Kebun Bunga, Cara Baru Warga Papua Menyambut Tamu

0
12
Taman Bunga di titik Nol KM Merauke tepatnya di Kampung Sota,, (Foto Ist)

TIFFANEWS.COM- Alam Papua terutama hutan-hutannya kaya akan berbagai jenis tanaman serta burung dan berbagai jenis unggas yang lain. Keanekaragaman tumbuhan dan unggas ini, selalu menjadikan Papua unggul dalam hal menujukkan ikon sebagai pulau Cenderawasi atapun pulau yang identik dengan anggrek hitam ataupun tumbuhan hutan yang lain.

Menimati liburan akhir tahun di Papua, tentu membawa kenangan sendiri lantaran alam yang selalu menyuguhkan warna-warni keindahan. Namun akan lebih elok rasanya jika di setiap tempat dalam kota juga disuguhkan keindahan alam berupa taman-taman ataupun rumah-rumah yang dikelilingi taman bunga.

Warga belajar membuat kebun bunga

Taman kota, barangkali sudah banyak dijumpai di hampir semua ibukota kabupaten/kota di Tanah Papua. Tapi keanekaragaman bunga yang ditanam masih perlu upaya sendiri. Begitu pun pagar dari rumah-rumah penduduk selalu saja menggunakan bahan-bahan kayu hutan, masih perlu perbanyak lagi dengan tanaman bunga yang diambil dari hutan-hutan Papua.

Tapi usaha untuk menata halaman rumah dengan bunga kini mulai digemari masyarakat Papua. Bukan cuma itu, warga juga mulai berkelompok membangun kebun-kebun bunga. Meneruskan kebiasaan dekat dengan alam ini, jika terus digalakan bukan tidak mungkin, Papua memberikan warna tersendiri dalam menyumbang keindahan dunia.

Bila sedikit berwisata di ke Titik Nol KM Merauke tepatnya di Kampung Sota, dapat dijumpai satu kebun bunga nan indah. Kebun yang dikelola  Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Pos Kout, menjadi alternatif pilihan untuk berwisata berfoto serta melihat-lihat bunga dan sayuran yang ditanam.

Dansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han. mengatakan, mengusung konsep taman bunga guna memberikan contoh bercocok tanam dan memotivasi masyarakat perbatasan.

Kata Dansatgas, hanya butuh kemauan untuk menggunakan lahan kosong menjadi kebun bunga. Dalam kebun bunga, tak hanya bunga yang ditanami, tapi juga  timun, pare, terong, cabe, labu dan kacang panjang. 

Indah nian bila dipandang dan selalu menggoda bagi setiap orang yang melintas untuk mampir.

Kebun Bunga di Kampung Sota

Minggu (29/12/2019),  Tri Larasati (55) bersama keluarga dan 15 orang rekannya dari Kantor PLN Merauke datang ke perbatasan untuk menikmati liburan akhir tahun di Tugu Titik Nol KM Merauke. Kunjungan ini akhirnya membawa mereka untuk singgah berfoto dan melihat-lihat kebun bunga dan sayuran milik Pos Kout.

“Letaknya yang strategis karena berada tidak jauh dari Tugu Titik Nol KM Merauke atau yang sekarang PLBN Sota, menjadikan kebun bunga dan sayur yang ditanam personel Satgas bekerja sama dengan PT Ewindo atau Cap Panah merah, kini dapat dinikmati keindahannya sebagai tempat foto yang berlatar belakang taman bunga dan kebun sayur,” ujar Tri Larasati.

Sudah beberapa kali, Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad mendatangkan warga di sekitar untuk memperkenal inisiatif dan kreativitas ini agar masyarakat bisa terinspirasi untuk menggunkan lahan kosong menjadi lebih produktif  dan menghasilkan ekonomi tambahan.

“Bagus dan cocok jika ada taman di perbatasan, menjadikan asri dan indah dilihat, selama saya tinggal di Merauke, ini adalah taman bunga pertama yang ada di dekat Titik Nol KM Merauke, semoga dapat lebih banyak lagi bunganya dan menjadi alternatif wisata di perbatasan,” kata Tri Larasati.

Tak mau jauh dari alam yang indah, begitulah orang luar yang datang memberi kesan kepada orang Papua yang dijumpai. Lagi-lagi pagar rumah yang tertata dengan bahan-bahan dari hutan. Bahkan sore hari, selalu saja ada mama-mama pulang dari kebun membawa setangkai bunga ke rumah.

Itulah rasa. Itu pula estetika sebagian kecil aktivitas manusia yang menyatu dengan alam. Kita masih tunggu taman-taman baru yang lebih produktif dan membawa nilai tambah. (ifa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini