oleh

Inovasi Keren “Johanis Ronald Gollop” Putra Papua Pencipta Aplikasi Antrian Pasien di RS Merauke

TIFFANEWS.COM,- Perkembangan Teknologi dan informatika dewasa ini, membuat banyak hal kini sudah lebih mudah dilakukan karena bantuan sistem yang digital berupa aplikasi. Meski begitu, relatif lebih banyak aplikasi diciptakan untuk mendapatkan keuntungan dari sisi ekonomi. Hanya beberapa yang benar-benar dibuat untuk membantu sesama.

Seperti yang dilakukan Johanes Ronald Gollop, salah satu putra Papua yang kesehariannya bekerja di RS Merauke. Mungkin tak banyak yang mengetahui jika sosok sederhana murah senyum itu adalah pencipta aplikasi sistem antrean pasien di RS Merauke.

Kepada Tiffanews.com melalui sambungan telepon, Johanis Ronald Gollop menceritakan, latar belakang dirinya memulai pengembangan aplikasi tersebut, bermula dari rasa prihatinnya melihat banyaknya keluhan masyarakat terkait lamanya antrian di loket pendaftaran di RS Merauke.

Ronald juga tak menampik banyak tantangan yang dia hadapi dalam pembuatan aplikasi tersebut.

“Kalau bicara soal kesulitan dan tantangan yang dihadapi adalah belum semua masyarakat paham tentang teknologi informasi apalagi masyarakat pribumi. Disamping itu minimnya infrastruktur telekomunikasi di beberapa daerah pedalaman/pedesaan di Merauke ini. Syukurnya, aplikasi ini dimanfaatkan masyarakat dalam wilayah kota dan sekitarnya yang terjangkau atau dalam coverage telekomunikasi. Dan juga masyarakat yang sudah bisa menggunakan gadget,” papar Ronald yang berharap kedepannya semua daerah terpencil di Papua bisa difasilitasi infrastruktur telekomunikasi yang memadai. Apalagi di era Digital saat ini.

Ditanya terkait kemampuannya dalam menciptakan aplikasi, Ronald yang bercita-cita meningkatkan layanan kesehatan masyarakat di Merauke, yang merupakan kampung halamannya itu menuturkan, skill programming dia miliki, bukanlah dari bangku pendidikan formal. Programming adalah hobi sedari SMA yang tak lanjut ke bangku kuliah. Di kuliah ia ambil jurusan mesin yang tak sesuai dengan passion. Tak heran, kuliahnya putus di tengah jalan.

Meski demikian, karena niat belajar yang tinggi, Ronald tekun belajar otodidak dari situs dan forum-forum programming online. Motivasinya kuat.

“Saya ingin mengisi kekosongan waktu dengan belajar hal-hal yang positif dan berguna untuk masa depan saya. Lalu sebagai Karyawan Honorer di RSUD Merauke saya ingin membantu pelayanan kesehatan jadi makin efisien,” ujarnya.

Terbukti, ia jadi mahir menggunakan Visual Basic. Dengan tools tersebut, karya putra Papua miliknya berupa sistem laboratorium, pembayaran, dan penerbitan surat jaminan khusus bagi masyarakat asli Papua pun lahir dan membawa manfaat.

Sampai akhirnya Ronald menemukan kesempatan Beasiswa Digital Talent dari Scholarship dari Kemenkominfo pertengahan 2019, lalu mendaftar.

Ronald mengaku, dengan belajar bersama yang lebih ahli dalam pemrograman, setidaknya dia bisa menyamai teman-teman lain yang di Indonesia Barat.

Melalui beasiswa ini, Ronald berkesempatan mengikuti kelas Belajar Membuat Aplikasi Android untuk Pemula yang diselenggarakan oleh Dicoding, satu-satunya Google Authorized Training Partner di Indonesia.

“Saya sangat bangga bisa belajar bersama Dicoding. Materi yang disediakan mudah dipahami dan dipraktikkan. Kemudian pada saat tugas submission ditolak untuk revisi, saya dikasih tahu di mana letak kesalahan yang harus diperbaiki. Dicoding membantu saya dalam mengenal programming lebih dalam lagi dengan materi sangat sesuai dengan apa yang saya inginkan dalam belajar.” urainya. (Cel/Google)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed