Keunikan PON XX Papua

Tiffa News

Oleh : Risma Junichy Nammu

Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX akan diadakan di Papua pada tanggal 2-15 Oktober 2021. Ajang perlombaan olahraga  tersebut ditunggu-tunggu oleh para atlet, pemerintah maupun masyarakat Indonesia, terutama  Papua.

Berbagai persiapan telah dilakukan oleh pemerintah, atlet maupun masyarakat Papua. Dukungan dari masyarakat merupakan salah satu hal yang membuat PON XX Papua dapat terlaksana. Tanpa adanya partisipasi dari masyarakat Papua maka PON XX pun tidak dapat berlangsung dengan baik.

Salah satu bentuk dukungan masyarakat dalam penyelenggaraan PON XX Papua adalah banyaknya SDM Papua yang berpartisipasi sebagai volunter.

“Sebanyak 25.000 Sumber Daya Manusia (SDM) yang merupakan putra-putri Papua akan dikerahkan untuk membantu masing-masing bidang dalam mempersiapkan PON XX Papua. Ini merupakan kali pertama dalam sejarah PON dan ini merupakan salah satu keunikan dalam PON XX kali ini” Ungkap Elia Loupatty dalam kata sambutannya pada rapat di Hotel Horison Kotaraja, Kamis (29/07/2021)

Sejumlah 25.000 SDM yang telah direkrut akan disebar secara menyeluruh ke 4 klaster yaitu klaster Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Mereka akan melakukan bimtek dan screening test terlebih dahulu sebelum ditugaskan dibidang masing-masing.

Adanya pandemi Covid-19 ini membuat kegiatan bimtek ini akan ditinjau ulang, terutama dengan banyaknya orang yang menjadi volunter untuk PON XX. Pelatihan bimtek ini bisa saja dilakukan tetapi di ruangan yang terbuka seperti di GOR. Jika dilakukan di ruangan tertutup, kegiatan dapat dilakukan di hotel tetapi harus ada pembatasan jumlah peserta.

“Untuk klaster Kabupaten Jayapura, sementara masih ditinjau kembali lokasi diadakannya bimtek dimana, rencananya akan diadakan di GOR Habel Melkias Suwae. Tapi mengingat pandemi, hal ini akan didiskusikan kembali” tutur Yan Yoku selaku Ketua Bidang I Sub PB PON Kabupaten Jayapura, kamis (22/07/2021).

Keunikan lain dari PON XX Papua tahun 2021 yaitu pelaksanaan Upacara Pembukaan PON XX Papua pada bagian Upacara Pengambilan Api Abadi dan Kirab Api PON XX. Yang unik pada perayaan ini yaitu dari rute kirab api. Rute kirab api pada PON XX kali ini akan berbeda dari PON sebelumnya.

Api abadi yang diambil dari Timika lalu dibawa ke Merauke lalu ke Kota Jayapura dan akan diarak ke Kabupaten Jayapura. Api abadi tersebut akan dibawa ke Kantor Bupati Kabupaten Jayapura dan akan menginap sekitar sehari, lalu akan diarak menuju Stadion Lukas Enembe yang berada di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura.

Menurut Alberth Yoku, Kirab api termasuk upacara pembukaan dan penutupan PON XX, dimana saat rapat di Kantor Otonom rute kirab api jadi permasalahan rute darat dan rute danau Sentani.  Namun, pada rapat lanjutan telah diputuskan bahwa kirab api akan melewati rute danau Sentani agar masyarakat dipesisir danau dapat melihat berlangsungnya kirab api PON XX.

“Sub PB PON XX akan bekerjasama dengan EO untuk menyukseskan kirab api PON XX dengan kekhasan budaya Papua yaitu tiffa dan tarian adat yang akan ditampilkan oleh masyarakat Papua, khususnya di pesisir Danau Sentani,” jelas Yan Yoku, Jumat (23/07/2021) .

Pdt Alberth pun melanjutkan bahwa penyambutan kirab api PON XX di Kabupaten Jayapura, akan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Sentani Timur, Sentani Tengah dan Sentani Barat, kemudian akan dirangkaikan dengan perahu hias atau disebut dengan Isosolo selama kirab api PON XX melewati kampung di sekitar Danau Sentani.

“Penyambutan kirab api dengan Isosolo dan tarian adat di atas perahu akan menghiasi perjalanan kirab api PON XX seperti pagar untuk melewati Danau Sentani,” jelasnya.

Isosolo merupakan seni tradisi masyarakat Sentani yang menari di atas kapal dari satu kampung menuju kampung lainnya. Merujuk pada situs Kebudayaan Kemdikbud, Isosolo sesungguhnya terdiri dari dua kata yaitu Iso dan Holo/Solo. Iso memiliki definisi bersukacita dan menari mengungkapkan suasana hati sedangkan Holo/Solo bermakna sekelompok orang.

Dengan kata lain, Isosolo (kadang orang menyebutnya juga sebagai Isolo) berarti sekelompok orang yang bernyanyi dan menari mengungkapan perasaan dan suasana hati. Dan suasana hati penuh sukacita itu jelas tergambar dengan baik pada masyarakat Papua.

Sorak gempita terlihat dari wajah-wajah, rumbai penari di atas kapal meliuk-liuk seiring dengan tarian yang merupakan penghormatan kepada kewibawaan ketua adat (ondofolo). Terlebih para penari mengenakan pakaian adat Papua lengkap seperti yonggoli (rok rumbai-rumbai), malo/ambela (cawat), mori-mori (manik-manik), Holbhoi (noken), dan wakhu (tifa).

Melalui penyambutan dan pengarakan kirab api ini akan nampak antusiasme dari masyarakat kampung sekitar Danau Sentani itu sendiri. Antusiasme masyarakat untuk mempersiapkan PON XX Papua memperlihatkan dukungan yang besar dari masyarakat untuk pemerintah dan para atlet untuk menyukseskan PON XX Papua.

Patut diketahui bahwa, PON XX Tahun 2021 Papua, dimana Provinsi Papua menjadi “tuan rumah” pesta olahraga tingkat nasional empat tahunan  itu digelar di empat klaster yaitu Klaster Kota Jayapura, Kabupaten Merauke, Kabupaten Mimika dan Klaster Kabupaten Jayapura.

Klaster Kota Jayapura memiliki 18 venue (arena) yang akan mempertandingkan Cabang Olahraga (Cabor)  renang perairan terbuka, selam laut, angkat besi, angkat berat, binaraga, softball (putra), baseball, sepaktakraw, bola voli indoor, bola voli pasir, bulutangkis, canoeing, rowing, TBR (Traditional Boat Race), layar, sepak bola, sepatu roda, taekwondo, karate, tinju,tenis dan paralayang.

Klaster Kabupaten Jayapura memiliki 15 venue yang akan mempertandingkan Cabor gantole, loncat indah, renang artistik, polo air, renang, selam kolam, senam artistik, ritmik, aerobik, softball (putri), baseball, kempo, muaythai, menembak, panahan, pencak silat, rugby 7’s, criket, hockey ruangan, hockey lapangan dan sepak bola.

Klatser Kabupaten Mimika memiliki sembilan venue yang mempertandingkan Cabor aeromodeling, terbang layang, terjun payung, atletik, bola basket 5 X 5, bola basket 3 X 3, panjat tebing, biliar, bola tangan, futsal, judo dan tarung derajat.

Klaster Kabupaten Merauke memiliki lima venue yang akan mempertandingkan Cabor anggar, motor road race, motor cross, catur, gulat, wushu dan sepakbola (putri).

Dengan segala dukungan yang datang dari berbagai kalangan masyarakat, semoga PON XX Papua dapat berlangsung dengan baik dan sukses. Kita buktikan bahwa Papua “Torang Bisa!”.

*Risma Junichy Nammu: Mahasiswa FMIPA UNCEN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ketua PB PON XX Paparkan Kesiapan Akomodasi bagi Atlet dan Pelatih

TIFFANEWS.COM – Rapat antara  Ketua Umum Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Papua yaitu, Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Koordinator setiap bidang dalam PB PON XX, berlangsung secara daring, Senin (2/8/2021). Rapat antara lain membahas tentang laporan progress terakhir masing-masing bidang terkait PON XX Papua. Sebagaimana pantauan Tiffanews.com […]
Instagram did not return a 200.
Translate »