oleh

Kantor Dinas Kesehatan Dipalang, Penanganan Covid-19 di Keerom Mati Suri

-BERITA-218 views

TIFFANEWS.COM-Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom kembali dipalang oleh para pegawainya.Sementara itu akibat pemalangan tersebut, aktivitas pelayanan di Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom hingga seminggu belakangan ini sudah lumpuh total.

Para pegawai memilih tidak berkantor. Pasalnya pintu pagar masuk kantor di Dinas Kesehatan Keerom ini telah dipalang dengan menggunakan dua unit mobil Ambulance milik Dinas Kesehatan.

Dari pemantauan Tiffanews.com di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom yang bersampingan dengan Kantor DPRD Keerom tersebut terlihat tidak ada aktivitas para pegawainya.

Hanya saja terlihat dua unit mobil ambulance milik Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom yang masih terparkir memalang di pagar masuk dan sebuah baliho yang berukuran sedang dengan tulisan “Peringatan Kedua” Dinas Kesehatan Keerom tidak dibuka sampai dr. Ronni Situmorang diturunkan dari Kepala Dinas Kesehatan Keerom.

“Pemalangan Dinas Kesehatan Keerom ini sudah tentu menjadi perhatian kita semua. Pasalnya peristiwa pemalangan ini sering kali terjadi artinya bukan sekali saja, tetapi pemalangan ini sudah berulang kali dilakukan oleh pegawai Dinas Kesehatan itu sendiri,”ungkap Wakil I Ketua DPRD Kabupaten Keerom, Syahabuddin.

Syahabuddin pun meminta kepada Kepala Dinas Kabupaten Keerom untuk menyelesaikan apapun bentuk persoalan yang terjadi dengan para pegawainya terutama apa yang menyebabkan pemalangan itu terjadi.

“Kalau memang ada persoalan atau masalah harus diselesaikan. Kepala Dinasnya jangan menghindarlah dari masalah. Selain itu pula jangan membiarkan masalah ini hanya diselesaikan dengan waktu yang ada tanpa ada kepastian,”tuturnya.

Wakil I Ketua DPRD Kabupaten Keerom, Syahabuddin

Menurut Syahabuddin, pemalangan Kantor Dinas Kabupaten Keerom ini sangat memalukan, apalagi hingga seminggu belakangan ini masih dipalang. Belum lagi posisi Kantor Dinas Kesehatan ini berada di pinggiran jalan dan tentunya menjadi sorotan banyak pihak termasuk masyarakat itu sendiri.

Belum lagi ada mobil ambulance yang terparkir memalang di gerbang masuk, termasuk ada tulisan di baliho yang menjadi alasan dari pemalangan itu. Selain itu tentu saja itu memalukan terhadap wajah Pemerintahan Kabupaten Keerom itu sendiri artinya ada Kantor Dinas yang dipalang dan justru itu dilakukan oleh pegawainya sendiri.

“Saya berpikir pemalangan ini juga mencederai  sistem pelayanan ataupun tata pengelolaan serta kinerja dari Dinas Kesehatan itu sendiri,”ucapnya.

Syahabuddin bingung melihat kantor Dinas Kesehatan ini dipalang, apalagi yang melakukan pemalangan itu adalah pegawainya sendiri. Ini sangat lucu dan wibawa Pemerintah Kabupaten Keerom itu ada dimana sebetulnya.

Apalagi ini berkaitan dengan kinerja terhadap pelayanan dari Dinas Kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Keerom ini. Belum lagi di masa pandemi Covid-19 yang seharusnya Dinas Kesehatan itu lagi sedang sibuk-sibuknya untuk bagaimana mengatasi Covid-19 di masyarakat Keerom.

Lanjut Syahabuddin, pemalangan ini harus bisa diselesaikan. Ini tindakan yang memalukan sebenarnya. Apalagi akibat pemalangan ini banyak dampaknya di masyarakat termasuk pegawai itu sendiri.

“Saya juga melihat pelayanan maupun penanganan Covid-19 di Kabupaten Keerom ini sudah mati suri. Padahal Pemkab Keerom telah mengalokasikan dana sebesar RP. 50 Miliar, justru sekarang penanganan Covid-19 ini biasa-biasa saja.Tidak seperti di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura yang mana pemerintahnya betul-betul serius menanganai untuk memutus mata rantai Covid-19 ini,”pintanya.

Syahabuddin menyampaikan, Dinas Kesehatan bersama pegawainya di dalamnya merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Keerom. Sehingga pelayanan di Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom ini tidak boleh lumpuh.

Oleh karena itu, apapun yang menjadi aspirasi atau keluh kesah dari pegawai di Dinas Kesehatan itu sendiri harus dijawab dan diselesaikan, bukan dibiarkan kegitu saja. Harusnya diberikan solusi dan itu baru pemimpin yang baik.

“Kalau masalah ini tidak diselesaikan. Maka kapasitas Kepala Dinas Kesehatan itu kita pertanyakan juga. Ini harus tuntas agar tidak merambah ke persoalan lain yang justru ending-nya memalukan,”ujarnya

Syahabuddin menambahkan, agar Kepala Dinas Kesehatan sendiri bertanggung jawab penuh atas masalah pemalangan ini. Apalagi dalam kurun  2 tahun terakhir ini selalu terjadi pemalangan oleh pegawainya.

“Kami di dewan sebetulnya sudah seringkali memfasilitasi masalah ini.Namun kelihatannya jawaban dari Kepala Dinas itu sendiri belum memuaskan dan masih menyisakan persoalan-persoalan yang kemudian itu tidak ditindaklanjuti, menjadi akumulasi lalu kembali lagi lakukan pemalangan oleh pegawainya,”ucapnya.

Ditanya apakah pihaknya di DPRD melihat ada suatu keganjalan atau ada indikasi penyalahgunaan wewenang dalam penggunaan anggaran seperti yang dituntut para pegawai Dinas Kesehatan itu sendiri, Syahabuddin tidak memberikan komentar terlalu jauh. Namun pihaknya menyarankan agar persoalan ini diselesaikan secara baik-baik dan kantor Dinas Kesehatan bisa kembali dibuka dan pegawainya bisa berkantor lagi.

“Sebelumnya memang selalu ada demo dari para pegawai, lalu dilanjut dengan aksi pemelangan kantor Dinas Kesehatan. Saya kira kalau tanpa ada api maka tidak mungkin ada asap. Kalau Kepala Dinasnya tidak mau selesaikan masalah ini, maka saya pikir  semua pihak atau lembaga apapun bisa melihat hal ini dengan cermat,”tutup Syahabuddin.(ans).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed