Uncen Dipercayakan Sebagai Pelaksana Asesmen Pimpinan Bank Papua

0
7
Pelaksanaan Asesmen bagi level Pimpinan PT. Bank Papua (Foto : Ist)

TIFFANEWS.COM,– Asesmen Center Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua kini diberikan tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan asesmen terhadap calon pimpinan di lingkungan Bank Papua. Asesmen yang diikuti oleh 36 level pimpinan telah berlangsung Januari 2020, sementara untuk 26 level Manajerial berlangsung Selasa, 11 Februari 2020.

Tim Asesmen Center Uncen terdiri Ketua Prof. Dr. Partino, M.Pd, Sekertaris Dr. (cand) Marijke Y Watopa, S.Psi d., M.Psi  serta  12  tim Asesor yang sudah terlatih, bersertifikat dan berpengalaman dalam pelaksanaan asesmen.

Asesmen dilakukan untuk mengukur kompetensi karyawan, sejauh mana kompetisi yang dimiliki karyawan dengan keinginan perusahaan dan bisa dipantau sejauh mana kinerjanya setelah memangku jabatan tertentu.

Setiap perusahaan memiliki standarisasi tertentu untuk sebuah posisi jabatan kerja, harapan perusahaan tentunya karyawan dapat mewujudkan tercapainya kinerja perusahaan sesuai dengan visi misi perusahaan PT. Bank Papua.

Pelaksanaan Asesmen Level Manajerial pada 11 Februari 2020 (Foto : Ist)

Metode yang dipakai oleh Asesmen Center Uncen adalah salah satu sistem penilaian kompetensi karyawan yang bisa diterapkan. Metode ini memiliki tujuan guna penilaian tingkat keterampilan, kemampuan dan pengetahuan seorang karyawan.

Alat utama dalam penilaian kompetensi karyawan juga masih terbagi ke berbagai fase tes yang mempunyai tujuan dan fungsi berbeda seperti Tes Psikologi. Tes ini adalah tes yang diterapkan untuk alat ukur potensi kognitif karyawan yang dirangkai menurut metode konstruksi tes yang dijalani sesuai statistik. Simulasi atau exercise.

Metode ini adalah cara menilai kompetensi karyawan yang berperan penting dalam pelaksanaan Metode Asessment Center. Inventory atau self-preference. Tujuan dari alat ukur ini adalah menampilkan preferensi dari karyawan saat berhadapan dengan kondisi kerja, motivasi kerja, situasi sosial, cara kerja dan juga sikap. 

Tes Leaderless Group Discussion (LGD) dan  Alat tambahan Metode Asessment Center yaitu Role playing. Cara simulasi ini berupa interaksi interpersonal karyawan yang diajarkan guna berperan tertentu agar perilaku spesifik bisa muncul di dalam tes. Analisis kasus. Hampir mirip dengan prinsip role playing, hanya saja ditambahkan kompetensi untuk analisa dan sintesis dengan mendalam.

Simulasi ini sangat dibutuhkan guna memberikan penjelasan produk tertentu dan mempengaruhi orang lain. Dalam metode ini peserta  akan diminta untuk melakukan presentasi atas produk atau jasa di depan peserta lainnya dan yang terakhir adalah tes Wawancara.

Wawancara dalam Metode Asessment Center dilakukan untuk menggali informasi yang mendalam tentang calon yang bersama dengan hasil tes sebagai dasar untuk membuat keputusan kepada calon yang memenuhi syarat sesuai indicator kinerja yang ditetapkan. (JNN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini