Gubernur Papua Minta Tingkatkan Komunikasi Sukseskan PON XX Papua

Tiffa News
Rakor Kesiapan Pelaksanaan PON XX dan Peparnas XVI Tahun 2021 antara Tim Monitoring Kemendagri dan Pemprov Papua

TIFFANEWS.COM- Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe meminta semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan PON XX Tahun 2021 di Papua untuk semakin meningkatkan komunikasi demi suksesnya pesta olahraga tingkat nasional yang menurut rencana digelar 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan Sekda Papua, Dance Yulian Flassy mewakili Gubernur Papua pada Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Pelaksanaan PON XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Tahun 2021 di Jayapura, Rabu (9/6) didampingi Irjen Kemendagri Tumpak Haposan Simanjuntak dan Dirjen Bina Keuda, Mochamad Ardian Noervianto.

“PON XX sudah dekat. Kita pertaruhkan harga diri Bangsa Indonesia dan harga diri Papua. Gubernur Papua Lukas Enembe punya komitmen kuat untuk menjadikan Papua sebagai tuan rumah PON XX dan menyukseskan PON XX nanti,” kata Dance Flassy.

Dia mengatakan, pelaksaaan PON XX sudah di ambang pintu sehingga perlu ditingkatkan komunikasi antara pusat dan daerah agar berbagai urusan PON berjalan lancar dan sukses.

Untuk menyukseskan PON XX itulah maka Mendagri mengutus Tim Monitoring dan Evaluasi (Movev) ke Jayapura. Salah satu kegiatan dari seluruh rangkaian Monev itu adalah rapat koordinasi itu.

Di tempat terpisah, pemerhati masalah sosial dan budaya Papua, Omega Bastian (Om Bas) berpandapat, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dinilai terlambat melakukan pendampingan bagi PB PON Papua terkait pengelolaan keuangan penyelenggaraan PON XX Tahun 2021.

Rakor Kesiapan PON XX antara Kemendagri, Pemprov Papua dan PB PON XX Papua dihadiri Ketua Bidang I PB PON XX Papua Yusuf Yambe Yabdi.

“Kemendagri telah berinisitif melakukan Rakor dengan Pemprov Papua terutama terkait pemanfaatan anggaran PON XX yang dibiayai Pemerintah Provinsi Papua melalui APBD dan Pemerintah Pusat melalui APBN. Kemendagri sebenarnya ingin berbuat yang terbaik untuk Papua, namun kami menilai apa yang dilakukan itu sangat terlambat, “ kata Om Bas.

Om Bas mempertanyakan kesungguhan dan itikad baik pihak Kemendagri dalam melakukan pendampingan bagi PB PON XX Papua. Mengapa tidak sejak awal persiapan PON yakni tahun 2018 lalu tetapi justru dilakukan pada empat bulan terakhir menuju puncak penyelenggaraan PON XX pada 2 – 15 Oktober mendatang.

Walaupun terlambat, lanjut Om Bas, pihaknya tetap menghargai niat baik Kemendagri itu. Pada prinsipnya, masih lebih baik sangat terlambat dari pada Kemendagri tidak pernah berbuat apa-apa untuk menyukseskan PON XX Tahun 2021 di Papua.

Sejak sekitar tahun 2018 lalu, Pemprov Papua bersama seluruh rakyat di Tanah Papua sudah secara perlahan-lahan melakukan persiapan walaupun jalannya tersendat-sendat. Seandainya, Kemendagri telah berjalan bersama Pemprov Papua dan PB PON Papua sejak tahun 2018 itu maka pada saat ini urusan keuangan PON tidak tersendat-sendat.

Om Bas menyarankan agar Kemendagri tidak perlu membuang banyak waktu untuk sibuk mendampingi PB PON Papua karena penyelenggara PON XX Papua ini sudah bekerja cukup baik dan tinggal empat bulan lagi PON XX digelar di empat klaster yakni Klaster Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke dan Klaster Kabupaten Jayapura.

Tindakan yang seharusnya dilakukan pihak Kemendagri untuk Papua saat ini adalah melakukan pendampingan bagi para bupati di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat terkait manajemen pemerintahan di setiap kabupaten dan kota.

Para pejabat Kemendagri sebaiknya pergi melakukan pendampingan di kabupaten-kabupaten terpencil di Tanah Papua ketimbang membuang banyak waktu, tenaga dan dana untuk mendampingi PB PON XX Papua di ibukota provinsi.

“Namun demikian, semua ini dikembalikan kepada pihak Kemendagri itu sendiri karena banyak pejabat zaman ini lebih suka melakukan monitoring dan evaluasi di ibukota kabupaten dan provinsi yang lebih mudah dan cepat dijangkau pesawat berbadan lebar,” kata Om Bas.(Ade/bn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kemegahan Mimika Sport Complex, Sumbangsih Freeport Untuk PON Papua

TIFFANEWS.COM, – Mimika Sport Complex alias MSC dibangun PT Freeport Indonesia dalam upaya mendukung pelaksanaan PON XX di Papua. Konstruksi MSC yang proses pembangunanya dimulai bulan September 2013 dan rampung di tahun 2016 tak dapat dipisahkan dari kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia (PTFI). PT Freeport Indonesia […]
Instagram did not return a 200.
Translate »