Ganjar Pranowo Gubernur dan Saudara Bagi Mahasiswa` Papua

Tiffa News
Penulis bersama Ganjar Pranowo di kediaman Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (27/9) (dok. Tiffanews)

Oleh: Peter Tukan*

BAGI seorang Ganjar Pranowo – Gubernur Provinsi Jawa Tengah saat ini, ungkapan  sederhana penuh makna seperti yang tertera di sini   terasa “sangat tepat”  dihati  para pelajar dan  mahasiswa  asal Tanah Papua  (Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat)  yang sedang mengenyam ilmu pengetahuan –teknologi  (Iptek) serta pendidikan budi pekerti  di berbagai sekolah dan perguruan tinggi  yang tersebar di wilayah Provinsi Jawa Tengah : Vobis enim sum praeses, vobiscum sum confrater – Untukmu,  aku seorang pemimpin (Gubernur),  bersamamu  aku adalah Saudaramu”  (Ungkapan ini terispirasi dari ucapan terkenal St. Agustinus:  Vobis enim sum episcopus, vobiscum sum christianus)

Pada Senin (27/9) pekan lalu, seorang cendekiawan anak asli Papua yang menjabat Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, Dr.Ir. Apolo Safanpo, ST., MT bertandang ke  kediaman resmi Gubernur Jawa Tengah,  Puri Gedeh, Gajahmungur, Semarang untuk berjumpa  “saling baku dapat” dan bersilaturahmi  penuh keakraban dengan saudaranya Ganjar Pranowo, SH., M.IH yang adalah Gubernur Provinsi Jawa Tengah.

Baik Apolo maupun  Ganjar tampak bersendagurau  penuh hangat dalam semangat persudaraan sejati. Keduanya menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk  bertukar pikiran seputar masalah pendidikan dan pengembangan generasi muda pada umumnya dan khususnya para pelajar dan mahasiswa  asal Tanah Papua yang sedang mengenyam pendidikan di berbagai sekolah menengah dan  perguruan tinggi  yang tersebar di kota-kota studi dalam wilayah  Provinsi Jawa Tengah seperti kota Semarang, Solo dan Salatiga.

Tampak begitu semangatnya Ganjar Pranowo berceritera panjang lebar  tentang dirinya  sebagai seorang pemimpin  (gubernur) bagi seluruh rakyat Provinsi Jawa Tengah (termasuk di dalamnya para pelajar dan mahasiswa asal Tanah Papua yang sedang belajar di provinsi ini) sekaligus  dirinya sebagai “Saudara”  bagi  para pelajar dan mahasiswa asal Tanah Papua di wilayah yang dipimpinnya itu. Saat Ganjar Pranowo menceriterakan pengalamannya bersama para pelajar dan mahasiswa asal Tanah Papua, terlihat wajah Apolo Safanpo bersinar cerah memandang wajah Ganjar Pranowo. Apolo mendengar degan tekun sembari  menyimak ceritera  Ganjar Pranowo itu.

Bagi seorang  Ganjar Pranowo, adik-adik mahasiswa asal Papua yang belajar di berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah, terutama di kota-kota studi Semarang, Solo dan Salatiga,  adalah saudaranya sendiri. Mereka adalah benar-benar Saudara bagi dirinya  dan bagi seluruh rakyat Jawa Tengah, mereka adalah  harapan Tanah Papua sekaligus  harapan Indonesia. Mereka adalah masa depan Indonesia raya.

“Ketika merebak pandemi Covid-19 tahun lalu, saya mengambil waktu khusus untuk  mengunjungi asrama mahasiswa yang mereka huni. Saya terlibat  berdialog dari Hati ke Hati  dengan adik-adik mahasiswa. Kadang mereka bersuara keras tetapi kita tidak boleh takut,  karena suaranya saja yang keras tetapi,  mareka punya Hati baik sekali. Kita harus punya waktu yang cukup untuk  mendengarkan mereka. Biarkan mereka keluarkan isi hatinya,” kata Ganjar.

Saat mereka berbicara  dengan semangat berapi-api, lanjut Ganjar,  kita tidak perlu memotong pembicaraan mereka. Biarkan mereka keluarkan  isi hati mereka sampai tuntas,  dan setelah itu barulah  kita berbicara secara baik-baik dengan penuh kasih dalam semangat dan suasana  persaudaraan.

Ganjar mengakui, kedatangannya ke asrama mahasiswa Papua saat itu, tidak hanya untuk memberikan bantuan  bahan makanan, tetapi juga  duduk bersama mereka, mendengarkan keluh-kesah hidup mereka selama berada di kota studi nun jauh dari Tanah Papua.

Para pelajar dan mahasiswa asal Papua di Jawa Tengah adalah rakyat saya juga. Mereka berbaur dengan warga masyarakat Jawa Tengah. Mereka adalah bagian integral dari warga masyarakat Provinsi Jawa Tengah. Mereka adalah saudara dari ufuk Timur

Dari ceritera yang panjang lebar itu, patutlah diketahui bahwa ternyata, Gubernur Ganjar Pranowo adalah gubernur pertama di Indonesia yang paling pertama berinisiatif mendatangi para mahasiswa asal Papua di kota Semarang untuk memberikan bantuan bahan makanan pada masa pandemi Covid-19. Langkah nyata kemanusiaan ini akhirnya  diikuti  pemerintah daerah lainnya di  Papua dan di provisni-provinsi  lain di Indonesia yang terdapat banyak mahasiswa belajar di berbagai perguruan tinggi di provisni itu.

Pada kesempatan silaturahmi itu, Gubernur Ganjar Pranowo berjanji akan melakukan kunjungan balasan ke kampus Uncen, Jayapura ketika dirinya menghadiri acara pembukaan PON XX Tahun 2021 Papua pada 2 Oktober 2021.

“Saya berencana ke Jayapura menghadiri acara pembukaan PON XX di Papua. Saya akan mengunjungi kampus Uncen sebagai kunjungan balasan setelah Pak Rektor Uncen mengunjungi kami di Semarang,” kata Ganjar Pranowo.

Kunjungan balasan

Pada Sabtu (2/10), beberapa jam menjelang acara akbar pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021  Papua di Jayapura, Ganjar Pranowo meluangkan waktunya untuk bertandang ke kediaman resmi Rektor Uncen, Apolo Safanpo di kawasan Padangbulan, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Kunjungan Ganjar Pranowo kali ini merupakan sebuah kunjungan balasan Gubernur Jawa Tengah kepada Civitas Academica Uncen.

Ketika berada di kediaman Rektor Uncen Apolo Safanpo, Ganjar Pranowo banyak bertukar pikiran dengan Rektor dan  para pembantu rektor, dekan dan ketua jurusan serta kepala-kepala biro serta para dosen seputar pendampingan bagi generasi muda Papua yang sedang mengenyam pendidikan di bangku sekolah dan perguruan tinggi.

Selaku tuan rumah, Rektor Uncen berkenan menyampaikan “Sekapur sirih – ucapan Selamat Datang”  kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan rombongan.

“Terimakaih atas perkenan Bapak Gubernur Jawa Tengah mengunjungi kami. Banyak dosen  Uncen saat ini adalah alumni dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah termasuk UGM dan ada pula dosen kami yang saat ini sedang belajar di berbagai perguruan tinggi , baik di Semarang, Solo maupun  Salatiga. Kepada Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo,   kami ucapkan selamat datang di  Jayapura dan  di Uncen,” kata Apolo Safanpo.

Universitas Cenderawasih , lanjut Apolo,  didirikan  oleh Presiden Soekarno pada 10 November 1962. Rektor pertama Uncen (dulu disebut: koordinator fakultas-fakultas) adalah dosen UGM yaitu Prof. Soegarda Poerbakawatja. Dosen-dosen kami pada tahun-tahun pertama berdirinya Uncen  berasal dari UGM sehingga ada hubungan emosional yang kuat  antara Uncen dengan UGM. Terimakasih  kepada Bapak Gubernur Ganjar Pranowo yang  sudah berkenan datang mengunjungi kami.

Semantara itu, ketika memberikan sambutan balasannya, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyampaikan  terimakaih atas penerimaan  dirinnya yang meriah  pada hari ini di tengah Keluarga Besar Uncen.

“Beberapa hari lalu, Rektor Uncen sudah bertandang ke rumah kami di Semarang. Sebuah kejutan, tak ada angin – tak ada hujan, Saudara dari ujung Timur sudah masuk di depan rumah, pasti membawa rejeki yang banyak bagi kita. Saya berterimakasih  atas sambutan hangat  ini, tentu sangat  membanggakan saya,” kata Ganjar Pranowo disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Saya berharap  kepada kawan- kawan  “Kagama”  (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada)  yang kini   lagi bertugas di  Tanah Papua agar terus membangun  Papua. Saya selalu  bermimpi,  kapan saya dapat  kembali lagi ke Papua. Pada waktu lalu sudah ada keinginan untuk datang lagi  ke Papua tetapi karena situasi pandemi Covid-19  yang  melanda semua wilayah termasuk Jawa Tengah, maka rasa-rasanya tidak etis jika saya meninggalkan daerah saya. Pada hari ini, Tuhan memberikan kesempatan kepada kita semua  untuk bertemu keluarga besar Uncen. Ini sungguh  luar biasa!

Pada Minggu (3/10), para aktivis mahasiswa Papua yang tergabung dalam kelompok Cipayung (GMNI, PMII,PMKRI, GMKI dan BEM Uncen)  menemui Ganjar Pranowo di salah satu hotel di Jayapura.

Mereka menyatakan bahwa Ganjar adalah salah satu pemimpin yang disukai karena dekat dengan rakyat, berprestasi dan menginspirasi para pemuda.

Ketua GMNI Ricky Bofra mengakui dan mengapresiasi gagasan Ganjar untuk membentuk “desa kembar”  antara Jateng dan Papua dan  berharap agar persaudaraan Jateng dan Papua  terus berlanjut untuk Indonesia.

“Kami teman-teman di Jayapura dan bersama saudara kita di Jawa Tengah tetap bersaudara, salam satu Indonesia,” kata Ricky.

Tampaknya, Ganjar Pranowo telah memberikan “teladan” bagi semua anak bangsa di Persada Indonesia ini bahwa seluruh warga masyarakat dari ujung Barat Sabang hingga ujung Timur Tanah Papua, dari Sangir-Talaud hingga Rote-Ndao  adalah “Saudara-Bersaudara”, Saudara Sebangsa dan Setanah Air Indonesia.

Para pelajar dan mahasiswa asal Tanah Papua di Provinsi  Jawa Tengah dan dimana saja berada menyadari dan mengakui bahwa kunjungan persaudaraan Ganjar Pranowo ke asrama mahasiswa di Semarang   ketika  dunia dilanda  pandemi Covid-19 yang adalah hantu kehidupan umat manusia, adalah  merupakan sebuah pendidikan nilai kehidupan yang tak akan pernah lapuk oleh hujan dan tak akan pernah  lekang diterpa sinar matahari. Proses  pendidikan yang berhasil dan jitu bagi generasi muda adalah apabila pendididik mampu menghantar peserta didiknya dari pengalaman nilai kepada pengamalan nilai-nilai di dalam  kehidupan setiap hari seperti nilai: persaudaraan, kejujuran, rendah hati, keadilan,  terbuka bagi semua orang, persahabatan sejati, perdamaian  dan cintakasih.

Akhirnya, “Dengan segala pencapaian yang diperoleh Ganjar selama memimpin Jateng, dan posisi penting wilayah yang dipimpinnya dalam konstelasi kekuatan politik nasional, Ganjar dapat memainkan peranan yang lebih luas di masa mendatang” (Buku: “Ganjar Pranowo- Jembatan Perubahan” , 2029, hal.266)

Vobis enim sum praeses, vobiscum sum confrater – Untukmu,  aku seorang pemimpin (Gubernur),  bersamamu  aku adalah Saudaramu

*Peter Tukan: Wartawan  ( Pemimpin Umum Tiffanews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kenius Kogoya Apresiasi Tim Muay Thai Papua Raih Belasan Medali  di PON XX

TIFFANEWS.COM-  Pertandingan Cabang Olahraga (Cabor) Muay Thai telah selesai diselenggarakan dan Kontingen Papua selaku Tuan Rumah PON XX 2021 berhasil meraih juara umum dengan perolehan total 13 medali dari 16 atlet yang diturunkan. Keberhasilan meraih prestasi yang luar biasa itu langsung mendapat apresiasi dari Ketua Pengprov Muay Thai Papua, Kenius […]
Instagram did not return a 200.
Translate »