Jelang PON XX, Seniman Papua Ajak Harumkan Indonesia dari Papua

Tukan Ben
Tangkapan Layar : Arie Kriting saat memandu Talkshow virtual bertajuk “Papua and Civilizatioan: an Insider perspective”, Rabu (30/6). (Foto : tiffanews)

TIFFANEWS.COM,- Seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum milenial dan kalangan muda menyambut dengan gegap gempita jelang pelaksanaan PON XX Papua. Semangat nasionalisme sebagai warga Indonesia dirasakan juga produser musik dan musisi asal Papua.

Banyak warga Papua yang terus berkarya dan berprestasi bersama Indonesia serta memiliki kesempatan yang sama dalam berkebudayaan di Indonesia. Ini menjadi isu utama dalam Talkshow virtual bertajuk “Papua and Civilizatioan: an Insider perspective”, Rabu (30/6).

Forum yang disiarkan langsung secara virtual di INC TV dan NU Channel tersebut menghadirkan penyanyi sekaligus pemenang Indonesia Idol Nowela Mikhelia, Miss Papua 2006 Putri Nere, musisi asal Papua Stephen Wally, dan budayawan Sastro al Ngatawi yang dipandu artis dan komika asal timur Indonesia Arie Kriting. “Forum ini penting sekali untuk memupuk saling berangkulan, bergandengan, satu untuk Papua, “ ujar Arie Kriting.

Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa polemik tentang ikon PON XX Papua telah menyadarkan bahwa orang Papua sangat bangga menjadi salah satu bagian peradaban Indonesia yang memiliki kekhasan seperti daerah lainnya.

Bahwa Papua itu sangat bernilai dan mampu memberikan nilai bagi kebangsaan Indonesia. Papua sebagai kekayaan budaya yang memiliki kekhasan tersendiri sebagai bagian dari peradaban Indonesia.

Menurut penyelenggara, Ali A.H, sejak era pra-kemerdekaan, Papua telah menyatu dengan daerah lainnya bagian timur Indonesia seperti Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan lainnya dalam ikatan ras melanisia. Artinya, Indonesia terdiri dari berbagai ras termasuk ras melanisia. Jadi sejak dahulu kala, Indonesia telah menghilangkan sekat-sekat rasis.

“Sejatinya warga Papua bangga menjadi bagian dari Indonesia. Peradaban Papua adalah bagian dari peradaban Indonesia, karenanya wajar jika dalam PON XX di Papua, para anak muda ingin menampilkan representasi dari identitas budaya asli Papua dalam pagelaran nasional tersebut.” tegas Ali.

Produser musik dan musisi asal Papua, Stephen Wally, setelah melalui perjalanan panjang hingga memiliki studio rekaman sendiri dan salah satunya pernah membuatkan lagu untuk mendiang Glenn Fredly, saat ini dia merasa terpanggil untuk mengangkat nilai Papua sehingga membantu membuatkan lagu-lagu dari Timur khususnya dari Papua.

Tokoh-tokoh budaya, influencer dan pihak lainnya mempunyai tugas yang sama dalam membangun Papua.

“Sudah saaatnya, kita hilangkan segala stereotip yang dilekatkan kepada kita, manusia Papua. Saatnya Papua menulis sejarah yang gilang gemilang, mengharumkan Indonesia dari Papua. #Torangbisa.” tegas musisi yang berhasil memperkenalkan music khas Papua di beberapa negara.

Budayawan  Sastro al Ngatawi menjelaskan secara gamblang kenapa Gus Dur melakukan pendekatan secara budaya dalam merangkul warga Papua sebagai bagian dari Indonesia. Menurut dia, Papua sejak dulu telah menjadi bagian dari Indonesia dan talenta-talentanya memiliki nilai yang sama dengan warga Indonesia lainnya. Selain itu, melihat Papua juga harus melalui bahasa kebudayaan yang dapat mempererat silaturahmi karena yang tersentuh adalah hati (perasaan) untuk berbagi kebersamaan.(bn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PB PON XX Resmi Teken Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

TIFFANEWS.COM – Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Papua secara resmi menandatangani Kerjasama dengan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, guna memberikan jaminan kepada sekitar 10 ribu atlet, official dan pelatih yang akan bertanding ajang Empat tahunan itu pada bulan Oktober mendatang. Sekretaris Umum (Sekum) PB PON XX […]
Instagram did not return a 200.
Translate »