Deklarasi dan Pembentukan Forum Literasi Kabupaten Fakfak

0
56
Bupati Kabupaten Fakfak, Dr Mohammad Uswanas Saat Membacakan Deklarasi Forum Literasi Kabupaten Fakfak (TIFFANEWS.Com)

Tomdi pengpengih yo, kadat kenedewiwetwedin kemen tewegeh, yongget mo, rektriha deh mbeh, kombederik teh – Masyarakat yang tidak membaca adalah masyarakat yang akan hilang di masa depan.” (diterjemahkan oleh: Martha Tigtigweria, dalam bahasa Iha Fakfak).

TIFFANEWS.COM – Sejumlah penggerak dan Komunitas Literasi berkumpul pada Sabtu (11/1) di Gedung Perpustakaan Kota Pala Fakfak, Papua Barat dalam rangka Deklarasi Forum Literasi yang diinisiasi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan bersama sejumlah Komunitas Literasi di Kabupaten Fakfak.

Kegiatan yang dilakukan pagi itu turut dihadiri Bupati Kabupaten Fakfak, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Fakfak, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Fakfak, para penggerak literasi, mahasiswa dan juga para pelajar dari tingkat SMA, SMP dan SD.

Sophia Hindom, Ketua Panitia Pelaksana yang juga adalah Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Fakfak dalam laporannya menyampaikan, “Perpustakaan bukan hanya merupakan tempat pusat informasi, tetapi lebih dari itu perpustakaan sudah bertransformasi menjadi tempat pengembangan diri masyarakat sehingga dapat meningkatkan kualitas, kecerdasan dan kesejahteraan hidup masyarakat.”

Lanjutnya, “Gerakan literasi bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk membiasakan diri untuk membaca buku sehingga memperoleh segala informasi dan menumbuhkan minat baca masyarakat di Kabupaten Fakfak sampai gemar membaca. Usaha ini bukan hanya tugas pemerintah namun juga komunitas masyarakat, orang tua dan para penggiat literasi.”

Sophia Hindom, Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Fakfak, saat menyampaikan laporan kegiatan (TIFFFANEWS.Com)

Ia menuturkan, ide awal pembentukan Forum Literasi Kabupaten Fakfak sendiri lahir dari diskusi bersama para penggiat dan komunitas literasi pada tanggal 14 Oktober 2019 di Dinas Kearsipan Kabupaten Fakfak, yang pada akhirnya menyepakati dua hal. Pertama, membentuk Forum Literasi Kabupaten Fakfak, dan kedua,  menetapkan setiap tanggal 17 Mei sebagai Hari Literasi di Kabupaten Fakfak.

Bupati Kabupaten Fakfak, Dr Mohammad Uswanas dalam sambutannya, sesaat sebelum membaca teks Deklarasi Gerakan Literasi menyampaikan, “Negri ini jika ingin mau maju, literasi harus dikedepankan. Tidak mungkin orang dapat ilmu tanpa membaca. Melek aksara itu artinya harus mampu membaca. Saya sudah tua, walapun begitu saya terus belajar, setiap hari saya harus membaca tiga setengah jam untuk menambah pengetahuan saya.”

Ricky Sineri, Wakil Ketua Forum Literasi yang juga merupakan koordinator Pondok Baca Brongkendik menyampaikan bahwa beberapa hal akan dilakukan Forum Literasi sehabis deklarasi ini.

“Kedepannya selain akan tetap melaksanakan kegiatan literasi yang telah dikerjakan selama ini. Forum akan berkumpul untuk dua hal. Pertama, menyusun program kerja untuk mendorong literasi ditingkat kabupaten. Kedua, akan merespon tawaran bupati untuk melakukan brainstorming untuk melihat permasalahan literasi di kabupaten Fakfak.”

Forum Literasi Kabupaten Fakfak sendiri terdiri dari beberapa komunitas diantaranya: Komunitas Muda Positif Fakfak (Kompos Tifa), Ko Mantap (komunitas literasi budaya), Labirin (komunitas seni lukis), Rumah Baca: Evata, Saireri, Wayati, Arguni, Victory, dan Pondok Baca Brongkendik serta kemitraan lain dari sekolah yakni SMP Santo Donbosco.

Selain Deklarasi Forum Literasi, beberapa acara lain turut mewarnai kegiatan tersebut seperti: menyanyikan lagu Mars Membaca oleh anak-anak Rumah Baca Evata, membaca dan meresume buku serta pementasan drama oleh para pelajar dari SMA Santo Donbosco.

Berikut isi dari Deklarasi Gerakan Literasi Kabupaten Fakfak yang dibacakan dan ditandatangani oleh Bupati Kabupaten Fakfak:

Pertama, siap mendukung Gerakan literasi untuk Fakfak, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Fakfak.

Kedua, menjadikan perpustakaan dan Taman Baca Masyarakat sebagai wahana belajar masyarakat sepanjang hayat, dengan prinsip terbuka, menyenangkan, dan menjunjung kebermanfaatan yang tinggi bagi masyarakat Kabupaten Fakfak dalam meningkatkan kualitas hidupnya, melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Kabupaten Fakfak.

Ketiga, sesuai dengan kewenangan kami masing-masing mendukung Gerakan literasi dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat literat yang berkarakter adaptif terhadap perkembangan zaman.

Keempat, membangun kolaborasi untuk melakukan inovasi kreasi literasi dalam mewujudkan masyarakat cerdas.

Kelima, mengukuhkan Forum Literasi Kabupaten Fakfak untuk melaksanakan kegiatan literasi bagi masyarakat Kabupaten Fakfak.

Keenam, menetapkan hari Literasi Kabupaten Fakfak yang diperingati setiap tanggal 17 Mei.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini