Surat Pelepasan Tanah Seluas 16,8 Hektar Pembangunan Istana Presiden Diserahkan

2
151
Abisai Rollo (Foto: Hans Palen/Tiffanews)
Abisai Rollo (Foto: Hans Palen/Tiffanews)

TIFFANEWS.COM– Ondoafi Skouw, Abisai Rollo yang juga menjabat sebagai Ketua DPR Kota Jayapura menyerahkan surat pelepasan  tanah hak ulayat  untuk pembangunan Istana  Presiden di Provinsi Papua kepada tim Pokja Pembangunan Istana Presiden.

Penyerahan surat pelepasan hak ulayat tanah seluas 16,8 hektar tersebut berlangsung di Hotel Swisbell Hotel,Rabu(12/2) dengan dihadiri oleh Tim Pokja Pembangunan Istana Kepresidenan RI, Perwakilan dari Kementerian PUPR dan beberapa lembaga terkait lainnya.

“Jadi surat pelepasan hak ulayat tanahnya sudah resmi saya serahkan, hal ini demi mempercepat proses pembangunan dari Istana Presiden yang akan dibangun di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura,”ungkap Abisai Rollo.

Rollo menjelaskan,awalnya luas tanah itu hanya 10 hektar, tetapi dengan melihat perencanaan pembangunannya luas tanah tersebut masih kurang,sehingga ada penambahan luas tanah itu menjadi 16.8 hektar.

“Semua sudah setuju untuk lokasi tanah itu dan Istana Presiden akan segera dibangun. Sesuai perencanaan pada bulan Maret 2020 sudah dilakukan proses tender pekerjaanya,”terang Rollo.

Rollo mengatakan, sesuai janji Presiden Jokowi, tahun ini Istana Presiden  di Provinsi Papua dibangun,sehingga semua proses sudah disepakati bersama, sekarang tinggal menunggu proses lelang pekerjaanya bulan Maret.

“Untuk lokasinya sudah oke, tinggal proses lelang pekerjaan hingga pembangunan dari istana presiden itu saja. Kita berharap semua berjalan lancar sesuai harapan Bapak Presiden yang mana menginginkan agar Istana Presiden di Provinsi Papua ini dibangun secapat mungkin tahun ini,”tutur Rollo.

Sementara itu tanah seluas 16,8 hektar tersebut diberikan secara cuma-cuma alias gratis oleh dirinya bersama keluarga besarnya sebagai bentuk rasa pedulinya dalam mendukung kemajuan pembangunan di Negara Indonesia.

“Istana Presiden yang dibangun di Papua ini punya nilai sejarah,karena ini baru pertama kali Istana Presiden yang dibangun oleh Negera Indonesia.Memang ada Istana Presiden di Bogor, Bali, Jogja dan beberapa daerah lainnya namun itu semua peninggalan dari Belanda dulu,”terang Rollo.

Ondoafi Skouw, Abisai Rollo yang juga menjabat sebagai Ketua DPR Kota Jayapura ketika berdiskusi dengan tim Tim Pokja Pembangunan Istana Presiden RI di Papua dan staf dari Kementrian PUPR.(Foto:Hans Palen/Tiffanews).

Lanjut Rollo, target pembangunannya 2 tahun ke depan sudah selesai, dengan begitu Bapak Presiden Jokowi sudah bisa berkantor atau menjalankan tugas-tugas Negaranya di Papua.

“Saya berharap dengan dibangunnya istana presiden ini maka Negara Indonesia bisa memberikan perhatian kepada Provinsi Papua secara keseluruhan lebih baik lagi. Apa yang saya buat  semata untuk anak cucu kita agar diperhatikan oleh Negara Indonesia kedepannya,”pinta Rollo

Sementara itu Sekretaris Tim Pokja Pembangunan Istana Presiden RI di Papua, Agoes Joesni menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Abisai Rollo karena semua proses terkait dengan kesiapan lokasi tanah dari pembangunan Istana Presiden di Papua tuntas.

“Kami sudah menerima surat pelepasan hak ulayatnya dari Bapak Abisai Rollo selaku pemegang hak ulayat atas tanah itu,sesuai target bulan Maret ini sudah dilakukan proses lelang pekerjaanya,”terang Agoes.

Agoes menyampaikan,mulai dari proses hingga penyelesaian pembangunan istana presiden ini sangat panjang, dari konsep awal hanya 10 hektar luas tanah yang disiapkan,setelah dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR ternyata luas tanah itu tidak cukup sehingga ada penambahan lagi luasnya menjadi 16,8 hektar.

“Jadi sesuai desain ada sejumlah bangunan yang akan didirikan di dalam lokasi tersebut sehingga butuh luas lahan yang cukup,sehingga selain istana presiden juga istana wakil presiden yang dibangunkan nanti,”tuturnya.

Kata Agoes,penambahan luas areal lokasi itu disesuaikan dengan desain kebutuhan bangunanan yang nanti akan didirikan, termasuk ada sejumlah konsep desain lainnya yang akan memperindah istana presiden tersebut.

“Masyarakat Papua harus menyambut baik hal ini. Pembangunan istana presiden ini merupakan ide awal dan cita-cita dari Bapak Abisai Rollo ketika bertemu dengan bapak Presiden Joko Widodo, tentu dengan harapan dengan dibangunnya istana presiden di Papua, Presiden Jokowi bukan hanya berkunjung, tetapi juga bisa berkantor di Papua,”tutup Agoes.(ans).

2 KOMENTAR

  1. Sangat mendukung rencana pembangunan istana Presiden RI d Jayapura. Usul sy kiranya 80% staf pemeliharaan /pegawai istana tsb direkrut dr anak2 Tabi dan dilatih keterampilannya mulai dr sekarang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini