Berakhirnya Otsus Papua Sering Disalahartikan

0
11
Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Hotel Garden Palace, Kota Surabaya, 31/01/2020. (Foto : kemendagri.go.id)

TIFFANEWS.COM,- Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang kerap disalahartikan oleh publik perlu diluruskan agar jangan sampai ada yang berpendapat  seakan Otsus Papua akan berakhir tahun 2021.

Hal ini dikatakan Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum yang juga Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar dalam sambutannya saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). Rakernas dilaksanakan di Hotel Garden Palace, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/01/2020).

“Ini harus kita luruskan informasi publiknya, jadi jangan sampai ada publik berpendapat bahwa seakan-akan Otsus Papua berakhir tahun 2021, yang ada batas akhir itu adalah dana Otsusnya, (sedangkan) pelaksanaan Otsus Papua tetap berjalan,” kata Bahtiar sebagaimana dikutip dari laman kemdagri.go.id.

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Bagi Provinsi Papua masuk prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2020. 

Revisi UU Otsus Papua menjadi prioritas dikarenakan dana otsus bagi Papua dan Papua Barat yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBN akan berakhir pada tahun 2021 sesuai UU tersebut.

“Dimensi keuangan sebenarnya hanya satu dimensi saja, tapi itu adalah formula yang terbuka untuk dibicarakan, karena dua persen dari APBN harus kita cek substansinya,” ujarnya.

Dengan demikian, kata Bahtiar, dana otsus juga menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah untuk melihat sejauh mana program dan implementasi dana Otsus bagi masyarakat.

“Dana yang kita transfer ke daerah melalui Otsus itu cukup besar, kita cek apakah terjadi dampak yang signifikan bagi masyarakat di sana, misalnya saja dari segi pendidikan maupun kesehatan, penciptaan lapangan kerja,” Bahtiar.

Menurutnya, harus jujur akui perkembangan pembangunan wilayah Papua dan Papua Barat dalam jangka waktu 20 tahun terakhir sangat cepat.

Bahtiar menyebutkan, pembangunan bandara, pelabuhan, transportasi, ketersedian sandang, pangan dan papan, pembangunan pariwisata, perhotelan, pasar-pasar, jaringan perdagangan, pertanian, perkebunan dan peternakan berkembang dengan sangat luar biasa.

“Kita tentu sangat respek dan patut syukuri atas capaian pembangunan yang sangat cepat di wilayah Papua dan Papua Barat. Saya sangat yakin  kita konsisten melanjutkan pembangunan Papua dan  Papua Barat yang gerakkan pemerintahan Presiden Jokowi bersama Pemda yang didukung oleh tokoh masyarakat maka lompatan kemajuan Papua dan Papua Barat dalam 20 tahun ke depan” jelasnya.

Dia memprediksi Papua dan Papua Barat menjadi wilayah kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang bisa sangat menopang wilayah sekitarnya.  Kata kuncinya adalah bersatu membangun Papua dan Papua Barat.

“Mari tebarkan kesejukan dan kenyamanan kepada siapapun yang berinvestasi membangun Papua dan Papua Barat. Pemda harus menjadi pelopor mengundang, mengajak dan menjamin kenyamanan berinvestasi di sana.,”ujarnya.

Menurutnya, tak mungkin kita membangun Papua dan Papua Barat jika hanya mengandalkan APBN dan APBD, investasi swasta sangat dibutuhkan untuk menciptakan lapangan kerja.(*Bn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini