Pemuda Katolik Papua akan Gelar Rakerda Bahas Situasi Krisis Papua

0
23
Audensi Ketua Panitia Rakerda II Pemuda Katolik Komda Papua Bame Simon dengan Rektor Uncen Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST.MT (Foto : Ist)

TIFFANEWS.COM,- Ketua Panitia Rapar Kerja Daerah (Rakerda) II Pemuda Katolik Komda Papua Bame Simon menyatakan pihaknya akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Komda Papua pada 13-14 Maret 2020, di Jayapura. Selain membahas program kerja organisasi, Rakerda ini juga mendalami dan membuat rekomendasi atas situasi krisis di Tanah Papua.

Rakerda II akan membahas berbagai program kerja yang dirumuskan bersama sesuai situasi terkini di Papua dan juga kesiapan pemuda dalam menghadapi berbagai dinamika ke depan. Hasil rumusan ini akan menjadi acuan kerja Komda Papua selama tiga tahun ke depan.

Rakerda yang merupakan agenda tiga tahunan dari Komda Pemuda Katolik Papua ini mengangkat tema “Membangun Kader Katolik yang Kritis di Tengah Situasi Krisis di Tanah Papua”. Rakerda akan diikuti 250 peserta dari Komisariat Cabang (Komcab) di 15 kabupaten-kota se provinsi Papua dan para undangan.

Bame Simon memastikan dukungan pelaksanaan kegiatan dari berbagai komcab di Provinsi Papua dan juga dukungan dari para tokoh Papua, sehingga Rakerda ini bisa berjalan sukses sesuai rencana.

“Rakerda II tersebut akan diikuti oleh pengurus korcab di 15 kabupaten dan kota, serta pengurus di komda Papua juga para undangan,” kata Bame Simon dalam percakapan dengan Tiffanews, Kamis, 16 Januari 2020.

Dalam Rakerda ini akan didahului oleh berbagai seminar yang menghadirkan berbagai narasumber, dan hasil seminar akan menjadi materi dasar dalam merumuskan rekomendasi yang benar-benar berpihak kepada kesejahteraan masyarakat Papua.

Mengenai tema kegiatan, Bame mengatakan, selamatkan tanah dan orang asli Papua telah menjadi tema Majelis Rakyat Papua (MRP, namun saat ini tema itu juga menjadi konsen Pemuda Katolik Papua.

“Tentu saja kami akan melihat persoalan yang sudah ada, sedang dan akan terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat Papua di atas Tanah Papua ini. Ada semacam keragu-raguan tentang kesiapan masyarakat sejak digulirnya otonomi khusus, “ kata Bame.

Bame menjelaskan, Papua sedang diperhadapkan dengan berbagai persoalan seperti persoalan sosial, politik dan ekonomi, kesehatan, pendidikan, kemerosotan nilai-nilai budaya,  tanah-tanah adat yang dialihfungsikan, masalah kerusakan hutan dan masalah yang menyangkut masyarakat lokal.

“ Maka kami dari Pemuda Katolik melihat raker ini sangat penting untuk bersama-sama pemerintah daerah dan semua pihak untuk melakukan berbagai tindakan nyata terutama penyelamatan manusia dan tanah ini ,” katanya.

Bame menambahkan melalui Rakerda ini, sebagai organisasi pemuda, Pemuda Katolik menyadari akan peran dan tanggung jawab pemuda Papua dalam menghadapi situasi hari ini dan masa depan.

Bame menyebutkan untuk suksesnya acara tersebut, saat ini panitia sedang menggalang  dukungan dari para pihak, termasuk menemui para tokoh Papua, dan unsur pemerintah serta lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam rangka mendengar masukan dan arahan yang menyangkut penyelenggaraan rakerda dimaksud.

“Kemarin Rabu (15/01), kami beraudensi dengan Rektor Uncen Bapak Apollo Safanpo. Beliau mengapresiasi atas kerja keras panitia dan menyatakan dukungan atas terselenggaranya rakerda nantinya. Kedepannya kami juga akan menjumpai tokoh-tokoh Papua lainnya,” tutupnya. (*Bn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini