Kesiapan Armada dan Pelayanan Transportasi PON XX Papua Dongkrak Pendapatan Rakyat

Tiffa News

Oleh : Christina Paulina Kano*

KETIKA Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menetapkan Papua sebagai  “tuan rumah” penyelenggaraan pesta olahraga tingkat nasional empat tahunan PON XX yang menurut rencana digelar pada 2 – 15 Oktober 2021 mendatang, maka sudah diduga,  perekonomian rakyat kecil berpenghasilan “pas-pasan”   di wilayah ujung timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ini  akan semakin meningkat,  khususnya  mereka yang berprofesi di sektor pelayanan transportasi  PON XX.

Pemerintah daerah kabupaten di Papua yang wilayahnya menjadi “tuan rumah” pelaksanaan pertandingan PON XX yaitu Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Merauke dan Kabupaten Mimika sudah pasti akan merekrut banyak warganya  untuk berperan sebagai pengemudi Bus PON XX.  Dengan demikian, warga setempat yang berprofesi sebagai pengemudi itu akan mendapatkan (tambahan)  penghasilan bagi diri dan keluarganya yang secara langsung maupun tidak langsung  akan ikut mendongkrak perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Terkait kebutuhan akan tenaga profesional yang mengoperasikan sarana transportasi PON XX, Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Dinas Perhubungan,  telah mengeluarkan “Pengumuman” Nomor: 550/898 tanggal 16 Agustus 2021 tentang  penerimaan pengemudi Bus PON Klaster Kabupaten Merauke dengan syarat antara lain Orang Asli Papua (OAP) yang memiliki KTP dan kartu keluarga sesuai domestik, berusia maksimal 55 tahun,  memiliki minimal SIM B1 Non Umum atau SIM A Umum, berpenampilan baik dan sopan serta bebas alkohol,  serta sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 yang dibuktikan dengan sertifikat vaksinasi Covid-19.

Pelayanan transportasi selama ajang PON XX diharapkan berjalan tertib dengan kapasitas transportasi yang besar di empat  klaster penyelenggaraan PON XX Papua. Pelayanan transportasi bagi para atlet dan official serta siapa saja yang terlibat pada PON XX, harus berjalan tertib, aman dan nyaman.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyatakan optimis bahwa gelaran PON XX Papua akan dapat memberikan nilai tambah bagi sektor transportasi di Papua.

“Sudah mulai adanya perbaikan layanan transportasi di Papua, baik di perkotaan maupun antarkota  demi suksesnya PON XX dan agar perekonomian rakyat setempat ikut terdongkrak,” kata Djoko

Djoko mengatakan angkutan darat perintis yang selama ini beroperasi di sejumlah wilayah Papua akan diganti dengan armada bus baru seusai standart penyelenggaraan PON.

Menurut dia, bus baru tersebut akan menggantikan sejumlah angkutan darat perintis yang sudah tidak laik operasi untuk menghubungkan antarwilayah di seluruh pelosok Papua. Perbaikan di sektor transportasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat.

Mobilitas warga masyarakat setempat akan berdampak pada semakin cepatnya perputaran roda perekonomian rakyat dimana hasil bumi dan hasil pertanian serta perkebunan rakyat akan cepat tiba di pasar untuk dijual. Begitu pula, terjadi interaksi jual-beli di pusat-pusat perbelanjaan rakyat.

“Perbaikan infrastruktur dan layanan transportasi yang tengah disiapkan untuk PON, pada akhirnya akan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat Papua,” kata Djoko.

Djoko yang juga menjabat Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu mengingatkan pemerintah daerah agar  dapat  secara baik mengelola sistem transportasi. Pemda perlu melakukan kolaborasi dengan pemangku kepentingan sektor transportasi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.

“Tetapi Pemda juga perlu melakukan perbaikan-perbaikan di sarana dan prasarana angkutan umum, termasuk jaringan jalan sampai ke pelosok, dan juga harus mampu mengelola bisnisnya dengan bagus,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan angkutan jalan perintis diharapkan dapat mengembangkan potensi perekonomian di Papua.

“Keberadaan bus keperintisan sangat penting dan diharapkan masyarakat di daerah pedalaman yang belum terjangkau sarana transportasi umum akhirnya akan terjangkau secara optimal,” katanya.

Patut diketahui bahwa transportasi selama berlangsung  PON XX Papua, merupakan cara alternatif mempermudah atlet dan pelatih, termasuk Presiden, para pejabat tinggi pemerintah pusat  dan para tamu VVIP untuk lancar menjangkau  setiap venue selama pertandingan.

Panitia Besar (PB) PON XX Papua telah  bekerja sama dengan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dalam menyiapkan layanan transportaasi untuk penyelenggaraan ajang pesta olahraga tingkat nasional PON XX bagi para atlet dan official.

Kemenhub Mendukung Penuh

Ketika semua  pihak sedang berjalan menuju ke puncak pelaksanaan PON XX Papua pada 2 – 15 Oktober 2021, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan kepastian mendukung penuh pelayanan transportasi bagi atlet dan official.

Pelayanan transportasi itu meliputi, pengadaan 428 bus, dengan jumlah 9.703 tempat duduk (TD) untuk transportasi 9663 atlet dan official selama penyelenggaraan PON XX, yang terdiri dari 217 bus mikro (19 TD) dan 211 bus medium (25 TD).

Layanan transportasi yang siapkan akan diluncurkan ke empat klaster yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke, dan Mimika. Masing-masing klaster mendapatkan pelayanan transportasi  yang maksimal bagi para atlet, official maupun undangan  VIP/VVIP  dan KONI dari semua provinsi.

Sekretaris Umum PB PON XX Papua,  Elia Loupatty, pihak PB PON XX telah menjalin kerja sama dengan Organda Papua. Jumlah yang dibutuhkan dipastikan juga cukup banyak mengingat banyak pihak yang bakal terlibat pada kejuaraan multi event terbesar ini.

Pelayanan transportasi untuk VIP dan KONI provinsi berlangsung di empat  klaster dengan jumlah layanan transportasi 380 ,dengan tipe transportasi yang berbeda-beda yaitu pada Kota dan Kabupaten Jayapura terdapat T1 yang bermuatan 1 orang,T2 yang bermuatan 2 orang ,dan T3 bermuatan 3 orang atau bisa 4 orang dengan total transportasi yaitu 232.

Pada Kota Merauke terdapat T2 dengan jumlah 73 transportasi  dan pada Mimika sama dengan klaster Merauke menggunakan T2 dengan jumlah 75 transportasi.

Menurut E. Loupatty, klaster Kota Jayapura bakal mendapatkan jatah terbanyak yakni 175 bus, berikutnya Kabupaten Jayapura dengan 123 bus, Mimika 92 dan Kabupaten Merauke 38 bus.Dengan layanan transportasi yang banyak akan dipertimbangkan lagi tempat parkirnya dan keamanan lalu lintas.

Layanan transportasi yang disiapkan akan mengikuti protokol kesehatan Covid-19  dengan selalu memakai masker, jaga jarak, dan menjaga kesterilan transportasi.

Poin yang terpenting adalah, oleh karena pandemi Covid-19 belum usai maka dalam pengoperasian bus saat melayani para atlet dan official, kita  wajib menerapkan protokol kesehatan (3M) dengan maksimal membawa penumpang 80 persen tempat duduk.

Di pihak lain, Wakil Ketua Umum Sub Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Kabupaten Jayapura, Pdt. Albert Yoku mengatakan, ada sejumlah jalan atau jalur alternatif yang telah disiapkan untuk  mengantisipasi kemacetan kendaraan yang bakal terjadi saat pelaksanaan PON XX nanti.

Jalur alternatif yang akan menjadi rute kendaraan selama pelaksanaan PON XX di Kabupaten Jayapura itu, antara lain adanya jalan alternatif dari arah Telaga Ria sampai Yabaso dan akan keluar di Pasar Baru atau di Kehiran.

“Selain jalan alternatif darat akan digunakan rute danau jika terjadi kemacetan, untuk jalan utama akan digunakan oleh atlet, pelatih, peserta VIP, dan Presiden Republik Indonesia,” papar Albert Yoku.

Menurut Alberth,  PON XX akan menjadi event yang penting terutama Papua sebagai tuan rumahnya sehingga,  semua tim harus  memaksimalkan kinerja setiap bidang, melengkapi peralatan di setiap venue, dan menggandakan transportasi khususnya bus yang  didatangkan dari luar Papua.

Kembali pada transportasi selama PON XX di Kabupaten Jayapura, Alberth menambahkan, trayek kendaraan angkutan umum nantinya akan berbeda rute dengan transportasi yang digunakan oleh atlet dan pelatih. Angkutan umum akan melewati jalan alternatif yang telah disediakan.

Dari paparan sederhana ini, kiranya kita semua memahami bahwa persiapan armada transportasi yang memadai untuk dioperasikan selama PON XX dan keterlibatan warga masyarakat sekitar arena PON untuk menjadi pengemudi Bus PON XX akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan keluarga dan masyarakat kecil di wilayah tuan rumah pesta olahraga tingkat nasional PON XX Tahun 2021 Papua.

Ternyata, Papua Bisa!

Torang Bisa! Torang Bisa! Torang Bisa!

 

*Christina Paulina Kano : Mahasiwa FMIPA Uncen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gubernur Lukas Imbau Warga Disiplin Prokes Agar PON Dihadiri Penonton

TIFFANEWS.COM,- Gubernur Papua Lukas Enembe mengimbau warga meningkatkan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) agar pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di tanah Papua pada Oktober 2021 bisa dihadiri penonton. Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus, di Jayapura, Kamis (19/8), mengatakan pesan Gubernur Lukas tersebut penting dijalankan seluruh masyarakat dalam […]
Instagram did not return a 200.
Translate »