Fransiskus Tekege, Kisah Seorang Guru Perintis yang Meninggal di Hari Guru

0
20
Fransiskus Tekege

Oleh : Eman Petege

Fransiskus Tekege seorang guru tua, lahir di… dan meninggal 25 November 2019 tepat di Hari Guru Nasional (HGN) Sebagai guru, ia alumni JVVS Kokonao, MVVS Kokonao dan ODO Fak-Fak.

Pada suatu waktu di bulan Juni 2005, saya bersama dengan Almarhum Fransiskus Tekege hampir tidak tidur semalaman.

Malam itu kami sama-sama saling bercerita, sambil menghabiskan beberapa gelas kopi murni Moanemani.

Tak sadar kami sudah melewati tengah malam dan jam menunjukan pukul 4 pagi.

Berhubung waktu sudah jelang pagi, saya sarankan kepada Bapa Guru supaya bisa istrahat 1 atau 2 jam untuk sekedar menghilangkan rasa ngantuknya.

Saya sangat terkesan dengan sosok guru yang satu ini. Barangkali anak-anak dan cucu cucunya punya catatan riwayat hidup Almarhum, tetapi saya juga mau mencoba mengangkat cerita ini berdasarkan penuturan Bapa Almarhum Frans Tekege sendiri.

Fransiskus Tekege lahir di Modio Daerah Mapia Wisselmeren Tahun 1946. Beliau meninggal pada usia 73 Tahun hari ini. Sebetulnya Almarhum masih punya harapan hidup dua atau tiga tahun lagi, tetapi hampir 3 tahun terakhir beliau sering sakit-sakitan yang tidak pernah sembuh. Terakhir saya bertemu Alm 2015 di Bomomani – Mapia – Dogiyai.

Riwayat Hidup

Pada awal bulan Januari 1956 missionaris pertama di Daerah Mapia Pastor Henk Smits OFM yang sudah menetap di Kampung Modio sejak tanggal 22 Pebruari 1952 meminta kepada orang orang tua agar menyiapkan anak anak Mapia berusia pendidikan dasar antara 7 – 12 tahun untuk siap diantar ke Kokonao tinggal di Internaat atau Asrama dan masuk sekolah dasar JVVS berkelas IV. JVVS singkatannya : Jorgen Ver Volgs School.

Bulan Januari 1956 Pastor Henk Smits menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan bagi 14 Anak Mapia yang diserahkan orang tuanya untuk dikirim ke Kokonao Mimika. Alm Fransiskus Tekege bersama 13 anak lainnya diantar sendiri oleh orang tuanya ke Kampung Uta Daerah Mimika Barat dan di sana dijemput oleh Pastor Jules Camps OFM dengan Speat boat Samofa Milik Missi dari Kokonao.

Selain Alm Frans Tekege ada 13 anak yaitu : 1. Theo Makai, 2. Andreas Bunapa, 3.Manfred Wakey, 4. Casmerius Wakey, 5. Bernabas Magai, 6. Willem Iyai, 7. Zakarias Petege, 8. Piet Petrus Semu, 9. Pius Tekege, 10. Vitalis Butu, 11. Willem Magai 12. Laurensius Degei, 13. Yan Tebay.

Alm Frans Tekege menyelesaikan pendidikan dasar JVVS Tahun 1960 melanjutkan lagi di MVVS selama dua Tahun dan tamat 1962. MVVS adalah : Meisjes Ver Volgs School.

Kemudian dari Kokonao Missionaris mengirim Frans Tekege Alm dengan teman temannya di Sekolah Pendidikan Guru ( ODO ) Fak Fak. ODO yaitu : Opleiding Voor Dorps School Onder Wyser sekolah persiapan untuk mengajar di SR atau Sekolah Rakyat. Tahun 1964 ODO diganti nama menjadi SGB dan sempat dipindahkan ke Kokonao – dari Kokonao ke Nabire dan selanjutnya ke Biak tahun 1966 dan Tahun 1971 dari Biak dipindahkan ke Waena Jayapura dan diganti nama menjadi SPG Taruna Bhakti.

Alm Frans Tekege tamat SGB Tahun 1966 di Fak Fak dan tahun itu juga SGB Fak Fak ditutup karena dipindahkan ke Biak. Pebruari 1967 Almarhum Frans Tekege dan Alm Andreas Bunapa pertama kali mengoperasikan Sekolah Dasar berkelas IV yaitu : di SD YPPK TUGUDA sekarang SD YPPK TOUBAIKEBO Distrik Mapia Barat.

Tahun 1969 SD YPPK TUGUDA dipindahkan ke Toubaikebo sehingga Alm Frans Tekege yang Kepala Sekolah saat itu dipindahkan ke SD YPPK YEGOUKOTU dan penggantinya ialah temannya sendiri di SGB Bapa Guru Amatus Mote dari Kampung Jaba Waghete Deyai menjadi Kepala Sekolah SD YPPK TUGUDA.

Sedangkan Alm Andreas Bunapa dikirim ke Jayapura oleh Pastor Andringa OFM untuk melanjutkan study di Akademi Theologi Katolik disingkat ATK bersama teman teman lain diantaranya : Theodorus Makai, Willem Iyai, Piet Maturbongs, Thom Beanal dll yang menjadi Angkatan pertama mulai kuliah di ATK sampai selesai atau Tamat Tahun 1972 sekarang STFT. Namanya dari ATK robah ke STTK dan STFT.

Awal Tahun 1980-an Alm Frans Tekege dipindahkan lagi ke SD YPPK MODIO menjadi Kepala Sekolah, pertengahan Tahun 1990 an sempat dipindahkan ke SD YPPK OMAKAPAO Kampung Diyoudimi Daerah Mapia namun tidak terlalu lama di tempat ini dan segera pindah kembali ke Modio sampai penciun Tahun 2006.

Tahun 2005 saat Almarhum menjalani Masa Persiapan Pensiun ( MPP ) di usia 59 tahun, saat itu karena bertepan dengan usia 60 Tahun Almarhum harus penciun sebagaimana biasa seorang guru.

Bapa ku, Fransiskus Tekege beristrahatlah dalam damai bersama Allah Bapa di Surga hari ini juga. Kebaikan Mu selama masih hidup terhadap orang lain pasti Tuhan yang akan membalasnya…..!!!!

Kee Tekegeibo adama kidiki epaa koha uwitouu ideide hai haii owapaa…… Turut berduka cita yang sangat mendalam…….!!!!!!!!!!!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini