Freeport Indonesia Terdepan Angkat Kearifan Lokal Siapkan Arena PON XX Papua

Marcel
Chesiana. (Foto : Dok Pribadi)

Oleh: Chesiana

Orang-orang Indonesia diajar untuk tidak mempertanyakan, apalagi menentang, pikiran orang-orang yang lebih tua dan para atasan mereka,” kata Ali Budiarjo.

Demikian kutipan ucapan Ali Budiarjo yang ditulis George A.Mealey dalam Buku “Grasberg” hal.83.

Ali Budiarjo adalah salah seorang putra terbaik Bangsa Indonesia yang dipercayakan menjadi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) – sebuah perusahaan pertambangan mineral tembaga, emas dan perak terbesar di Dunia yang beroperasi di Mimika, Provinsi Papua. Pada tahun 1974, Ali Budiarjo sebagai orang Indonesia pertama yang  mengambilalih kepemimpinan PTFI dari tangan Forbes Wilson  yang adalah ahli pertambangan dan Presiden Direktur pertama Freeport Indonesia.

Kearifan lokal adalah bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri  atau Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka.

Pikiran bijaksana dari  orang-orang tua –seperti yang disampaikan Ali Budiarjo di atas– tidak alin adalah juga sebuah kearifan lokal yang dapat diturun-temurunkan (diwariskan) dari generasi yang satu kepada generasi yang menyusuli.

PT Freeport Indonesia (PTFI) ketika membangun Kompleks Pusat Olahraga atletik yang disebut juga “Mimika Sport Complex” (MSC) tidak pernah melupakan ucapan Ali Budiarjo di atas yakni tetap dan setia memperhatikan kearifan lokal masyarakat asli Papua.

Yogantara Novrizal selaku staf PT Harmoni Sinergi, perusahaan yang mengelola MSC pernah, mengatakan bahwa dalam proses merancang dan membangun MSC, Manajemen PTFI tidak pernah melupakan kearifan lokal Papua.

“MSC  mengangkat kearifan lokal yaitu salah satu atap tribun berbentuk ekor burung Cendrawasih dimana burung Cenderawasih merupakan ciri khas Tanah Papua. Burung Cenderawasih adalah salah satu jenis fauna khas Tanah Papua,” katanya.

Begitu pula, atap bangunan asrama atlet yang berada di dalam MSC bermotif  “Honai” yaitu rumah adat penduduk asli wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Foto Udara Mimika Sport Complex yang akan Lokasi penyelenggaraan PON XX di klaster Mimika. (Foto : Property Tiffanews.com)

Inilah bentuk-bentuk kearifan lokal yang tidak pernah dilupakan PTFI ketika beroperasi di Tanah Papua dan ketika ikut serta membangun masyarakat Papua menuju kesejahteraan bersama di bidang infrastruktur (seperti MSC), pemberdayaan ekonomi rakyat kecil dan sederhana di kampung-kampung terpencil, kesehatan dan pendidikan bagi putra-putri  suku-suku asli Papua.

Fasilitas megah yang mewah tersebut dibangun PT Freeport Indonesia sebagai bentuk kontribusi atau dedikasi PTFI dalam rangka  mendukung Pemprov Papua  menyukseskan agenda PON 2021.

Proses pembangunan  MSC yang rampung pada  tahun 2016 tidak  dapat dipisahkan dari kerjasama yang konstruktif antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia.

Patut diketahui juga bahwa PT Freeport Indonesia membangun MSC di atas lahan seluas 12,5 Ha milik Pemkab Mimika, dengan nilai mencapai 33 juta dollar AS atau berkisar Rp350-an Miliar rupiah dengan kurs dollar tahun 2013 saat MSC mulai dibangun.

Salah satu lintasan atletik pada stadion Outdoor di MSC. ((Foto : Property Tiffanews.com)

Setelah perhelatan PON XX selesai, stadion berstandar internasional di Timika ini diharapkan dapat memfasilitasi pelatihan bibit-bibit atlet di Papua, karena PTFI tentu menginginkan agar dari MSC itulah lahir atlet-atlet putra-putri asli Papua yang tidak hanya mengharumkan nama Tanah Papua tetapi juga Indonesia pada umumnya.

Menurut salah seorang tokoh pemuda Papua, Habelino Sawaki,SH,M.Si (Han) sejak Freeport beroperasi di Tanah Papua pada akhir tahun 1960-an, salah satu perusahaan tambang mineral tembaga, emas dan perak terbesar di Dunia ini sudah mengetahui bahwa Tanah Papua memiliki bibit-bibit atlet sangat potensial untuk bertarung di belantera dunia keolahragaan, khususnya atletik sehingga MSC dibangun untuk hal itu.

“Freeport itu sangat jeli membaca dan menangkap peluang dan potensi  Orang Asli Papua. Freeport itu sudah lama beroperasi di Tanah Papua sehingga mereka tidak bodoh membaca setiap peluang sekaligus mereka juga sangat-sangat sulit dibodohi   orang yang ingin memisahkan Freeport dari masyarakat Papua,” kata salah seorang tokoh pemuda Papua, Habelino Sawaki,SH,M.Si (Han).

Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (Gemapi) ini mengatakan,jika mau jujur, Freeport membangun MSC itu bukan pertama-tama untuk mendukung pelaksanaan PON XX Papua Tahun 2021 karena gagasan menjadikan Papua sebagai “tuan rumah” penyelenggaraan PON XX 2021 itu lahir kemudian dari pada gagasan membangun MSC dan proses dimulainya pembangunan  fisik MSC itu sendiri.

MSC mulai dibangun tahun 2013, sementara gagasan menjadikan Papua sebagai tuan rumah PON XX Tahun 2021 baru lahir pada sekitar 2016 lalu ketika Bapak Lukas Enembe dan Bapak Klemen Tinal (alm) kembali dipercayakan rakyat Papua memimpin Provinsi Papua periode kedua 2018-2023.

Fasilitas MSC

Arena basket yang terdapat di Stadion Indoor Mimika Sport Complex akan digunakan untuk pertandingan basket pada PON XX Papua, 2-15 Oktober 2021. (Foto : ANTARA/Evarianus Supar)

MSC memiliki fasilitas stadion indoor, stadion outdoor, ruang fitness, kantor, ruang medis, kantin, retail store, toilet, dan parkiran yang mampu menampung 500 kendraan, serta ampiteater yang bisa digunakan untuk gathering. Selain itu, MSC memiliki asrama yang mampu menampung 100 atlet dan official.

Untuk stadion indoor bisa digunakan untuk cabang olah raga basket, voli dan badminton, dengan tribun penonton yang bisa menampung 5.500 orang serta 75 kursi VIP.

Sedangkan stadion outdoor untuk cabor atletik, memiliki tribun dengan kapasitas 3.500 penonton. Di tribun Barat terdapat 2.100 kursi penonton dan 104 kursi VIP, sementara di tribun Timur terdapat 1.300 kursi penonton dan 56 kursi VIP.

Tak tanggung-tanggung peralatan yang ada di Mimika Sport Complex merupakan impor dari luar negeri. Salah satunya rumput hidup bisa digulung yang didatangkan langsung dari Swiss, untuk material lintasan lari menggunakan bahan khusus yang didatangkan dari Jerman dan memiliki konsultan perawatannya sendiri.

Venue ini juga disebut sudah bertaraf internasional dan terakreditasi IAAF.

Selain untuk PON XX, MSC  juga dapat  digunakan untuk pekan olahraga lainnya guna  memotivasi  lahirnya atlet-atlet Papua yang baru, dan mengharumkan nama Papua.

Menjelang PON XX yang tinggal beberapa bulan lagi (2-15 Oktober), pihak pengelola terus melakukan perawatan agar MSC tetap terawat dengan baik.

PON XX Papua 2-15 Oktober 2021 akan mempertandingkan sebanyak 37 cabang olahraga sembilan di antaranya  dipertandingkan di Timika yaitu atletik, basket, futsal, bola tangan, judo, tarung derajat, panjat tebing, billiard, aero modeling, terbang layang, dan terjun payung.

Di dalam suasana “hiruk-pikuk” mempersiapkan perhelatan akbar di bidang olahraga empat tahunan PON XX Tahun 2021 di Papua ini, sepantasnyalah kita tetap menyadari bahwa PT Freeport Indonesia (PTFI) adalah satu-satunya perusahaan swasta multinasional  di Papua dan Indonesia yang benar-benar peduli pada masa depan putra-putri asli Papua khususnya di bidang olahraga atletik melalui  tindakan nyata yakni,  membangun MSC dengan kearifan lokal Tanah Papua.

Bersama Freeport Indonesia,  kita semua pantas dan seharus berseru dengan suara sangat lantang membahana:“Papua, Bisa!”- “Freeport Indonesia,  Bisa!” – “Torang Bisa!” Kenapa jadi…..?

*Chesiana : Mahasiswa Kimia FMIPA, Uncen

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kompaknya Satgas TNI dan Anak-anak Papua, Bermain dan Belajar Bersama

TIFFANEWS.COM – Generasi muda diharapkan menjadi manusia berkualitas, mampu memimpin serta memelihara kesatuan dan persatuan Bangsa dalam wadah Kesatuan Negara Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945. Ini konsep dasar yang diusung Letda Inf Totok Danpos Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS dalam melakukan pendekatan dengan bermain dan belajar bersama anak-anak di […]
Instagram did not return a 200.
Translate »