Literasi Sains FMIPA UNCEN: “Sains Menginspirasi Seumur Hidup”

0
24
Beberapa Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Cenderawasih bersama Siswa Sekolah Dasar YPK Sion Dok 8 Jayapura dalam kegiatan Fun Science. (TIFFANEWS.Com)

Oleh: Karl Karoluz Wagab Meak

“Sekitar 13.5 miliar tahun silam, zat, energi, waktu dan ruang terlahir dalam apa yang dikenal dengan Ledakan Besar. Kisah tentang bagian-bagian mendasar ini, disebut FISIKA. Kira-kira 300.000 tahun setelah muncul, zat dan energi mulai bergabung menjadi struktur-struktur kompleks, disebut atom yang kemudian berkombinasi menjadi molekul-molekul. Kisah atom, molekul dan interaksinya kita sebut KIMIA. Lantas 3.8 miliar tahun lalu, di satu planet yang disebut Bumi, molekul-molekul tertentu berpadu membentuk struktur-struktur amat besar dan rumit yang disebut dengan organisme. Kisah organisme-organisme ini disebut BIOLOGI.” – Sapiens, Yuval Noah Harari (2014).

LOVE SCIENCE, sebuah tema yang dalam namun berani. Kita diajak untuk mencintai sains. Walaupun tema ini dalam pandangan umum adalah hal rumit dan susah. Ia sesuatu yang jauh diatas langit. Konsekuensi dari pandangan tersebut, ia lalu dihindari, juga dijauhi.

Ini adalah gap yang besar. Sains dibutuhkan di masa depan untuk menyelesaikan persoalan umat manusia, namun sekaligus ia dijauhi karena kerumitannya. Ia adalah paradox. Ia dibutuhkan tapi dijauhi.

Lalu untuk mengajak orang-orang mencintainya Tuhan menciptakan para saintis. Saintis bekerja membuat yang rumit menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami.

Sainstis berusaha membuat sains menjadi sebuah permainan yang mengasyikan (fun). Dalam ruang-ruang eksperimental yang eksploratif, mereka membuat orang-orang bergembira.

Usaha inilah yang sekarang dilakukan oleh para dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam (FMIPA), Universitas Cenderawasih yang terdiri dari dosen matematika, fisika, kimia dan biologi.

Dalam rangka memperingati Dies Natalis FMIPA ke XXII yang bertemakan “Love Science”, para dosen melaksanakan kegiatan literasi sains dengan tema “Fun Science”.

Kegiatan ini berlangsung pada Rabu dan Kamis 19-20 Februari 2020, yang dilaksanakan di lima Sekolah Dasar yakni: SD YPK Maranatha Polimak 4, SD YPK Via Dolorosa, Polimak 4, SD YPK 1 Dok 8 Kota Jayapura dan SD YPK Maribu, Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.

Fun Science sejatinya untuk memperkenalkan sains kepada generasi muda Papua untuk mengembangkan minat sekaligus jatuh cinta kepada sains. Selain itu, kegiatan ini semacam usaha jemput bola untuk menyelesaikan persoalan basic science yang dialami oleh mahasiswa di Universitas Cenderawasih.

Eksperimen sifat cairan Asam-Basa dengan beberapa larutan kimia yang dilakukan oleh para pelajar SD YPK Maranatha Polimak 4, Kota Jayapura yang disaksikan oleh Tim Science Fun FMIPA Uncen. (TIFFANEWS.Com)

Contoh kegiatan yang dilaksanakan seperti eksperimen sifat cairan asam dan basa dengan menggunakan larutan kimia untuk bidang kimia. Quiz angka dan permainan segitiga ajaib untuk matematika dan masih banyak lagi permainan dalam bidang sains.

Anak-anak SD yang bermain dan berkeringat siang, sebelum kelas sains dimulai, akhirnya penuh antusias dan jatuh cinta kepada sains setelah acara selesai.

Pertemuan singkat dan sentuhan penuh makna itu akhirnya meninggalkan kesan cinta yang dalam kepada sains dalam diri mereka. Sains telah memberi mereka inspirasi sekaligus sudut pandang baru.

Sains bukan lagi disiplin ilmu yang menakutkan dan harus dijauhi. Sains adalah keindahan dalam ilmu pengetahuan. Mereka (anak-anak SD) akhirnya memiliki alasan untuk mencintai sains dan tak mempunyai alasan untuk menjauhinya.

Pihak sekolah menyampaikan terima kasih kepada Tim Fun Science FMIPA, dan berharap suatu saat bisa kembali lagi. Bagi mereka, ini kegiatan bermanfaat yang jarang sekali dilakukan di sekolah mereka.

Pentingnya Literasi Sains di Papua

Mengutip Ahmad Arif dalam Kolom IPTEK, Kompas edisi Rabu 11 September 2019, literasi sains bisa dimaknai sebagai kemampuan memahami ilmu pengetahuan, identifikasi pertanyaan, dan memproduksi pengetahuan baru berbasis bukti ilmiah.

Lanjut Ahmad Arif, dengan merujuk pada Survey Programme for International Student Assessment: “Selama 15 tahun mencatat Indonesia sebagai negara dengan peringakat literasi terbawah. Pada tahun 2016 skor PISA Indoensia di urutan 62 dari 70 negara bagi membaca, matematika dan membaca sains.”

Inilah tantangan Indonesia saat ini dan terlebih khusus di Papua. FMIPA Uncen terus membaca tanda-tanda zaman ini. Kegiatan-kegiatan kecil, sederhana dan bermanfaat besar terus digalakkan demi membuat sains semakin diminati oleh pelajar dan populer ditengah masyarakat Papua.

“Alam serta hukum-hukumnya tersembunyi dalam gelap malam; Lalu Tuhan bersabda, “Terjadilah Newton”, lalu segalanya terang benderang.” – Alexander Pope.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini