Konsistensi Pengprov PCI Papua Raih Prestasi di PON XX

Marcel
Ketua Umum PCI Papua, El Bahar Conoras dan pengurus melihat langsung latihan tim di venue Cricket Doyo, Sentani. (Foto : Marcel)

Oleh “Marcel

Cricket menjadi salah satu cabang olahraga (Cabor) yang akan turut dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 yang pelaksanaannya akan digelar secara resmi pada 2-15 Oktober 2021 di Provinsi Papua.

Sebagai salah satu cabor yang relatif masih baru atau asing bagi masyarakat, jenis olahraga permainan itu sekilas mirip permainan bola kasti. Hanya saja, aturan, jumlah pemain, nomor, perlengkapan dan sejumlah peralataan yang digunakan berbeda. Tentunya cara main Cricket pun berbeda.

Meski begitu, olahraga yang populer di negara Persemakmuran Inggris atau Britania Raya dan sejumlah daerah yang pernah menjadi jajahannya itu, belakangan mulai kian dikenal serta digemari diseantero dunia hingga Indonesia.

Di provinsi Papua, perkembangan olahraga Cricket relatif pesat semenjak terbentuknya Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Papua yang saat ini dinahkodai Mochamad El Bahar Conoras.

Mengakui telah ada pengurus PCI Papua sebelum dirinya, EL Bahar yang menerima mandat pada medio 2017 silam oleh Ketua PCI Pusat, Azis Syamsudin dan langsung bergerak cepat memperkenalkan olahraga itu, bahkan membentuk tim Crikcet Putra dan Putri Papua yang kini siap tampil dan berprestasi diajang PON XX.

Kini, telah dua periode Pengrov PCI Papua dipimpinnya, berisi kombinasi kepengurusan para senior, kaum muda hingga milenial dalam PCI Papua, menambah daya motivasi menggelorakan olahraga itu dan meraih prestasi.

Tulisan singkat yang dirangkum penulis dari sejumlah kegiatan PCI Papua ini, mungkin belum banyak memberikan pemahaman dan berisi sejarah ataupun bagaimana perkembangan Cricket dari masa ke masa. Akan tetapi, ingin memberitahukan bagaimana olahraga ini bisa berkembang di Papua dan siap meraih medali Emas di PON XX.

Dibawah kepemimpinan Ketua PCI Papua EL Bahar Conoras, pengurus telah membentuk Dua tim Cricket yakni Putra dan Putri yang saat ini telah Kembali dan melakukan Latihan serta ujicoba lapangan di venue Cricket yang berada di Doyo, kabupaten Jayapura.

Sebelumnya, kedua tim yang diasuh pelatih kepala Christian Makabori itu, telah menjalani Pemusatan Latihan di Bali selama kurang lebih 1,5 tahun. Disana, selain berlatih mereka juga mengikuti sejumlah kompetisi berupa kejuaraan nasional Bali Six, Kartini Cup dan sejumlah kompetisi lain, dan selalu mendapat juara.

“Kita pilih Bali sebagai lokasi pemusatan Latihan, sebab disana olahraga ini berkembang sangat pesat serta punya banyak kompetisi. Hasilnya banyak atlet kita juga merupakan anak-anak Papua yang berkuliah di Bali. Awalnya mereka ini belajar Cricket secara otodidak. Tetapi, kini mereka professional dan berprestasi,” tutur Ketua Umum PCI Papua, EL Bahar Conoras.

Tim Cricket Papua disela latihan di venue Cricket Doyo, Sentani. (Foto : Marcel)

EL Bahar yang punya impian menjadikan tim Cricket Papua sebagai tim Juara, bukan hanya juara di PON XX tetapi juga juara Dunia. Apalagi, meski tergolong baru di Tanah Papua, tetapi satu-satunya venue Cricket yang berstandar internasional di Indonesia itu hanya ada di Papua. Peluang ini membuat PCI Papua kelak bisa membuat sejumlah kompetisi bertaraf nasional dan Internasional, dengan mengundang negara tetangga Papua Nugini yang sudah lebih dahulu bermain Cricket dan menjadi juara dunia.

Impian itu bukan isapan jempol belaka. Perjuangan Pengprov PCI Papua dibawah komando El Bahar Conoras, kini telah ada venue dan peralatan berstandar internasional, didukung oleh pelatih dan tim yang solid.

Perhatian kepada para atlet pun menjadi nomor satu. Dalam setiap kesempatan, El Bahar Conoras dan sejumlah pengurus PCI Papua, diantaranya Ketua Harian, Idris Salama, Sekretaris Josie Salakori, Koordinator Umum, Dominicus RES Carvallo, selalu berupaya hadir melihat langsung dan memberi semangat pada para atlet yang sedang berlatih. Diantaranya saat tim Cricket putra dan putri Papua melakukan ujicoba venue pada pertengahan Agustus lalu.

Tak hanya hadir saat Latihan, momen kebersaman dengan tim pelatih dan atlet juga terus terjalin dengan baik.

Momentum Ukir Sejarah dengan Beri Emas Pertama di PON XX

Ketua Umum PCI Papua, El Bahar Conoras dan pengurus memberi arahan pada atlet usai latihan di venue Cricket Doyo, Sentani. (Foto : Marcel)

Tim Cricket Papua boleh dikatakan baru pertama kali terbentuk dan mengikuti ajang PON. Meski begitu, momentum membuat sejarah di PON XX dihadapan public sendiri di Bumi Cenderawasih sangat terbuka.

Momentum ini kian menambah semangat Pengprov PCI bersama tim dan atlet untuk terus berbenah menyambutnya. Latihan serius ditopang dukungan semangat membuat tim kian siap mengukir sejarah dengan menjadi tim yang pertama kali menyumbangkan medali Emas bagi Papua di ajang PON XX.

“Ini akan menjadi sejarah dimana duta olahraga PCI Papua pertama yang akan torehkan prestasi di PON ini. Saya kira semangat kita semua sama untuk hal ini. Filosofinya stadion Cricket cuma ada satu dan berstandar Internasional itu ada di Papua. Dengan semangat dan filosofi ini, serta Latihan yang dijalani para atlet, kita akan raih medali emas pertama itu,” kata Ketua Umum PCI Papua, El Bahar Conoras disambut apresiasi semangat para atlet dan pengurus PCI Papua yang hadir saat pertemuan di ruang rapat kantor KONI Papua, Selasa (24/08/2021).

El Bahar Conoras dalam kesempatan itu juga memberi apresiasi kepada KONI Papua yang sangat serius memberi perhatian dan mendukung olahraga Cricket di Tanah Papua dan mengakui di Papua olahraga adalah pemersatu. Dan Cricket akan menjadi salah satunya. Apalagi, saat ini animo masyarakat untuk olahraga Cricket semakin besar. Karena memang punya fasilitas berupa venue dan peralatan yang berstandar internasional.

“Saya sangat serius dan fokus mengurus olahraga Cricket ini. Fokus kita adalah juara. Atlet adalah kebanggaan saya. Kami akan tetap memantau,” ujar putra Maluku Utara yang lahir, besar dan menetap di Kota Jayapura itu.

Disisi lain, ketua panitia pelaksana pertandingan Cabor Cricket di PON XX, Idris Salama menuturkan, terus mempersiapkan semua hal jelang PON Papua.

Tanggal 22 September, semua tim dijadwalkan sudah akan tiba di Papua. Selanjutnya Technical Meeting pada keesokan harinya. Sementara laga resmi PON XX bakal dimulai pada 25 September-4 Oktober.

Ketua Umum PCI Papua, El Bahar Conoras dan pengurus melihat langsung latihan tim di venue Cricket Doyo, Sentani. (Foto : Marcel)

Dengan demikian, di tanggal 26 September sudah ada penyerahan medali pemenang di nomor Super six (6s). dan ini akan menjadi medali pertama dalam PON XX. Momentum tim Papua mengukir sejarah sangat terbuka.

Adapun tim yang akan mengikuti cabor Cricket di PON XX Papua yakni, dari tim Putra ada Papua, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Barat dan Bali.

Untuk tim Putri ada Papua, Banten, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Bali.

“Totalnya ada 196 atlet Cricket yang datang. Diantaranya 98 atlet putra dan 98 atlet putri,” kita siap menggelar pertandingan Cricket di PON XX, dan berharap semuanya berjalan dengan sukses,” sebut Idris Salama yang juga Ketua Harian PCI Papua.

Kapten Tim Cricket Putra Papua, Stanislaus Felndity, mengaku selama persiapan TC di Bali dilalui dengan baik meski terkadang ada sejumlah kendala namun bisa diselesaikan. Dia dipilih menjadi Kapten Cricket Papua.

Meskipun lawan yang kuat yaitu Bali dan DKI Jakarta karena diisi mayoritas pemain timnas, Cricket Papua optimistis bisa meraih target Emas.

“Target kami 3 Emas,” ucap Stanislaus yang juga memberi apresiasi pada pengurus Cabor Cricket dan KONI Papua yang telah serius menangani perkembangan Cricket di Tanah Papua. (***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Taekwondo Jabar Rutin Tes Antigen Pastikan Kesehatan Jelang PON

TIFFANEWS.COM,- Tim taekwondo Jawa Barat rutin melakukan tes antigen untuk memastikan kesehatan para atlet menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada Oktober 2021. Pelatih taekwondo Jawa Barat Cepi Firmansyah memastikan para atletnya sebisa mungkin berlatih dengan protokol kesehatan. Sejauh ini, kata dia, para atlet dipastikan siap bertanding tanpa […]
Instagram did not return a 200.
Translate »