Kapolda Kunjungi Posko Satgas COVID-19 Papua

Tukan Ben
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri saat mendengar penjelasan dari penanggung jawab posko COVID-19 Papua Dinkes Papua dr Berry Watori di Jayapura, Senin (12/7). (Foto : ANTARA/HO/Humas Polda Papua)

TIFFANEWS.COM,- Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri, Senin (12/7) mengunjungi posko Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 yang berlokasi di Dinas Kesehatan Papua di Jayapura.

Kedatangan Kapolda yang didampingi pejabat Polda Papua itu dalam rangka berkoordinasi tentang perkembangan penanganan COVID-19 dan vaksinasi diterima Kadinkes Papua Robby Kayame beserta jajarannya.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri dalam kesempatan itu berharap bisa diterapkannya penutupan atau pembatasan keluar masuk Papua baik melalui bandara maupun pelabuhan seperti halnya dilakukan di daerah lain di Indonesia.

Selain itu juga diterapkan PCR dan wajib vaksin bagi penumpang , kata Fakhiri seraya serta melakukan evaluasi menyeluruh terkait perkembangan COVID-19.

” Kabid Dokkes diharapkan pelaksanaan tracing ditingkatkan dan pembatasan diketatkan, ” kata Kapolda Irjen Pol Fakhiri.

Penanggung jawab Posko COVID-19 Papua dr Berry Watori mengakui, seperti halnya di daerah lain di Pulau Jawa, peningkatan kasus COVID-19 terjadi usai liburan Lebaran.

Peningkatan kasus di Papua terjadi di Kota dan Kabupaten Jayapura, Mimika, Nabire, Merauke dan Kabupaten Biak.

Naiknya kasus aktif COVID-19 di Papua yang cukup drastis harus diantisipasi betul terlebih lagi untuk varian terbaru yakni Delta, mengingat fasilitas kesehatan yang terbatas.

Untuk program vaksinasi harus dipacu supaya penyakit lainnya terlindungi , apalagi rata rata yang meninggal akibat COVID-19 juga mengalami komplikasi dengan penyakit lain, kata dr.Berry Watori.

Sekretaris Dinas Kesehatan Papua dr. Ari Pongtiku menambahkan, dari data yang terpapar COVID-19 sebanyak 80 persen diantaranya belum divaksin dan 20 persen sudah divaksin namun tidak separah yang belum divaksin.

Untuk update tanggal 1 Juli 2021, tahap I yang divaksin sebanyak 34 persen dan tahap II yang sudah divaksinasi sebanyak 21 persen, sedangkan untuk lansia sendiri masih sangat rendah yakni baru dua persen dan angka kematian paling tinggi.

Untuk varian Delta hingga kini belum ditemukan di Papua, tambahnya. (ant/*bn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pansus Bersama Pemerintah Setuju Revisi UU Otsus Papua Dibawa ke Paripurna

TIFFANEWS.COM,- Rapat Kerja Panitia Khusus (Pansus) revisi UU nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua bersama Pemerintah menyetujui revisi UU Otsus untuk dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI untuk mendapatkan persetujuan Tingkat II. “Dengan mengucapkan Bismillah, saya setujui revisi UU Otsus Papua untuk dibawa ke Rapat Paripurna DPR […]
Instagram did not return a 200.
Translate ยป