oleh

Di Sentani Seorang Ayah Tega Setubuhi Anak Kandungnya

-BERITA-64 views

TIFFANEWS.COM- Seorang ayah di Sentani Kabupaten Jayapura,Provinsi Papua berinisial BT (48) tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri sebut saja mawar (15).

Sementara itu pelaku BT (48) melakukan perbuatannya tersebut sejak tahun 2019  di rumahnya yang ada di Kampung Netar Sentani Kabupaten Jayapura.

Kapolres Jayapura Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon mengatakan, pelaku BT melakukan persetubuhan kepada anak kandungnya sendiri sudah berulang kali.

“Kurang lebih setahun terakhir ini pelaku menyetubuhi anak kandungnya tersebut. Dari pengakuan pelaku ia telah menyetubuhi anak kandungnya ini sebanyak 5 kali,”ungkap Kapolres. AKBP.Victor Dean didampingi Kasat Reskrim AKP Henrikus Yossi Hendrata, saat memberikan keterangan pers yang berlangsung di halaman Polres Jayapura,Jumat (5/6) siang.

Kapolres menjelaskan, kasus persetubuhan ini terjadi di rumah pelaku yang berada di Kampung Netar Sentani Timur Kabupaten Jayapura, dimana pelaku melakukan perbuatan bejatnya tersebut secara berulang -ulang.

“Jadi awalnya kami mendapat laporan  dari keluarga korban pada tanggal 06 Mei 2020. Kejadian ini terjadi di waktu yang berbeda dari kurun waktu mulai tahun 2019 hingga 2020 ini,”terang Kapolres.

Kapolres menjelaskan, saat melakukan aksinya pelaku lebih dulu mengancam korban, sehingga korban ini tidak berani melaporkan perbuatan ayahnya tersebut kepada siapapun.

Namun setelah 5 kali disetubuhi  oleh ayah kandungnya itu akhirnya korban melaporkan ke salah satu keluarganya, sehingga berdasarkan laporan dari keluarga korban ini pihaknya melakukan penyelidikan dan ternyata dari pelaku BT mengakui perbuatannya.

“Pelaku beralasan melakukan hal ini karena ditinggal oleh istrinya, sehingga untuk memenuhi kebutuhan biologisnya pelaku melakukan perbuatan yang tidak pantas terhadap anak kandungnya ini. Ada juga informasi yang kami peroleh bahwa istrinya melarikan diri karena pelaku sering bertindak kasar,”terang Kapolres.

Sementara itu atas perbuatan pelaku  kini dijerat dengan UU RI nomor 35 Tahun 2014 Jo UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan terhadap anak Jo pasal 64 ayat 1 KUHP dimana ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

“Karena ada UU lex specialis, yang mengatur apabila dilakukan oleh orang tua kandungnya ditambah sepertiga, jadi ada pemberatan sehingga pelaku terancam selama 20 Tahun penjara,”tutup Kapolres.(ans).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed