GIDI Wilayah Yamo Pertanyakan Status Tanah Bandara Mulia dan Kompensasi

Marcel
Aktivitas di bandara Mulia kabupaten Puncak Jaya,Papua. (Foto : Istimewa/Google)

TIFFANEWS.COM – Kuasa Hukum Gereja GIDI wilayah Yamo, Titus Tabuni menyebut, kliennya mempertanyakan kepemilikan tanah yang menjadi lokasi bandara Mulia, kabupaten Puncak Jaya, kejelasan penggunaan tanah tersebut, serta kompensasi atas penggunaan tanah bandara Mulia itu kepada pemerintah kabupaten Puncak Jaya dan pihak maskapai.

Menurut Titus TAbuni, lokasi bandara Mulia adalah tanah milik GIDI wilayah Yamo yang digunakan oleh pemerintah daerah dan seluruh Maskapai penerbangan sejak
masih Distrik Mulia hingga kini telah menjadi Kabupaten Puncak Jaya.

“Apakah dalam hal ini pemkab Puncak Jaya dan semua Maskapai yang menggunakan sudah pernah bayar sewa atau kontrak kerja sama dengan pihak Gereja GIDI wilayah Yamo yang notabene sebagai milik asetnya GIDI. Atau justru sebaliknya. Tentu harus ada itikad baik mereka karena selama bertahun-tahun menggunakannya sebagai akses jalur transportasi udara atau maskapai selama ini,” kata Titus kepada Tiffanews.com, Rabu (30/06/2021).

Titus Tabuni tak menampik jika persoalan ini akan serius ditangani. Pihaknya masih menunggu kejelasan dan komunikasi dari pemkab Puncak Jaya. Jika ternyata belum ada, maka Gereja GIDI wilayah Yamo akan mengambil sikap untuk segera menempuh jalur hukum perdata dengan gugatan Class Action nantinya.

“Namun, untuk saat ini kita utamakan komunikasi sambal diajukan Surat Somasi tertulis kepada Pemkab Puncak Jaya dan pihak Maskapainya untuk segera bayar lunas secara tunai yaitu dihitung kerugiannya dari sejak memakai lokasi tanah milik aset gereja GIDI wilayah Yamo Mulia, baik secara material maupun immaterial,” tegasnya.

Lanjut Titus Tabuni, lokasi Bandar udara Mulia Kabupaten Puncak Jaya, Kota Mulia, adalah milik resmi oleh gereja GIDI wilayah Yamo, sesuai dokumen bukti kepemilikan lengkap. Sehingga, patut beralasan hukum untuk meminta kepada pihak-pihak, dalam hal ini pemkab puncak Jaya dengan seluruh Maskapainya untuk Segera menyelesaikan pembayaran sebagai kompensasi yang dimaksud.

Titus berharap, adanya pernyataan dari GIDI wilayah Yamo ini, dapat ditanggapi dengan baik untuk dibicarakan bersama pemkab Puncak Jaya dan maskapai secara Persuasif atau kekeluargaan.

“sebagai mana GIDI mempunyai Visi “Penginjilan Belum Selesai” Sehingga untuk mewujudkan visi itu Gereja GIdI wilayah Yamo membutuhkan anggaran. Oleh sebab itu sebagai mana Bandara Kota Mulia adalah Aset Gereja Gidi sehingga pemerintah daerah bisa mengerti dan memperhatikan untuk pembagian Hasil Pengelolaan Bandara yang dimaksud. Apalagi saat ini Bupati adalah anak Kader GIDI sehingga harapannya bisa memperhatikan hal ini,” pungkas Titus Tabuni. (Cel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Aparat TNI Bantu Warga Merauke Buat Lapak Tempat Berdagang

TIFFANEWS.COM – Peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1707-05/Merauke Kodim 1707/Merauke dalam melaksanakan pembinaan teritorial diwilayahnya terus terlihat berkesinambungan. Kali ini para Babinsa Koramil 1707-05/Merauke yang dipimpin langsung oleh Danramil 1707-05/Merauke Mayor Arm Budi Saputra membantu masyarakat Merauke untuk membuat lapak jualan, bertempat di pertigaan Jln. Sesate RT. 07/RW.02 Kelurahan […]
Instagram did not return a 200.
Translate »