Dewan Pers: Kebebasan Pers Hadapi Disrupsi Media Sosial

Tukan Ben

TIFFANEWS.COM, – Anggota Dewan Pers Ahmad Djauhar mengatakan kebebasan pers yang semakin membaik saat ini, dihadapkan pada disrupsi yang salah satunya berasal dari perkembangan media sosial.

“Masih terdapat beberapa ‘kerikil tajam’ yang sering mendisrupsi kemerdekaan dan kebebasan pers itu, terutama di provinsi tertentu. Disrupsi itu kadang berasal dari teknologi, yakni media sosial yang tidak mengusung jurnalisme,” ujar Ahmad Djauhar dihubungi dari Jakarta, Senin (3/5).

Anggota Dewan Pers Ahmad Djauhar disela Edukasi dan Media Gathering yang digelar SKKmigas di Makassar, Selasa (8/10/2019). (Foto : Antara/ Suriani Mappong)

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Djauhar bertepatan dengan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day 3 Mei 2021.

Dia mengatakan kondisi kebebasan pers secara keseluruhan cenderung semakin membaik. hal itu terbukti dari hasil survei Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) yang diselenggarakan Dewan Pers di 34 provinsi seluruh Indonesia.

Namun disrupsi dari pelaku media sosial yang tidak mengusung jurnalisme, menjadi tantangan tersendiri bagi kemerdekaan dan kebebasan pers.

“Karena mereka, untuk beberapa kasus justru membuat keruh informasi yang seharusnya diterima dengan jernih oleh masyarakat,” jelasnya.

Ahmad Djauhar yang juga merupakan Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers Dewan Pers menyampaikan, jika saja para pelaku media sosial menjiwai jurnalisme, maka apa yang disampaikan akan memperkaya khasanah informasi di kalangan masyarakat.

Jurnalisme, kata dia, pada dasarnya adalah prinsip memverifikasi setiap informasi yang disampaikan kepada khalayak. Sehingga, khalayak menerima informasi yang betul-betul valid atau sahih.

Dalam hal ini, menurut dia, apabila terdapat informasi yang kurang jernih, maka pers sebagai institusi media pengusung jurnalisme bertugas untuk membuatnya sejernih mungkin dan memperkaya informasi itu dari berbagai sudut pandang.

“Sehingga sempurna lah informasi tersebut selayaknya kebutuhan masyarakat di alam demokrasi ini,” jelasnya. (ant/*bn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

LIPI Luncurkan Pusat Informasi Papua

TIFFANEWS.COM, – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meluncurkan pusat informasi Papua, yang bisa dijadikan sebagai sumber basis data dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan wilayah. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko pada acara diskusi dan peluncuran situs web dokumentasi Papua yang digelar virtual di Jakarta, Senin […]
Instagram did not return a 200.
Translate ยป