Kapolri Beri Perhatian Serius Masalah Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu Bupati Merauke

Tukan Ben 1

TIFFANEWS.COM-, Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Pol.Listyo Sigit Prabowo dalam kesibukannya yang sangat padat terutama terkait peristiwa bom bunuh diri di Makassar (28/3) masih juga memberikan waktu dan  perhatian khusus dan sangat serius pada masalah penggunaan ijazah sekolah yang diduga palsu oleh Bupati Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, RM ketika yang bersangkutan bersama pasangan calon wakil bupati H.Riduwan  mendaftarkan diri  di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Merauke sebagai peserta Pilkada serentak Tahun 2020 lalu.

Ketika Tiffanews.com melalui telepon selular dari Jakarta, Selasa dini hari  mengonfirmasi kebenaran kabar terkait perhatian serius Kapolri atas masalah  itu kepada  AD selaku  pelapor  masalah dugaan penggunaan ijazah palsu oleh RM, menyatakan benar adanya.

“Informasi bahwa saat ini Bapak Kapolri memberikan perhatian sangat serius atas dugaan penggunaan ijazah palsu oleh RM demi tegaknya kejujuran, keadilan dan kebenaran adalah benar adanya. Saya sendiri sudah berbicara  langsung via telepon selular dengan Bapak Kapolri   selama sekitar 30 menit pada Senin (29/3)   petang setelah beberapa jam pada hari yang sama  Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji mengeluarkan Surat Ketetapan tentang Penghentian Penyelidikan atas kasus dugaan tersebut,” katanya.

Terkait isi pembicaraannya dengan Kapolri, AD  mengatakan bahwa banyak hal yang dibicarakan secara panjang lebar dengan Kapolri tanpa menutup-nutupi dan Bapak Kapolri menyambut baik semua penjelasan itu sekaligus memintanya agar secepat mungkin berangkat ke Jakarta dengan membawa semua alat bukti yang dimilikinya sesuai hukum positif yang berlaku dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Wilayah Indonesia  itu adalah  dari Sabang sampai Merauke sehingga Bapak Kapolri Jenderal Pol.Listyo Sigit Prabowo tidak akan pernah melupakan penegakkan hukum yang adil di ufuk timur NKRI ini. Hal yang benar, katakan yang benar, hal yang salah,katakan salah demi kebaikan hidup bersama,” kata AD.

Berhubung pada pekan ini, lanjut AD umat Kristiani seluruh dunia melaksanakan ibadah  Paskah –  perayaan  iman akan kebangkitan Yesus Kristus maka pihaknya berencana baru akan  berangkat  ke  Jakarta sekitar pekan kedua April dengan membawa semua dokumen  yang terkait dengan dugaan penggunaan ijazah palsu RM untuk diselidiki  lebih lanjut dan lebih cermat lagi di Mabes Polri, mulai dari  copy ijazah sekolah dasar hingga perguruan tinggi  STISIPOL  Merdeka  di Manado untuk ijazah  Sarjana Strata 1 (S1) dan  Institut Teknologi Bandung (ITB) di Bandung  untuk ijazah Sarjana  Strata 2 (S2).

Kapolres Merauke pada 29 Maret 2021 telah menerbitkan  Surat Ketetapan Nomor: S.Tap/34/III/RES.1.24/2021 tentang Penghentian Penyelidikan. “Menetapkan 1.Menghentikan penyelidikan atas Laporan Pengaduan sudara Aloyisus Dumatubun tanggal 7 Desember 2020. 2. Memberitahukan penghentian penyelidikan kepada pelapor. 3. Surat ketetapan pengentian penyelidikan ini berlaku sejak tanggal dikeluarkan  berlaku sejak tanggal ditetapkan,” tulis Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangadji,M.Hum.

Berdasarkan investigasi  sangat cermat yang dilakukan Tiffanews.com atas dokumen-dokumen laporan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh RM, diketahui bahwa laporan yang disertai lampiran sejumlah foto copy dokumen ijazah sekolah yang dikantongi  RM itu,  tidak hanya dikirim kepada Polres Merauke dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)  tetapi juga tersebar sangat luas  hingga ke Mabes Polri, Kemenko Polhukam,  Kemendagri dan berbagai instansi terkait lainnya di tingkat  Provinsi Papua di Jayapura dan Pemerintah Pusat di Jakarta.

Informasi tentang dugaan penggunaan ijazah palsu RM ini pun terus “menggurita”  dan tidak dapat dibendung lagi di dunia maya  media sosial (medsos) juga media-media online.

Sementara itu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)  sendiri tidak menghentikan proses hukum dugaan penggunaan ijazah palsu oleh RM  namun  DKPP hanya menunda sidang terkait dugaan penggunaan  ijazah palsu Bupati Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, RM.

DKPP pada tanggal 6 Maret 2021 mengirimkan surat kepada  pengadu Aloysius Dumatubun juga kepada KPU Kabupaten  Merauke dan Bawaslu Kabupaten Merauke untuk menunda sidang dalam batas waktu yang belum ditentukan terkait perkara dugaan ijazah palsu yang digunakan Bupati RM ketika bersama pasangan wakil bupati mendaftarkan diri di KPU Merauke untuk menjadi peserta Pilkada Tahun 2020 lalu.

Surat DKPP bernomor:0678/DKPP/SET-04/III/2021 tersebut ditandatangni Plt Sekretaris DKPP,   Arif Ma’ruf.

”Sesuai Surat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Nomor 0427/PS.DKPP/SET-04/II/2021 perihal Panggilan Sidang untuk Perkara Nomor 49-PKE-DKPP/II/2021 yang semula dijadwalkan hari Senin tanggal 8 Maret 2021, Pukul 13.00 WIT di Kantor Polres Kab.Merauke Jl.Brawijaya No.27 Kelurahan Kelapa Lima, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, sidang tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu dantempat yang telah ditentukan karena kendala teknis pada Kesekretariatan DKPP,” kata Arif Ma’ruf.

Selanjutnya Ma’ruf  mengatakan,  waktu dan tempat pelaksanaan sidang akan ditetapkan kemudian.

Pelapor AD sendiri  mengakui bahwa dokumen yang dimilikinya terkait dugaan keabsahaan penggunaan ijazah SMA dan Kesarjanaan RM sudah sangat lengkap dan sah untuk dibuktikan di hadapan sidang DKPP demi Keadilan, Kebenaran dan Kejujuran dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan berpemerintahan di Kabupaten Marauke.

Patut diketahui bahwa walaupun  RM sudah dilantik menjabat Bupati Kabupaten Merauke pada sekitar dua pekan lalu namun DKPP konsisten untuk  memeriksa berbagai dokumen laporan terkait keabsahan penggunaan gelar dan sebutan /ijazah Perguruan Tinggi yang dikeluarkan  STISIPOL Merdeka,Menado yang digunakan oleh RM, bupati  Kabupaten Merauke yang telah  meraih suara terbanyak pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 di Kabupaten Merauke,  Provinsi Papua.

Apa yang disampaikannya  kepada DKPP RI dan berbagai instansi terkait di pusat dan daerah justru berdasarkan amanat   Peraturan KPU Nomor.9 Tahun 2020 tentang Perubahan keempat atas Peraturan KPU No.3 Tahun 2013 tentang  Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota,  maka untuk memenuhi persyaratan admnistrasi negara,  setiap calon Bupati dan Wakil Bupati wajib memenuhi syarat adminsitrasi sebagaimana  diamantkan peraturan tersebut.

KPU Merauke berdasarkan PKPU RI itu melalui Pengumuman  Nomor: 328/PL.02.2.Pu/9101/KPU.Kab/IX/2020 Tentang “Masukkan dan Tanggapan Masyarakat Terhadap Dokumen Syarat Pencalonan Dan Syarat Bakal Pasangan Calon Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Merauke Tahun 2020” yang ditandatangani Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuse,SH memberikan kesempatan kepada seluruh rakyat  Kabupaten Merauke untuk memberikan tanggapan dan masukan terhadap dokumen persyaratan pencalonan dan syarat calon bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Merauke.

KPU Merauke meminta masyarakat untuk  memberikan tanggapan dan masukan terkait  pasangan calon Pendaftar 1 Drs Romanus Mbaraka,MT – H.Riduwan, S.Sos, M.Pd;  Pendaftar 2: Heribertus Silvinus Silubun,SH – Bambang Setiadji,S.Sos; Pendaftar 3: Hendrikus Mahuse,S.Sos, M.Si –  H. Edy Santosa,B.Sc; Pendaftar 4: Herman Anitu Basik Basik,SH –  Sularso,SE.

KPU Merauke memberikan tenggat waktu penyampaian masukan dan tanggapan masyarakat itu pada 4 September hingga 8 September  2020. Masukan  dan tanggapan masyarakat dibuat secara tertulis dan dilengkapi dengan  identitas diri.

Berdasarkan pengumuman  KPU Merauke itulah maka,  pada 7 September 2020,  salah seorang warga masyarakat Merauke atas nama  AD mengirimkan surat kepada KPU Merauke untuk memberikan tanggapan dan masukan terkait Pendaftar 1 atas nama  RM. Hal yang dipermasalahkan adalah keaslian ijazah,  gelar dan sebutan lulusan perguruan tinggi yang disandang RM  selaku  bakal calon bupati Merauke. (ade)

One thought on “Kapolri Beri Perhatian Serius Masalah Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu Bupati Merauke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pangdam Cenderawasih Cek Kesiapan Laboratorium PCR Di RS TK IV Merauke

TIFFANEWS.COM, – Ditengah kunjungan kerja di wilayah Korem 174/ATW Merauke, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A bersama Ketua Persit PD XVII Cenderawasih Ny. Natalia Yogo Triyono dan rombongan melaksanakan kunjungan ke RS TK IV Merauke. Senin (29/03/2021) Dalam pelaksanaan kunjungan tersebut, Pangdam Cenderawasih beserta rombongan tetap mempedomani protokol […]
Instagram did not return a 200.
Translate »