Konsumsi BBM Ramah Lingkungan di Jayapura Capai 83,5 Persen

Tukan Ben
Program Langit Biru Pertamina (Foto : ANTARA News Papua/Hendrina Dian Kandipi)

TIFFANEWS.COM,-  PT Pertamina (Persero) Regional Papua-Maluku menyebut konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan di Kota Jayapura mencapai 83,5 persen.

Oleh karena itu , Program Langit Biru (PLB) masih tetap dilanjutkan memasuki fase kedua, di mana masyarakat masih dapat merasakan BBM berkualitas dengan harga khusus hemat Rp1.000,- per liter.

Unit Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional Papua-Maluku Edi Mangun di Jayapura, Senin (5/7) mengatakan konsumsi BBM ramah lingkungan tertinggi  di Jayapura adalah jenis Pertalite RON 90.

“Respon masyarakat terhadap Program Langit Biru (PLB) sangat luar biasa, bahkan sebelum dilaksanakan program ini, konsumsi BBM berkualitas dan ramah lingkungan di Kota Jayapura memang sudah tinggi,” katanya.

Menurut Edi, kini proporsi penggunaan BBM ramah lingkungan di Kota Jayapura terus meningkat dan inilah yang sangat diharapkan dari PLB, Pertamina mengedukasi manfaat BBM berkualitas dengan membuat masyarakat merasakan sendiri manfaatnya.

“Pasca tiga bulan diberlakukannya Program Langit Biru (PLB) tahap pertama di Kota Jayapura, masyarakat merespon positif, dari tren konsumsi BBM ramah lingkungan mengalami peningkatan,” ujarnya.

Dia menjelaskan tercatat, dalam tiga bulan terakhir konsumsi BBM ramah lingkungan (Pertalite dan Pertamax) di Kota Jayapura mencapai 88,8 persen dibandingkan total BBM jenis Gasoline (bensin) yang dikonsumsi oleh pengguna kendaraan.

“Sedangkan, proporsi konsumsi Premium di Kota Jayapura mengalami penurunan, di mana proporsi konsumsi Premium di Kota Jayapura berada di angka 11,2 persen dari sebelum diberlakukan PLB sekitar 21,9 persen,” katanya lagi.

Dia menambahkan BBM yang lebih berkualitas memiliki kadar oktan (Research Octane Number/RON) tinggi, sehingga lebih ramah lingkungan karena rendah emisi bahkan, pabrik kendaraan sudah mensyaratkan mobil-mobil keluaran 2000-an ke atas menggunakan BBM minimal sekelas Pertalite.

“Kami mengimbau agar masyarakat peduli terhadap kendaraan yang dimiliki dengan mengenali apa yang menjadi standar BBM yang harus digunakan terutama terkait dengan batas minimum RON yang direkomendasikan oleh pabrik di mana kendaraan diproduksi,, ” katanya.

Rekomendasi BBM yang digunakan sesuai kompresi untuk motor biasanya tertulis pada tanki bensin, sedangkan untuk mobil biasanya tertulis pada kaca belakang, rata-rata kendaraan keluaran 2003 ke atas sudah memiliki kompresi mesin dengan standard BBM minimal oktan 90. (ant/*bn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

LPSK Apresiasi Pengembalian Gedung Sekolah oleh Koramil Hitadipa

TIFFANEWS.COM,- Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu mengapresiasi pengembalian gedung sekolah yang sempat digunakan sebagai Pos Sementara Koramil Persiapan Hitadipa dan personel Yonif R 501 di Intan Jaya, Papua. “Pada pertemuan dengan KSAD pada Kamis, 24 Juni 2021, banyak agenda yang dibicarakan. Salah satunya LPSK […]
Instagram did not return a 200.
Translate »