Prospek Partai Golkar di Papua Jelang Musda

0
6
Paskalis Kossay

Oleh : Paskalis Kossay

Partai Golkar salah satu partai besar di Indonesia. Termasuk partai tua selain Partai PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ). Sebagai partai tua, Partai Golkar memiliki sistem politik yang mapan dan memiliki infrastruktur politik yang memadai serta memiliki basis kader yang relatif kuat .

Secara nasional keberadaan Partai Golkar diperhitungkan dalam kancah politik nasional. Posisi Partai Golkar selalu diperhitungkan sebagai penyeimbang dalam pengendalian dinamika politik nasional. Kadang Partai Golkar berperan sebagai katalisator dan dinamisator ketika dihadapkan pada situasi politik yang runyam.

Dalam pada ini Partai Golkar konsisten mengenjawantahkan doktrin Karya dan Kekaryaan yang disebut Karya Siaga Gatra Praja dalam setiap langkah dan tindakan penyelamatan bangsa dan negara dari potensi ancaman serta rongrongan oleh kepentingan politik partisan. Golkar konsisten mengawal konsep negara kesatuan yang berbhineka tunggal ika berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Papua sebagai wilayah bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, eksistensi serta nilai – nilai Partai Golkar sudah begitu tertanam kokoh selama periode ke periode sejak Orde Baru sampai Orde Reformasi.

Selama Orde Baru sampai awal Orde Reformasi , Partai Golkar di Papua terus tumbuh dan berkembang luar biasa. Setiap kali Pemilu, Partai Golkar mencatatkan diri keluar sebagai partai pemenang pemilu dan menguasai mayoritas kursi di Lembaga DPR tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/ kota. Sehingga menempatkan kader-kader terbaiknya pada posisi strategis sebagai pimpinan DPRD Provinsi dan Pimpinan DPRD Kabupaten / Kota serta sebagai Gubernur, Bupati dan Walikota.

Setelah 20 tahun Orde Reformasi ini, eksistensi Partai Golkar di Papua mulai merosot tajam. Sejak Pemilu 2014, Partai Golkar di Papua mulai mengalami degradasi yang cukup signifikan. Partai Golkar tidak lagi menjadi partai pemenang , tetapi menjadi partai runner up layaknya dalam sebuah kompetisi.

Secara kualitatif maupun kwantitatif keberadaan Partai Golkar semakin memprihatinkan. Hal ini berdampak pada turunnya perolehan kursi di lembaga legislatif, baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.

Pada Pemilu 2019 semakin parah. Partai Golkar tercatat sebagai partai pemenang ke 6 dari 10 partai politik yang memperoleh kursi di DPR Provinsi Papua. Sebagai konsekwensinya Partai Golkar tidak memperoleh jatah pimpinan DPRP. Sungguh ironi nasib Partai Golkar di tengah persaingan keras antar partai politik dalam perebutan pengaruh kekuasaan daerah.

Baru pertama kali dalam sejarah, hasil Pemilu 2019 Partai Golkar tidak memperoleh unsur pimpinan Dewan di DPR Papua. Fakta ini sebenarnya pukulan telak bagi masa depan Partai Golkar di Papua. Bahwa prospek Partai Golkar di Papua sebenarnya sedang menurun (merosot).

Musda kali ini sebenarnya momentum yang tepat untuk dilakukan evaluasi dan otokritik terhadap kepemimpinan Dewan Pimpinan Partai. Karena itu dari awal sebelum rencana Musda kita sudah mengingatkan supaya mekanisme partai ditegakkan.

Proses persiapan sampai pelaksanaan Musda dilaksanakan sesuai mekanisme AD/ART Partai supaya melalui Musda ini menghasilkan keputusan penting untuk membenahi mekanisme pengelolaan partai sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan politik kedepan.

Tetapi anehnya ada pihak-pihak yang masih berpandangan oportunis politik yang sekedar mencari untung dalam perkembangan partai yang cukup memprihatinkan ini. Kondisi ini terus dipaksakan, maka masa depan Partai Golkar Papua sudah dihancurkan oleh tangan-tangan oportunis politik yang tidak bertanggung jawab terhadap eksistensi partai.

Bila kondisi ini dibiarkan, apapun yang dihasilkan oleh Musda tidak akan menjawab keprihatinan masa depan partai. Malah semakin memperkuat proses pelemahan keberadaan partai .

Catatan kritis ini muncul dari keprihatinan pribadi sebagai kader setelah membaca dan mencermati dinamika Partai Golkar saat ini. Lebih – lebih menjelang Musda.

Mudah – mudahan catatan ini dapat diterima sebagai bahan kontrol untuk memperbaiki partai ke depan.

Paskalis Kossay, Politisi Papua. Penulis sejumlah buku tentang Papua

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini