Merawat Jembatan Gantung Iwur Agar Warga Nyaman Melintas

0
88
Warga dan Personel Pos Iwur Satgas Yonif Raider 509 Kostrad sedang kerja bhakti memperbaiki jembatan Iwur. (Foto : Zainal Aripin)

TIFFANEWS.COM,- Infrastruktur di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, memang masih sangat memprihatinkan. Jalan yang menghubungkan satu distrik dengan distrik yang lain  belum bisa ditempuh dengan mudah. Jembatan gantung di Distrik Iwur menjadi sarana bagi warga yang hendak ke Oksibil, ibulota Kabupaten Pegunungan Bintang. Namun perawatan jembatan menjadi tuntutan lain, bila warga ingin nyaman dan aman dalam melintasi.

Kabupaten Bindang memiliki beberapa distrik, seperti Borme, Okbibab, Kiwirok, Batom, Oksibil, dan Iwur. Kabupaten ini berbatasan dengan Papua New Guinea (PNG) dan merupakan kawasan yang dilintasi Sungai Digoel yang cukup besar dengan arus yang cukup kuat.

Jembatan gantung Iwur merupakan jembatan rotan sepanjang 75 meter. Jembatan ini telah dilengkapi seling (tali berbahan besi) yang  dikaitkan di antara dua pohon disisi kiri dan kanan jembatan.  Sekalipun dirasakan aman, namun sebenarnya sangat rentan putus karena diterjang air sungai Digul, ataupun bila pohon tempat ikat tali sewaktu-waktu tumbang.

Jembatan Gantung Iwur (Foto : Zainal Aripin)

Kendati warga sudah terbiasa melewati jembatan ini, namun perlu juga mempertimbangkan kapasitas orang yang melewati jembatan ini. Kalau sudah terlalu banyak, maka tali jembatan akan kendor mendekati air sungai. Karena itu untuk melewati maksimal hanya 4 orang.

Sudah tentu kondisi jembatan perlu dirawat atau dipantau, agar keamaman dan kenyamanan para pengguna jembatan selalu terjaga. Jika kondisi jembatan sudah mulai rusak biasanya  masyarakat dibantu oleh anggota TNI  kerja bhakti memperbaiki jembatan.

Senin 4 November 2019 lalu, Personel Pos Iwur Satgas Yonif Raider 509 Kostrad yang dipimpin oleh Wadanpos Serka Darul Sartika beserta sepuluh orang anggota bersama masyarakat bergotong royong melaksanakan perbaikan jembatan ini.

Menurut Danpos Iwur Letda Inf Ardito Akbar, kondisi jembatan sudah tidak layak dan sangat memperihatinkan yang dapat menyebabkan kecelakaan.

 “Jembatan gantung tersebut merupakan satu-satunya jembatan yang  menghubungkan antara Distrik Iwur dengan Distrik Oksibil yang digunakan sebagai sarana transportasi  untuk kegiatan perekonomian masyarakat sehingga harus dirawat dan dijaga supaya usia pakainya bisa lebih lama,” kata Ardito Akbar.

Sungai Digoel, (Foto : Zainal Aripin)

Memang, warga yang hendak berurusan di Oksibil harus melewati jembatan ini. Petani, pedagang, pegawai dan anak-anak sekolah menggunakan jembatan ini.Khusus anak sekolah, mereka sering ke ibukota kabupaten untuk membeli peralatan sekolah, ataupun keperluan lain yang berurusan dengan sekolah.

Warga Distrik Iwur suka menanam pisang. Tidak hanya di kebun tetapi juga di pekarangan rumah. Berbagai jenis pisang ada di sini seperti pisang kapok, pisang berlin atau pisang nona, pisang raja, dan pisang tanduk. Hasilnya cukup melimpah, sehingga warga membawanya untuk dijual di Oksibil baik melalui jalur darat, atau jalur udara dengan naik pesawat.

Secara umum, kondisi di pegunungan Bintang tidak hanya membutuhkan dukungan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, tapi juga lapangan terbang, listrik dan jaringan telepon, masih sangat diperlukan. Karena itu, perlu pembanguan yang lebih optimal sehingga masyarakat lokal bisa leluasa memenuhi kebutuhan ekonomi, pendidikan dan kesehatan (*Bn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini