oleh

Food Estate Papua Selatan Dimulai dari Wasur

-BERITA-101 views

TIFFANEWS.COM,- Pengembangan food estate atau lumbung pangan baru nasional untuk wilayah Papua bagian Selatan, Provinsi Papua telah dimulai dari Wasur, Kabupaten Merauke yang disebut “Food Estate Mandiri Terpadu Wasur”.

Hal itu disampaikan Tokoh Besar masyarakat adat Anim-Ha, Papua Selatan, John Gluba Gebze kepada TiffaNews di Wasur, Kabupaten Merauke, Jumat menanggapi sambutan masyarakat Papua Selatan atas program nasional ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Masyarakat adat Papua Selatan menyambut baik program Presiden Jokowi di bidang ketahanan pangan yang disebut food estate yakni pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, peternakan bahkan kemandirian usaha kecil dan menengah di suatu kawasan,” katanya.

Dia optimis, Merauke yang sejak dulu dijuluki sebagai lumbung beras tanah Papua dapat dikembangkan secara optimal menjadi lumbung pangan baru nasional lantaran memiliki potensi lahan pertanuan mencapai sekitar empat juta hektare.

Menurut mantan Bupati Kabupaten Merauke dua periode 2000 – 2010 itu program food estate di wilayah Papua Selatan mengajarkan seluruh komponen masyarakat adat Anim-Ha khususnya kaum mudanya untuk hidup dan menghargai proses bukan menjadi manusia instant yakni ingin cepat mendapatkan hasil dengan cara yang sesingkat-singkatnya, tidak wajar dan hasilnya pun tidak bermutu dan tidak bertahan lama.

Manusia yang menghargai proses berarti dia adalah seorang yang memiliki pribadi yang berintegritas, berproses, pekerja keras dan memiliki wawasan serta moralitas yang mumpuni.

“Program food estate membutuhkan manusia-manusia muda Papua Selatan yang seperti kami uraikan ini, bukan manusia yang hidupnya banyak menuntut dari orang lain, tidak mau bekerja keras, lebih mudah mempersalahkan orang lain dan membenarkan diri sendiri,” katanya mengingatkan.

John menjelaskan, untuk Wasur, Merauke, pihaknya mendampingi orang-orang muda dalam program food estate ini sehingga mereka tidak hanya berbicara dan berdiskusi tentang beras saja tetapi juga sagu yang dapat diolah menjadi tepung sagu untuk dijadikan bahan makanan, berbagai jenis kue, juga dijadikan bahan dasar kosmetik dan variasi lainnya. Begitu pula, untuk pisang dapat diolah menjadi tepung pisang, keripik pisang dan sebagainya.

“Kita dampingi anak-anak muda Papua Selatan untuk mampu mengoperasikan alat pengolahan sagu, alat pengolahan pisang dan sebagainya. Mereka harus bisa berbuat sesuatu yang memiliki multi manfaat. Kita inginkan agar orang muda memiliki kreativitas dan berinovasi untuk mendapatkan komoditi yang punya nilai tambah. Papua Selatan memiliki potensi besar untuk semuanya ini asalkan ada kemauan keras untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui kerja keras,” tegas John Gluba Gebze.

Menyingung munculnya berbagai polemik politik seputar berhasil atau tidak berhasilnya pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua sesuai amanat UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otsus Papua, John Gluba Gebze menegaskan, kita tidak perlu membuka debat kusir yang hanya membuang-buang waktu dan tenaga karena kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Papua tidak terletak pada banyak bicara, menggelar seminar (webinar), berdebat politik tetapi ditentukan oleh kerja keras, berhenti berkoar-koar di jalanan, berkompetisi secara sehat, tinggalkan rasa iri dan memulai menata masa depan Papua dengan kerja nyata.

“Orang yang banyak bicara dan hanya berpolemik itu menandakan dia adalah manusia yang malas bekerja, tidak kreatif dan tidak mampu berinovasi serta lemah dalam bersaing secara sehat. Berhasil atau tidak berhasilnya pelaksanaan Otsus Papua pertama-tama terletak pada diri kita orang Papua sendiri, sedangkan saudara-saudara kita yang lain hanyalah bersifat membantu, mendukung dan mendampingi. Jangan sekali-kali bermimpi orang lain membantu kita apabila kita sendiri tidak membantu diri sendiri,” katanya. (Ade)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed