Gubernur Lukas Enembe Dikabarkan Berkunjung ke PNG Lewat Jalur Tak Resmi

Tukan Ben 1

TIFFANEWS.COM,- Gubernur Papua Lukas Enembe dikabarkan berkunjung ke Papua Nugini (PNG) dengan melintasi jalur tikus atau jalur tak resmi tanpa kelengkapan dokumen keimigrasian, Rabu (31/3).

Berdasarkan keterangan dari personel Pos Perbatasan Skouw maupun Konsulat RI di Vanimo, pada 31 Maret 2021 kemarin Gubernur Papua telah menyeberang ke Papua Nugini tanpa kelengkapan dokumen keimigrasian melalui jalur tak resmi /jalur tikus.

Jalur tikus yang dimaksud adalah jalan non-resmi yang selama ini sering digunakan oleh para penyeberang ilegal dari dan ke PNG, dengan aktivitas ilegal, seperti jual beli ganja, barang-barang konsumsi hingga senjata.

Kabar ini tentu mengejutkan karena, sebagai pejabat negara, tindakan yang dilakukan Gubernur Lukas Enembe merupakan tidak biasa bagi seorang pemimpin daerah, dimana ia telah menabrak sejumlah aturan di antaranya, Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2005, tentang perjalanan dinas luar negeri dan Peraturan Mendagri Nomor 29 Tahun 2016 tentang pedoman perjalanan dinas ke luar negeri bagi ASN, Kepala Daerah dan DPR RI dan Daerah.

Selain daripada itu,  sebagai pemegang paspor dinas, berdasarkan UU Keimigrasian Nomor 6 Tahun 2011, Gubernur Lukas Enembe juga tidak melengkapi persyaratan kelengkapan dokumen keimigrasian berupa paspor dinas, exit permit dan visa.

Apalagi di tengah berjangkitnya pandemi secara global, Lukas Enembe tidak hanya melanggar protokol kesehatan di dalam negeri namun juga protokol kesehatan di PNG yang korban akibat pandemi ini terua bertambah dari hari ke hari.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah PNG terkait keberadaan Gubernur Papua, Lukas Enembe di negaranya. (*bn)

One thought on “Gubernur Lukas Enembe Dikabarkan Berkunjung ke PNG Lewat Jalur Tak Resmi

  1. Menurut saya itu bukan ilegal hanya saja seorang pemimpin tdk mungkin duduk jaga kantor saja manusia perlu ada bukti klo hanya pergi refresing buat apa sampai wartawan sibuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Direktur YAPKEMA: Potensi Komoditas Kopi Dapat Bantu Jaga Alam Papua

TIFFANEWS.COM,-  Direktur Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (YAPKEMA) Hanok Herison Pigai mengatakan terdapat potensi luar biasa akan kopi Papua yang diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menjadi modal menjaga alam Papua. “Kopi Robusta dan Arabika dari Papua memiliki cita rasa yang unik. Namun, kopi Papua belum banyak tersebar di Indonesia karena biaya […]
Instagram did not return a 200.
Translate »