Uskup Jayapura Dorong Umat Katolik Berkarya dalam Komunitas Basis

0
15
Uskup Leo Laba Ladjar OFM

TIFFANEWS.COM,-  Pemimpin Umat Katolik Keuskupan Jayapura, Uskup Leo Laba Ladjar,OFM mendorong umat Katolik agar terus-menerus hidup dan berkarya di dalam dan melalui Komunitas Basis (Kombas) yang dibentuk di berbagai wilayah Gerejani sebagai sebuah cara hidup baru menggereja dan memasyarakat zaman ini.

Hal itu disampaikan Uskup Leo Laba Ladjar,OFM  di hadapan umat Katolik yang dipimpinnya saat berkumpul di Gereja Kristus Terang Dunia, Waena, Kota Jayapura, Papua, Minggu (24/11), dalam rangka merayakan syukur atas penahbisan seorang putra asli Papua asal Balim, Distrik Kurulu,  Kabupaten Jayawijaya, wilayah Pegunungan Tengah Papua menjadi imam Katolik  dan penahbisan  empat orang calon imam  menjadi Diakon (pelayan gereja).

“Saya bergembira mendengar kabar bahwa umat Katolik di Paroki Kristus Terang Dunia, Waena terus menghidupi semangat komunitas basis di tempat mereka berada dan berkarya, tidak hanya dalam rangka  menyukseskan perayaan penahbisan imam baru dan diakon  tetapi juga dalam kehidupan setiap hari di tengah masyarakat majemuk,” katanya.

Menurut Uskup Leo Laba Ladjar, sebelum  memberikan sedikit wejangan dalam  acara syukuran ini, pihaknya menerima informasi  dari  Dr. Frans Pekey,M.Si yang adalah tokoh awam Katolik sekaligus Ketua I Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kristus Terang Dunia, bahwa  kelancaran dan keberhasilan persiapan hingga  pelaksanaan upacara Misa  penahbisan dan acara syukuran  imam baru  bersama  para diakon hari ini,  berkat partisipasi aktif dari semua anggota umat Katolik  yang berdatangan dari berbagai Komunitas Basis Gerejawi (KBG) dalam wilayah Paroki Kristus Terang Dunia.

Ketika menyampaikan rasa gembiranya itu, tampak wajah Uskup Leo laba Ladjar,OFM ceria penuh gembira dan bersemangat  karena  dirinya  telah menyaksikan sendiri  umat Katolik yang dipimpinnya sejak dinobatkan menjadi uskup pada 10 April 1994 dan pada 10 Agustus 1997 diangkat Paus di Vatikan  menjadi Uskup Keuskupan Jayapura  menggantikan pendahulunya Uskup Herman Muninghoff,OFM terus berkembang maju  secara dinamis dan penuh optimisme.

Pada kesempatan acara syukuran itu, Uskup Leo laba Ladjar,OFM  kembali mendorong para pastor yang berkarya di wilayah Keuskupan Jayapura agar  terus aktif menyemangati umat untuk hidup dan berkarya di dalam dan melalui Komunitas Basis yang telah dibentuk di berbagai paroki sebagai tindak lanjut dari hasil Sinode Keuskupan Jayapura tahun 2006 yang mengusung tema kerja  “Membangun Gereja Mandiri yang Misioner”. Tema Sinode ini merupakan Pedoman arah pengembangan Gereja Keuskupan Jayapura.

Komunitas Basis dibentuk demi pelayanan yang semakin mendekati pergumulan nyata.  Melalui Komunitas Basis, dibangkitkan rasa setia kawan (solidaritas) di antara sesama warga umat Katolik untuk saling membantu, memberi dukungan dan saling meringankan beban hidup, baik antara umat di suatu persekutuan, antara persekutuan di keuskupan maupun solidaritas dengan  umat  dari gereja-gereja  bukan Katolik serta setia kawan dengan umat beragama lainnya. Dengan demikian, Gereja beralih dari Institusi menuju Gerakan yang selalu terbuka untuk berjejaring dengan orang dan kelompok lain.

Acara syukuran penahbisan imam baru Daud Wilil dan empat orang Diakon itu dimeriahkan oleh kelompok seni Orang Muda Katolik (OMK). Mereka menampilkan berbagai atraksi seni, tidak hanya di bidang tarik suara tetapi juga menampilkan komedian andalan yang membuat para peserta acara syukuran  sontak tertawa penuh riang gembira.

“Dalam Komunitas Basis itu, orang-orang muda kita dibentuk untuk menjadi penggerak proses perjalanan kita ke depan. Kalau  seluruh umat kita mulai menggereja dengan cara itu, yakni dengan mengikuti Arah Umum Pengembangan Keuskupan Jayapura yang tertuang dalam hasil Sinode Keuskupan Jayapura tahun 2006, maka pastilah kita menjadi Gereja Yesus Kristus yang matang dan dewasa, dan mampu berperan sebagai garam dan terang bagi seluruh masyarakat kita,” kata Uskup Leo laba Ladjar dalam “Membangun Gereja Mandiri yang Misioner”.

Wilayah Keuskupan Jayapura terbentang dari pantai utara Lautan Pasifik ke selatan sampai wilayah Pegunungan Bintang dan Pegunungan Jayawijaya. Di sebelah timur berbatasan dengan Negara Papua New Guinea (PNG); di sebelah barat bagian utara dengan Sungai Memberamo, sedangkan ke selatan berbatasan dengan Kabupaten Puncak Jaya. Luas wilayah Keuskupan Jayapura 14.702.350 Km2.

Tanah Papua secara administratif  pemerintahan dibagi dalam dua provinsi, sebelah Timur disebut Provinsi Papua dan sebelah Barat disebut Provinsi Papua Barat. Keuskupan Jayapura berada di Provinsi Papua bersama tiga keuskupan lainnya yaitu Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Agats dan Keuskupan  Timika. Sedangkan Keuskupan Manokwari- Sorong berada di Provinsi Papua Barat. (Ade)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini