Jejak Sejarah Pekan Olahraga Nasional (PON): Dari Solo Sampai Ke Papua

Marcel
Ilustrasi Logo PON Papua

________________________________________________________________________

Prestasi olahraga menjadi salah satu indikasi kemajuan sebuah bangsa. Seperti pada umumnya Negara-negara maju yang “menguasai” puncak tangga prestasi dalam Olimpiade. Rusia, RRT dan AS selama ini telah menunjukkan superiority dalam berbagai cabang olah raga yang dipertandingkan/diperlombakan dalam tingkat internasional.

 

Sementara itu, bagi Indonesia jejak sejarah Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi catatan penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang menjadikan olah raga sebagai salah satu alat pemersatu bangsa sekaligus sebagai bagian dari deklarasi kedaulatan Republik Indonesia di mata dunia internasional.

________________________________________________________________________

 

Dari Solo ke Papua

Tahun 1948, ketika Pemerintah Indonesia yang masih berusia belia, dihadapkan dengan berbagai ujian penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Agresi militer Belanda berlangsung dua kali dan memaksa pemimpin Indonesia menyerahkan diri dan diasingkan sementara Panglima Tentara Jenderal Sudirman bergerilya guna mempertahankan kemerdekaan. Presiden Sukarno kala itu berinisiasi untuk melakukan langkah strategis beresiko dengan menyelenggarakan Pekan Olahraga nasional (PON I).

Awalnya, pemerintah berusaha memasukkan Indonesia sebagai salah satu peserta di Olimpiade London 1948. Namun, permintaan ini ditolak oleh Komite Olimpiade karena Indonesia belum terdaftar sebagai anggota PBB. Namun Indonesia tetap diundang sebagai peninjau. Meskipun demikian, Delegasi Merah-Putih batal berangkat karena dipaksa pemerintah Kolonial untuk menggunakan paspor Belanda. Sebagai jawaban atas blokade Belanda ini, Pemerintah pun berinisiatif membuat pesta olahraga sendiri di dalam negeri pada 9-12 September yang kemudian dikenal sebagai Pekan Olahraga Nasional I. PON I diikuti oleh 600 atlet dari 13 karesidenan dan mempertandingkan 9 cabang olahraga, termasuk sepakbola. Hingga kini, tanggal 9 September dikenal sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas).

 

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 1948, Pekan Olahraga Nasional sudah digelar sebanyak 19 kali hampir di semua pulau di Indonesia. Secara keseluruhan, berikut ini lokasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional pertama sampai sekarang.

  • PON I – Solo, Jawa Tengah (9-12 September 1948)
  • PON II – Jakarta, DKI Jakarta (21 September – 28 Oktober 2951)
  • PON III – Medan, Sumatra Utara (20-27 September 1953)
  • PON IV – Makassar, Sulawesi Selatan (27 September – 6 Oktober 1957)
  • PON V – Bandung, Jawa Barat (23 September – 1 Oktober 1961)
  • PON VI – Jakarta, DKI Jakarta (8 Oktober – 10 November 1965)
  • PON VII – Surabaya, Jawa Timur (26 Agustus – 6 September 1969)
  • PON VIII – Jakarta, DKI Jakarta (4-15 Agustus 1973)
  • PON IX – Jakarta, DKI Jakarta (23 Juli – 3 Agustus 1977)
  • PON X – Jakarta, DKI Jakarta (19-30 September 1981)
  • PON XI – Jakarta, DKI Jakarta (9-20 September 1985)
  • PON XII – Jakarta, DKI Jakarta (18-28 Oktober 1989)
  • PON XIII – Jakarta, DKI Jakarta (9-19 September 1993)
  • PON XIV – Jakarta, DKI Jakarta (9-25 September 1996)
  • PON XV – Surabaya, Jawa Timur (19-30 Juni 2000)
  • PON XVI – Palembang, Sumatra Selatan (2-14 September 2004)
  • PON XVII – Samarinda, Kalimantan Timur (6-17 Juli 2008)
  • PON XVIII – Pekanbaru, Riau (9-20 September 2012)
  • PON XIX – Bandung, Jawa Barat (17-29 September 2016)
  • PON XX – Jayapura, Papua (2-13 Oktober 2021)

 

Sekarang waktunya PON XX di Papua

PON XX 2021 di Papua tidak terlepas dari perjuangan panjang Pemerintah Provinsi Papua di bawah kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe untuk menjadikan Papua sebagai Provinsi Indonesia ke – 10 yang menyelenggarakan PON. Sepanjang 19 kali penyelenggaraan PON, dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia, hanya 9 Provinsi yang berkesempatan menjadi Tuan Rumah PON, yaitu, Jateng, Jabar, Jatim, DKI Jakarta, Kaltim, Riau, Sumut, Sulsel dan Sumsel. Tahun 2021 akan tercatat sejarah baru dalam perjalanan Pekan Olahraga Nasional pertama sampai sekarang dimana untuk pertama kalinya, perhelatan multiajang olahraga Indonesia ini akan digelar di tanah Papua, tepatnya di 4 klaster yaitu; Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke pada 2-15 Oktober 2021 mendatang. Sebanyak 37 cabang olahraga akan dipertandingkan, yang dibagi lagi menjadi 56 disiplin dan 679 nomor pertandingan. Tak kurang dari 6.442 atlet siap bertarung untuk memperebutkan medali.

Selain sebagai ajang unjuk kekuatan dan keterampilan, PON XX 2021 di Papua menjadi sarana pemersatu bangsa di tengah berbagai isu yang terus menerus mendiskreditkan dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Oktober mendatang, Papua akan menunjukkan dan membuka mata dunia bahwa Papua adalah Indonesia dan Indonesia adalah Papua. AYO TORANG BISA!

(Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jacksen Sebut Fisik Dua Pemain Asing Persipura Masih Ketinggalan

TIFFANEWS.COM, – Pelatih Persipura Jacksen Tiago menyebut bahwa fisik dua pemain asingnya yaitu Henrique Marcelino Motta dan Yevhen Bokhashvili masih ketinggalan dari pemain lain. “Fisik mereka sangat lemah, sangat ketinggalan dibandingkan pemain lain,” ujar Jacksen dalam konferensi pers daring yang diikuti di Jakarta, Rabu (9/6) lalu. Dia melanjutkan, itulah yang […]
Instagram did not return a 200.
Translate »