Markus Solo Kewuta : Agama Diharapkan Lebih Kritis dalam Menyikapi Masalah Terorisme

Tukan Ben 1

TIFFANEWS.COM,- Staff Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Umat Beragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue, PCID), Desk Dialog Katolik-Islam di Asia dan Pasifik di Vatikan, Pater Markus Solo Kewuta SVD atau yang biasa disapa Padre Marco mengatakan hal yang terpenting dalam menghadapi aksi terorisme, adalah melakukan investigasi sampai ke akar-akar hingga terungkap masalah sesungguhnya. Padre Marco menegaskan, hal yang sama sekali tidak menjawabi permasalahan adalah menunjukkan sikap menutup diri terhadap agama.

Hal ini dikatakan pastor Makus Solo Kewuta dalam perbincangan secara daring dengan tiffanews dari Jayapura ke Roma, Senin, (29/3) terkait peristiwa bom bunuh diri  di depan Gereja Katedral Makasar, kemarin Minggu, (28/3).

Menurut Padre Marco, setiap kasus harus pertama-pertama diinvestigasi dulu oleh pihak berwajib sampai sekecil-kecilnya baru menyusul sebuah kesimpulan. Kalau ternyata ada hubungan dengan agama kita, maka kita harus bersikap gentle, fair dan rendah hati untuk menerimanya dan bersikap kritis untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terkait.

“Hemat saya pribadi, ungkapan-ungkapan klasik seperti teroris tidak punya agama atau teroris tidak ada kaitan dengan agama dan lain sebagainya, malah diucapkan sangat awal sebelum sebuah investigasi resmi dilakukan merupakan ungkapan-ungkapan generalisir sekedar memberi kesan mencuci tangan atau melindungi sebuah agama tanpa sikap kritis, ini yang harus dihindarkan” kata Padre Marco

Padre Marco menjelaskan,  kalau setelah dilakukan investigasi ternyata ada hubungan dengan agama maka harus bersikap gentle, fair dan rendah hati untuk menerimanya dan bersikap kritis untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terkait, misalnya oleh karena salah paham atau salah tafsir terhadap ajaran-ajaran dan tradisi keagamaan tertentu.

“Kalau sedikit-sedikit langsung memagari agama sendiri padahal mungkin para pelaku malah menggunakan agama atau simbol-simbol keagamaan, hal semacam ini tidak akan membantu memecahkan masalah alot terrorisme dan kejahatan atas nama agama yang sayangnya kerap dan sering terjadi di negara kita. Di sini peran para pemimpin agama sangat krusial,”ungkap  Padre Marco yang saat ini menjabat Wakil Presiden Yayasan Nostra Aetate yang bertugas membentuk duta-duta Perdamaian dari berbagai agama non-Kristiani bertempat di kota Roma dan Vatikan.

Padre Marco mengatakan, pemimpin berbagai agama punya tanggungjawab yang sama yakni mengajarkan yang luhur dan mulia kepada umat agar hidup rukun, damai, tanpa kebencian, selalu mau memaafkan.

“Kalau kita justru ajarkan kebencian, maka kita bukan pemimpin-pemimpin agama, kita juga bukan orang beragama,”tegasnya.

Ditanya tentang sikap Paus terhadap peristiwa bom yang terjadi depan Gereja Katedral Makasar, Padre Marco mengatakan Paus  tidak mengutuk, namun Paus berdoa dan doa Paus memiliki pesan yang sangat kuat, bukan tanda sebuah kelemahan.

Foto Dokumentasi : Pater Markus Solo Kewuta SVD mendamping Kardinal Tauran, Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog antar Umat Beragama di Vatikan,berfoto bersama  para pemuka agama dalam Dialog Bersama Pengalaman Hidup dalam Hubungan Antar Umat Beragama di Sulawesi Selatan”, di  Makasar 24 November  2009 (Foto : Ist)

“Saya sendiri pernah mendampingi alm. Kardinal Tauran, Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog antar Umat Beragama di Vatikan, merayakan Misa Minggu pertama Advent 2009 di Katedral Makasar. Katedral penuh dengan umat sampai meluap. Lagu-lagu dan tarian indah mengiringi Misa hari itu. Pertama kali dalam hidupnya Kardinal kelahiran Perancis itu merayakan Misa dalam bahasa Indonesia,” kenang Padre Marco.

Menurut Padre Marco, dari pengalaman itu, dia tidak bisa membayangkan kemungkinan yang lebih buruk yang bisa terjadi kalau seandainya pelaku-pelaku bom Minggu 28 Maret itu, bisa masuk sampai ke wilayah dalam atau ke dalam Katedral itu sendiri persis masih berlangsung misa.

“Saya berusaha membendung rasa sedih dan haru tetapi tidak bisa. Baru pertama kali saya mengalami seperti ini. Selain memikirkan yang terburuk, dan merasa tidak sesuai dengan hakekat perayaan Minggu Palma yang adalah perayaan Raja Damai, juga saya bersyukur dalam haru terhadap kebaikan Tuhan yang menghindari malapetaka terbesar,” ungkapnya.

Dia mengajak para pemimpin agama dari berbagai agama untuk mengajarkan yang luhur dan mulia kepada umat masing-masing, jauh dari berbagai doktrin yang mengandung unsur-unsur kekerasan, terbuka terhadap perbedaan-perbedaan iman dan agama, dan kesediaan untuk saling memaafkan, agar kita semua boleh hidup rukun dan damai.

Di akhir perbincangan, Padre Marco, meminta kepada para pemuka agama dari agama apa pun untuk selalu menebarkan pesan damai.

“Katakanlah bahwa membenci itu dosa berat dan dilarang oleh agama, karena kebencian adalah awal dari berbagai bentuk kejahatan, tetaplah tenang, tidak terprovokasi, berdoa bagi musuh-musuh. Salam sejahtera,”pesannya. (ade/*bn)

 

One thought on “Markus Solo Kewuta : Agama Diharapkan Lebih Kritis dalam Menyikapi Masalah Terorisme

  1. Ya saya sangat bahagia dan terharu mendengarkan pesan dan kesan Pader Marco.semoga semua pihak bisa bekerja sama dalam memberantasi masalah yg telah terjadi di makasar.dan semoga Tuhan sudih memberi peradilan kepada siapa saja yg bekerja di balik semua peristiwa tersebut.serta mau membuka hati.para pemimpin agama semua untuk tetap berada di jalan kebenaran sebelum mereka dapat mengenal Yesus lebih dalam.semoga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PCI Papua Segera Gelar Musorprov Pilih Pengurus Baru

TIFFANEWS.COM, – Kepengurusan PCI Papua telah berakhir pada 17 MAret 2021. Meski dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI )masih memberi kesempatan untuk dilakukan Musyawarah pergantian kepengurusan paling lambat Enam bulan kedepan, namun PCI Papua langsung bergerak cepat menyiapkan agenda Musyawarah Olahraga Provinsi […]
Instagram did not return a 200.
Translate »