Infrastruktur Jadi Andalan Sukses PON XX Papua

Tiffa News

Oleh : Oktafani R. Patiung*

INFRASTRUKTUR yang memadai, baik jumlah maupun kualitasnya  tentu saja akan menjadi salah satu andalan bagi kelancaran dan keberhasilan pelaksanan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX  Tahun 2021 dimana Papua menjadi “tuan rumah” dari  penyelenggaraan pesta akbar olahraga tingkat nasional empat tahunan  itu.

Untuk Klaster Kota Jayapura misalnya, infrastruktur “Jembatan Merah” Youtefa di Holtekamp yang menghubungkan pusat Kota Jayapura – ibukota Provinsi Papua dengan wilayah Distrik Koya dan Muara Tami yang merupakan wilayah perbatasan antarnegara Indonesia dengan Papua New Guinea (PNG) merupakan salah satu andalan bagi kelancaran  dan keberhasilan pelaksanaan PON XX  Papua. Mengapa tidak?

Justru wilayah Distrik Koya merupakan sebuah wilayah yang dikenal sebagai salah satu pusat pertanian holtikultura – pemasok sayur-mayur dan buah-buahan untuk kebutuhan masyarakat Kota Jayapura terutama para atlet dan official serta tamu undangan yang nanti berdatangan dari seluruh penjuru Tanah Air Indonesia guna mengikuti dan menghadiri pesta olahraga tingkat nasional itu, yang menurut rencana digelar pada 2 – 15 Oktober 2021 mendatang.

Jembatan Merah Youtefa dengan tipe pelengkung baja itu pun akan menjadi penghubung andalan yang mempermudah dan mempercepat para atlet voli pantai tiba di arena PON Voli Indoor dan Voli Pasir yang terletak di kawasan Koya.

Jembatan Merah Youtefa, Holtekamp ternyata sangat berguna dalam  menunjang pelaksanaan PON XX.

Di teluk Youtefa ada venue dayung dan  di Koya ada Wisma Atlet. Terdapat  beberapa cabang olahraga lagi yang akan dilaksanakan di daerah Koya, sehingga jarak tempuh dan waktu tempuhnya menjadi lebih singkat dari jantung kota Jayapura ke tempat-tempat itu.

Jembatan Youtefa telah diresmikan Presiden Joko Widodo tepat pada Hari Sumpah Pemuda, Senin 28 Oktober 2019, sekitar pukul 15.30 WIT. Jembatan tersebut dibangun sejak 9 Mei 2015. Saat itu, peletakan batu pertamanya dilakukan sendiri oleh Joko Widodo. Pembangunan jembatan yang berada di atas Teluk Youtefa tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,8 triliun.

Nama jembatan ini diberi nama Youtefa sesuai aspirasi masyarakat adat Port Numbay (Kota Jayapura)  karena jembatan tersebut berada di atas Teluk Youtefa. Panjang bentang utama jembatan ini mencapai 732 meter dan menghubungkan kawasan utama Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami.

Saat peresmian tahun 2019 lalu, Jokowi mengatakan, Jembatan Youtefa telah menjadi landmark Papua yang juga memiliki beberapa manfaat strategis, yakni sebagai solusi pemecahan kepadatan penduduk di Kota Jayapura.

Menurut berbagai sumber, jembatan tersebut juga mempersingkat waktu tempuh sekitar 70 menit dari Kota Jayapura menuju Distrik Muara Tami dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw. Manfaat lainnya adalah sebagai sarana pendukung PON XX 2021 di Papua.
“Saya juga minta pemerintah kota dan pemerintah provinsi memanfaatkan dengan baik keberadaan jembatan untuk pengembangan wisata bahari di Youtefa,” kata Jokowi kala itu.

Selain memperpendek jarak, jembatan Youtefa  ini menjadi   pusat pertumbuhan ekonomi baru. Misalnya,  tumbuhnya objek wisata baru di sekitar jembatan Youtefa itu. Di sini terlihat panorama yang cukup cantik dan indah, ada bukit,  ada laut yang semua kelihatan begitu menarik.

Menurut Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano, pembangunan sarana dan infrastruktur jembatan penghubung ini memiliki potensi yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat di Jayapura dan sekitarnya.

Tidak hanya menjadi ikon kota Jayapura dalam menyambut PON XX, jembatan ini juga berperan penting dalam mempersingkat akses darat dari Kota Jayapura menuju Distrik Muara Tami dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw.

Jembatan Youtefa (dok. Tiffanews)

“Jembatan Youtefa merupakan tonggak sejarah di Papua, yang bukan hanya sebagai simbol pemersatu Indonesia sebagai bangsa, namun juga sumpah membangun tanah Papua. Papua harus maju seperti wilayah lainnya di Indonesia,” kata Tomi Mano.

Tol Laut

Selain infrastruktur jembatan merah Youtefa, tidak ketinggalan juga tol laut yang menjadi andalan keberhasilan PON X Papua. Angktan tol laut dimaksimalkan sebagai dukungan dalam ajang olahraga terbesar nasional, yakni PON  XX  yang digelar pada 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Kementerian Perhubungan dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Jayapura terus melakukan koordinasi Penyelenggaran Angkutan Barang di Laut (Tol Laut) Trayek T-19. Hal ini dilakukan guna memaksimalkan peranan tol laut dalam ajang olahraga terbesar nasional itu.

Kepala KSOP Kelas II Jayapura, Taher Laitupa mengatakan nantinya tol laut akan memegang peranan penting dalam hal distribusi akomodasi keperluan PON baik untuk para atlet maupun panitia. Selain itu, saat ini permintaan masyarakat di Papua terus meningkat sehingga kinerja tol laut terus dimaksimalkan.

“Saat ini tingkat kebutuhan masyarakat menggunakan tol laut begitu tinggi dan juga untuk penyelenggaran event nasional PON XX Papua di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika,” kata Taher.

Hal ini akan dijadikan momentum untuk mendongkrak potensi daerah dalam memproduksi komoditi-komoditi unggulan yang nantinya akan didistribusikan melalui tol laut.

Dengan demikian, lanjut Taher,  para pelaku usaha ini dapat terus terpacu untuk meningkatkan hasil produksinya karena sudah memiliki pasar dan jalur distribusi yang teratur.

Adapun komoditi unggulan yang saat ini tengah terus diproduksi guna memenuhi kebutuhan penyelenggaraan PON XX Papua seperti olahan kayu berupa furniture.

Komoditi unggulan ini adalah olahan dari pengusaha lokal dalam hal ini pengembangan dari olahan kayu menjadi furniture yaitu seperti tempat tidur, sofa, kursi dan juga kasur. Hasil olahan ini akan didistribusikan ke beberapa daerah yang berada di Kabupaten Mimika dan juga di Merauke.

Nantinya, produk-produk furniture tersebut akan menjadi akomodasi para atlet dan panitia PON XX Papua dan juga memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hasil olahan komoditi industri lokal ini selain sofa, spring bed dan juga tempat tidur serta kursi juga menghasilkan kerajinan tangan dan hiasan untuk industri perhotelan dan kebutuhan peralatan rumah tangga, dan juga suvenir PON XX.

Dari paparan di atas yang diramu dari berbagai sumber, dapat kita pahami bahwa kelancaran dan keberhasilan perhelatan PON XX Tahun 2021 Oktober mendatang di Papua tidak terlepas dari pembangunan dan penataan infrastruktur antara lain jembatan merah Youtefa dan  tol laut.

Ternyata, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Papua serta pemerintah serta seluruh lapisan masyarakat di empat klaster PON XX yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Jayapura memiliki komitmen kuat menyukseskan PON XX yang mengusung tagline  “Torang Bisa!”

*Oktafani R. Patiung : Mahasiswa FMIPA UNCEN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pangdam  Cenderawasih Ikut Pray From Home Secara Virtual Bersama Presiden

TIFFANEWS.COM – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. mengikuti kegiatan Pray From Home secara virtual bersama Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo, bertempat di Makodam XVII/Cenderawasih Minggu (11/7/2021). Kegiatan Pray From Home dimulai dengan laporan dari Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang mengatakan bahwa kegiatan doa bersama […]
Instagram did not return a 200.
Translate »