Bupati Dogiyai : Sekarang Semua Pihak Harus Fokus Melaksanakan Pembangunan

0
30
Salah satu kegiatan Apel ASN di Kabupaten Dogiyai

TIFFANEWS.COM,- Bupati Kabupaten Dogiyai Yakobus Dumupa, S.IP mengatakan sekarang semua pihak harus fokus untuk melaksanakan proses pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Dogiyai ke depan.

Sebab esensi dan tujuan bernegara dan berpemerintahan adalah membangun dan menciptakan hidup yang lebih baik dan lebih benar, yang ditandai dengan adanya perubahan hidup dan pertumbuhan baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Hal ini diungkapkan Bupati  pada acara Pengambilan Sumpah dan Janji/Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Dogiyai periode 2019-2024 yang berlansung  di Aula Maranatha Malopo, Kelurahan Malompo, Kabupaten Nabire, Kamis (23/01/20) siang.

Dalam intisari Pidato Bupati Dogiyai yang diterima, Tiffa News, Bupati menjelaskan, secara teoritis, negara dan pemerintahan modern dalam hal berdemokrasi merupakan implementasi dari teori Trias Politica, yang dikembangkan oleh John Locke (ilmuwan Inggris) dan Montesquieu (ilmuan Prancis), yang membagi kekuasaan dalam pemerintahan dalam bentuk Legislatif, Eksekutif, Yudikatif.

Namun menurut Bupati, di negara barat, seperti Amerika Serikat dan lainnya, kekuasaan ini dijalankan secara “terpisah” (pemisahan kekuasaan), tetapi di Indonesia kekuasaan antar ketiga unsur dijalankan  secara “berbagi” (pembagian kekuasaan). Dalam pembagian kekuasaan inilah, kata Bupati, memungkinkan terjadinya proses “kerja sama” antara unsur penyelenggaraan kekuasaan.

Bupati Dogiyai Yakobus Dumapa, S.IP

Bupati mengakui bahwa kabupaten Dogiyai masih dililit berbagai macam masalah. Masalah itu antara lain, sistem dan pelayanan pemeritahan yang buruk; pengelolaan keuangan daerah yang tidak sehat; SDM, kesehatan, dan ekononomi yang rendah; pengangguran yang tinggi (maunya jadi PNS/Honorer, tidak mau bertani/beternak dan profesi lainnya); penyakit sosial (kenakalan remaja, perjudian, dan prostitusi, pencurian, dan lainnya), gangguan Kamtibmas, ketergantungan kepada pemerintah yang sangat tinggi; keterbatasan insfrastruktur, dan berbagai masalah lainnya.

Bupati menyebutkan, anggota DPRD Kabupaten Dogiyai telah dilantik berada dalam masalah-masalah itu dan harus pula menghadapi masalah-masalah itu, dan terlibat dalam proses penyelesaian masalah-masalah itu.

Bupati menerangkan, Pemerintah Kabupaten Dogiyai telah menetapkan visi Dogiyai Bahagia dengan 10 misi. Visi dan misi ini kemudian telah dirumuskan dalam RPJMD Kabupaten Dogiyai 2018-2022.

‘Ini merupakan RPJMD pertama dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Dogiyai dan merupakan RPJMD pertama di Provinsi Papua yang dibuat dengan berpedoman pada Permendagri 86/2017. RPJMD Kabupaten Dogiyai ini telah menjadi “model” atau “contoh” bagi pembuatan RPJMD Kabupaten/Kota lainnya di Papua dengan berpedoman pada Permendagri 86/2017,”jelas Bupati.

Dari berbagai masalah yang telah disebutkan, Bupati menerangkan bahwa selama dua tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati telah menghasilkan sejumlah keberhasilan, perkembangan, dan kemajuan, misalnya tingkat kinerja penyelenggaraan Pemerintah meningkat drastis; pengelolaan keuangan menjadi lebih sehat (mendapat opini WDP, padahal selama 10 tahun Kabupaten Dogiyai selalu mendapat opini disclaimer).

Bupati menyebutkan selama dua tahun ini, telah terjadi peningkatan SDM aparatur penyelenggara pemerintahan; pembangunan insfrasruktur meningkat tajam; pembangunan di bidang keagamaan meningkat tajam, misalnya, memfasilitasi pembangunan gedung rumah ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.

Selain itu,  kedisiplinan pegawai meningkat; pemberdayaan masyarakat  melalui pemberian pelatihan dan permodalan. Kabupaten Dogiyai mulai dikenal dikenal luas; dan banyak keberhasilan lainnya yang bisa diraih hanya dalam dua tahun.

“ Sekalipun mulai ada keberhasilan pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat Kabupaten Dogiyai, masih ada kelemahan yang menghambat proses pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat, misalnya rendahnya rasa cinta pembangunan; perencanaan dan pelaksanaan program dan kegiatan masih berorientasi uang atau mengejar keuntungan pribadi pejabat,” kata Bupati

Bupati Dogiyai dalam kesempatan mengunjungi para petani

Diuraikan Bupati,  kelemahan lain adalah pegawai ASN dan masyarakat terpecah-belah atas dasar kewilayahan, keagamaan, kepentingan politik, dan  masih banyaknya kelompok sakit hati dan iri hati yang menjadi provokator dalam hidup berpemerintahan dan bermasyarakat, pelayanan pemerintahan Kampung dan Distrik lemah; dan masih ada pola pikir yang salah tentang pembangunan.

“Masalah-masalah inilah yang menjadi penghambat pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Dogiyai. Jika hal-hal ini masih ada dan terus dilestarikan, maka proses pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Dogiyai tidak akan berjalan dengan baik. Karena itu, kelemahan-kelemahan ini harus dibenahi secara bersama-sama,”tegas Bupati.

Pembangunan Merupakan Proses Panjang

Menurut Bupati  semua pihak termasuk anggota DPRD bahwa pembangunan merupakan sebuah proses panjang, bukan hasil instan yang dinikmati seketika. Sebagai sebuah proses, kata Bupati, pembangunan membutuhkan waktu, pikiran cerdas, kerja cerdas dalam seluruh proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi; dan perlu persatuan dan kebersamaan Pemerintah, DPRD, masyarakat, dan semua pihak.

“Yang terpenting adalah semua pihak harus terlibat secara aktif dalam seluruh proses pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat, karena kebersamaan dan keterlibatan aktif itulah yang akan menentukan hasil akhir dari setiap proses pembangunan,” ujar Bupati

Sekalipun pembangunan membutuhkan waktu, kata Bupati, harus ada ukuran untuk menilai proses pembangunan. Bupati menyebutkan tiga hal pokok yang harus menjadi tolok ukurannya yaitu, pertama, bagaimana proses pelayanan pemerintahan membuahkan keadilan dalam masyarakat; Kedua, bagaimana proses pemberdayaan telah mendorong dan menghasilkan kemandirian masyarakat; dan ketiga, bagaimana proses pembangunan menciptakan kemakmuran dalam masyarakat.

“Penilaian semacam ini perlu dilakukan secara berkala dalam kurun waktu tertentu atas pelaksanaan visi, misi, program dan kegiatan pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Dogiyai,”tegas Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, DPRD Kabupaten Dogiyai sesungguhnya merupakan wakil rakyat/sahabat rakyat dan mitra kerja pemerintah (eksekutif). Dalam kapasitas itu, lanjut Bupati, Anggota DPRD diharapkan untuk  memahami dan melaksanakan tugas dan fungsinya (legislasi/PERDA, anggaran, pengawasan) dengan baik dan benar; berdisiplin dalam bekerja (terutama rajin masuk kantor); kalau boleh menetap/punya rumah di Kabupaten Dogiyai; dan menjaga nama baik pribadi dan wibawa pemerintahan.

“Hal-hal inilah yang mendorong anggota DPRD untuk berhasil melaksanakan tugasnya dalam lima tahun kedepan. Ini merupakan harapan dari Bupati dan semua masyarakat Kabupaten Dogiyai,”kata Bupati.

Dalam hubungan dengan kerja DPRD, Bupati juga memberi perhatian pada fungsi Sekretariat DPRD. Menurut Bupati Sekretariat Kabupaten Dogiyai wajib melaksanakan tugas pelayanan administrasi dan keuangan kepada Anggota DPRD dengan baik dan benar, sebagai Pegawai ASN dilarang berpolitik, menyusun program dan kegiatan yang relevan dalam mendukung tugas dan fungsi DPRD; dan wajib berdisiplin dalam kerja. Kepada Pegawai ASN di SETWAN yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik akan diberikan sanksi yang tegas.

“Setelah pelantikan, anggota DPRD akan langsung bekerja. Oleh karena itu, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bekerja adalah: bekerja dengan menjaga etika berpemerintahan; boleh menyampaikan kritik tetapi harus rasional dan obyektif, tetapi jangan memfitnah dan menyebarkan berita bohong; berkoordinasi dengan berbagai pihak sebagai mitra kerja; dan hidup dan bekerja dengan pedoman pada nilai-nilai hidup orang Mee: ipa akaga, maa akaga, ibo akayaiki/ibo akate, akaapa/ide akaga, enaimo (wegai, ekowai, wudi, nai),” jelas Bupati.

Sementara dalam kontrol atas kinerja dewan, Bupati mengatakan, karena Anggota DPRD adalah “wakil rakyat”, maka rakyat Kabupaten Dogiyai mempunyai hak untuk mengawasi DPRD dan memberikan aspirasi, kritik dan saran kepada DPRD. Rakyat Kabupaten Dogiyai harus aktif melaksanakan haknya ini.

Bupati berharap agar  anggota DPRD Kabupaten Dogiyai membawa dan menyumbangkan pikiran dan perbuatan yang positif dan produktif untuk melayani masyarakat dan membangun Kabupaten Dogiyai.

“Selamat bekerja dan selamat melayani rakyat Kabupaten Dogiyai. Marilah kita mewujudkan DOGIYAI BAHAGIA dengan hidup dan berkarya untuk memuliakan Tuhan, menghormati sesama manusia, dan menghargai alam semesta,” harap Bupati (*Bn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini