oleh

Doni Monardo : “Masyarakat Papua Wajib Menjaga Alam”

-BERITA-131 views

TIFFANEWS.COM-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Doni Monardo, yang juga sebagai Ketua Tim Penanganan Covid-19 mengajak masyarakat Papua wajib untuk menjaga alam. Karena menurut Doni ketika alam dijaga oleh penghuninya, maka penghuninya akan dijaga oleh alam.

“Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi begitu banyak gempa yang melanda wilayah Papua, mulai dari Keerom sampai ke wilayah Mambramo. Tentunya ini menjadi atensi kita semua bahwa ke depan sangat mungkin peristiwa-peristiwa yang terjadi tahun lalu pada saat banjir bandang akan terulang kembali,” ungkap Doni.

Doni menjelaskan sesuai data yang diterima pihaknya lewat satu artikel yang pernah dibuat dan ditulis media Belanda bahwa 100 tahun yang lalu pernah terjadi banjir bandang di Sentani dan wilayah sekitarnya.

“Karena itu, kita tidak boleh lagi mencari alasan untuk tidak melindungi Gunung Cycloop dari tangan-tangan jahil. Teman-teman saya yang berasal dari Papua sering bercerita tentang bagaimana masyarakat Papua sangat menghargai alam. Tanah adalah Ibu kami. Jadi sewajibnya kita semua betul-betul menjaga alam,” ujarnya

Doni melihat adanya penebangan liar yang terjadi di bawah kaki gunung Cycloop, dan berdampak pada terjadinya bencana banjir 16 Maret 2019 di Kabupaten Jayapura.

Karena itulah pihaknya berupaya memberikan program yang bisa bermanfaat bagi keberlangsungan hidup masyarakat setiap hari, berupa pemberian mesin parut sagu portable dan mesin pengasap ikan, serta memberikan bantuan rumah produksi sagu yang saat ini masih dalam proses.

“Melihat perkembangan yang saat ini terjadi di Papua khususnya Kabupaten Jayapura, maka kami memberikan mesin parut sagu portable dan mesin pengasap ikan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. Bantuan ini sangat mudah untuk dilakukan masyarakat Papua karena ada keterkaitan dengan alam.

“Nantinya mesin sagu ini bisa dimanfaatkan masyarakat secara sederhana untuk memenuhi dan melengkapi kebutuhan dalam keluarga. Apalagi sagu merupakan makanan pokok masyarakat Papua dan Indonesia Timur,” tambah Doni.

Lanjut Doni, daerah Sentani dan wilayah sekitarnya merupakan daerah yang sangat berpotensi untuk memproduksi sagu. Oleh karena itu ia berharap dengan adanya bantuan berupa mesin sagu dan pengasap ikan tersebut, masyarakat tidak bergantung pada pangan yang datang dari luar, tetapi memanfaatkan hasil pangan lokal

“Covid-19 ini menjadi salah satu faktor terjadinya kelangkaan pangan. Apalagi Presiden RI Bapak Jokowi dalam berbagai kesempatan mengingatkan kita untuk berhati-hati karena bisa terjadi krisis pangan,” tutup Doni Munardo (ans/dus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed