Dua Tokoh Papua Selatan Bertemu di Tengah Hamparan Sawah

0
47
Dua tokoh masyarakat Papua Selatan, John Gluba Gebze dan Apolo Safanpo menggelar pertemuan khusus silaturahmi di Merauke, Sabtu (16/11). Keduanya membahas perkembangan masyarakat Papua Selatan menuju hari esok yang lebih sejahtera.
Dua tokoh masyarakat Papua Selatan, John Gluba Gebze dan Apolo Safanpo menggelar pertemuan khusus silaturahmi di Merauke, Sabtu (16/11). Keduanya membahas perkembangan masyarakat Papua Selatan menuju hari esok yang lebih sejahtera. Dokumentasi : Tiffanews

TIFFANEWS.COM,- Dua tokoh masyarakat Papua Selatan, Provinsi Papua , John Gluba Gebze – tokoh generasi tua  dan Apolo Safanpo – tokoh generasi muda  gelar pertemuan khusus di dalam  pondok sederhana yang terletak di tengah hamparan sawah nan luas di sebuah desa kecil yang   terletak di pinggiran kota Merauke, ibukota Kabupaten Merauke, Papua pada Sabtu (16/11)

Pertemuan yang diiringi kicauan burung-burung yang bertengger di dahan  padi yang bertumbuh subur dalam petak-petak sawah milik John Gluba Gebze  membahas berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah Papua bagian Selatan sekaligus keduanya saling menguatkan satu sama lain untuk bersama-sama  menatap ke masa depan penuh harapan.

Perjumpaan monumental representasi generasi  tua dan muda  itu berlangsung    dalam suasana penuh kekeluargaan  dan keakraban. Sebelumnya, John Gluba Gebze menerima kunjungan utusan beberapa instansi dan lembaga pemerintah dan swasta  yang datang dari  Jayapura, Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia.

Dua tokoh masyarakat ini terlihat sangat serius  membahas banyak hal terkait perkembangan masyarakat di Papua Selatan – wilayah adat Ha Anim. Apa yang diperbincangkan  difokuskan pada kondisi masyarakat majemuk wilayah Papua Selatan hari ini dan harapan  tercapainya hari esok yang lebih baik lagi.

“Masyarakat Papua Selatan itu sangat kaya tetapi belum sejehtera,” kata John Gluba Gebze.

Kekayaan masyarakat Papua Selatan dapat dilihat dengan mata telanjang dari kekayaan alam wilayah ini seperti laut yang luas dengan segala jenis makhluk hidup di dalamnya, fauna dan flora serta  kandungan rasa seni yang diberikan Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta di dalam diri masyarakat asli Anim Ha.

John Gluba Gebze – Tokoh Besar Masyarakat Papua Selatan bergambar bersama utusan berbagai instansi dan lembaga pemerintah dan swasta yang berdatangan ke Merauke guna berdialog tentang masa depan Papua Selatan. Dokumentasi : Tiffanews

Kekayaan yang melimpah ruah itu, dalam kenyataannnya belum benar-benar menyejahterakan manusia yang menghuni tanah adat ini yang merupakan hadiah terindah dari Sang Pencipta  dan warisan para leluhur itu.

Menyinggung tentang peluang percepatan lahirnya Provinsi Papua Selatan yang merupakan pemekaran dari provinsi induk Provinsi Papua, mantan Bupati Kabupaten Merauke dua periode (2005-2010) itu menegaskan bahwa masyarakat di wilayah ini sudah sangat siap menyambut kelahiran Provinsi Papua Selatan yang didambakan sekitar 17 tahun yang lalu malahan telah puluhan tahun yang lalu.

Masyarakat Papua Selatan memang sudah sangat siap hidup dan berkarya dalam provinsi baru yaitu Provinsi Papua Selatan.

Infrastruktur yang tersedia sudah cukup layak untuk  mendukung  keberadaan Provinsi Papua Selatan, seperti kota Merauke sudah siap menjadi ibukota Provinsi Papua Selatan yang didukung dengan hadirnya bandar udara yang sudah  dapat didarat pesawat berbadan lebar,  juga pelabuhan laut untuk  berlabuhnya kapal penumpang dan kapal peti kemas.

Begitu juga, di bidang Pertahanan dan Keamanan, lanjut John Gluba Gebze, untuk matra darat saat ini berada di bawah komando petinggi TNI Bintang Satu dan matra laut pun dikomandani pejabat militer Bintang Satu. Tinggal saja matra udara dan kepolisian.

Sedangkan untuk perguruan tinggi, di Merauke terdapat sedikitnya sepuluh perguruan tinggi dan satu universitas negeri yaitu Universitas Negeri Musamus, Merauke. Semua perguruan tinggi ini merupakan andalan pembentukan sumber daya manusia wilayah Selatan untuk membangun negeri tercinta ini guna meraih masa depan yang sejahtera dan perdamaian yang abadidi atas Tanah adat Ha Anim.

Sementara itu Apolo Safanpo yang kini menjabat Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) – seorang Putra Asli Papua,  Suku Asmat, wilayah adat Ha Anim mengatakan, dirinya sangat puas dengan digelarnya pertemuan  khusus dengan  Bapak John Gluba Gebze selaku  tokoh masyarakat adat Papua Selatan  sekalgus orangtua dan abang yang baik yang  punya segudang pengalaman dalam menata kehidupan masyarakat adat dan  masyarakat majemuk serta  sangat  berpengalaman di bidang  pemerintahan.

“Pertemuan khsusus penuh kekeluargaan ini  sangat menyenangkan dan membawa harapan baru bagi masa depan Papua Selatan. Kami butuh nasihat dan pendampingan yang terus menerus. Untuk  zaman ini, pribadi Bapak John Globa Gebze  merupakan  figur yang  sangat tepat. Dialah orangnya!” tegas Apolo.

Apolo mengakui, pertemuan dengan tokoh masyarakat Papua Selatan, John Gluba Gebze  telah memberikan perspektif baru bagi generasi muda  dalam menatap hari esok yang lebih baik bagi seluruh lapisan  masyarakat Papua Selatan.

Pertemuan yang bersejarah ini menyadarkan generasi muda Papua Selatan akan penting konsistensi dan keberlanjutan pembangunan di segala bidang kehidupan menuju tercapainya masyarakat adil dan makmur. Hanya dengan keadilan dan moralitas yang baik serta semangat kebersamaan itulah, kita dapat menggapai kemakmuran dan kedamaian abadi di Bumi Cenderawasih ini. (ade)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini