat yang baru sesuai kearifan lokal. Kalau yang sudah ada kan contoh seperti gojek, grab, shopee, Lazada dan lainnya. Sehingga, perlu juga kita lakukan pendampingan pada pelaku UMKM ini. Sebab, ada keluhan dari mereka bahwa tak bisa menggunakan android. Kita juga sampaikan soal itu suka tidak suka kita wajib bertransformasi digital dengan kondisi yang ada,” papar Dominicus RES Carvallo usai rapat.

Dikemukakan Dominicus, perihal adanya usulan pembuatan aplikasi E-Commerce yang baru dengan kearifan lokal, dirinya senada dengan yang disampaikan sekretaris Detikda Papua, Carolus Bolly yang dalam pertemuan juga menyarankan pada Pansus DPRD Kota Jayapura, untuk memprakarsai membentuk Dewan TIK Kota Jayapura.

“Sehingga menjadi pekerjaan rumah kedepan jika ingin membuat aplikasi E-Commerce yang baru bisa melalui Dewan TIK Kota Jayapura yang bisa dibentuk itu. Akan tetapi, jika waktu mendesak kita bisa gunakan aplikasi yang sudah ada tinggal kita beri pendampingan lagi dan Kerjasama dengan platform aplikasi E-Commerce yang sudah ada itu,” papar Dominicus.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat juga telah diagendakan pertemuan Kembali antara Pansus Covid-19 DPRD Kota Jayapura dengan Detikda Papua, guna membahas hal tersebut lebih mendalam.

“Dimana semua itu bisa jalan didukung Infrastruktur memadai dan SDM yang kompeten, sehingga mungin stakeholder terkait bisa lakujan pendampingan melalui asosiasi PKL ini agar mereka bisa maksimal memanfaatkan penjualan secara daring. Tadi juga kita sampaikan bagi pelaku UMKM, saat jelang PON ini  mereka bisa menciptakan ide kreatif membuat penik PON yang  bisa dijual secara manual atau daring,” pungkas Dominicus RES Carvallo. (Cel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemkot Jayapura Akan Gandeng Tokoh Papua untuk Sosialisasi UU Otsus

TIFFANEWS.COM,- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura Frans Pekey mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura akan melakukan sosialisasi terkait perubahan kedua Undang-Undang (UU) Otonomi Khusus (Otsus) Papua bersama tokoh-tokoh Papua. “Kami pasti akan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, (dan) tokoh pemuda untuk memberikan pemahaman tentang perubahan-perubahan yang dilakukan,” kata Frans ketika […]
Instagram did not return a 200.
Translate »