Menko Luhut Ungkap Peluang Kerja Sama dengan Negara Pasifik

Tukan Ben
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto : maritim.go.id)

 

TIFFANEWS.COM,- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan ada banyak peluang kerja sama yang bisa dibangun dengan negara-negara di wilayah Pasifik sebagai upaya untuk mengatasi tantangan global ke depan.

“Masih banyak bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama yang perlu dijajaki bersama oleh Indonesia dan negara-negara Pasifik untuk mengatasi tantangan dunia yang terus berubah sambil berinvestasi pada manusia dan gagasan untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah. Kita harus proaktif, adaptif, dan gesit,” kata Menko Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (29/10)

Hal itu disampaikan dalam acara The 2nd Pacific Exposition 2021 (Pameran Pasifik ke-2) yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wellington, Selandia Baru.

Tahun ini, Pacific Exposition yang bertajuk “Trade, Investment and Creative Economy Forum” itu dihadiri oleh Australia, Fiji, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Selandia Baru, dan Timor Leste.

Dalam kesempatan itu, Menko Luhut mengatakan dengan laju pemulihan ekonomi saat ini, Pemerintah Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan pulih dari kondisi tahun lalu.

“Dengan laju pemulihan ekonomi saat ini, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan pulih dari pertumbuhan negatif tahun lalu dengan pertumbuhan sebesar 3,7 persen-4,5 persen pada akhir tahun ini,” katanya.

Sementara itu, lanjut Menko Luhut, memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan akan meningkat sebesar 5,2 persen-5,5 persen dan selanjutnya tumbuh menjadi 6 persen melalui transformasi ekonomi.

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengatakan pandemi COVID-19 telah berdampak pada ekonomi dan mata pencaharian masyarakat khususnya negara-negara Kepulauan Pasifik yang sangat bergantung pada pariwisata.

“Sebuah pasar gabungan dengan 300 juta orang, kawasan Pasifik adalah kawasan yang sangat menguntungkan dan mengalahkan mesin pertumbuhan dan ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia,” katanya.

Untuk mencapai tujuan ini, menurut Dubes Tantowi, negara-negara Pasifik perlu melakukan diversifikasi melalui penguatan strategi perdagangan, investasi, dan ekonomi kreatif. Arus barang dan jasa yang lancar mendorong pertumbuhan dan memberikan kontribusi ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan Indonesia harus memanfaatkan momentum yang ada saat ini untuk bisa naik status menjadi negara berpendapatan menengah.

Ia menyebut bonus demografi yang dimiliki Indonesia akan segera berakhir, oleh karenanya sangat penting untuk memanfaatkan momentum saat ini untuk melipatgandakan PDB menjadi 12.000 dolar AS.

“Angka itu akan berakhir antara tahun 2038 dan 2040. Pada dasarnya sekarang Indonesia memiliki waktu sekitar 18 hingga 17 tahun untuk melipatgandakan PDB menjadi negara berpenghasilan tinggi,” kata Mendag Lutfi.(ant/*bn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dispora Jabar Harapkan Atlet Peparnas Bisa Sukses Seperti PON

  TIFFANEWS.COM,- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat Engkus Sutisna berharap atlet-atlet kontingen Jawa Barat yang diturunkan dalam ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021 dapat menuai kesuksesan seperti atlet Pekan Olahraga Nasional (PON). “Semoga kontingen Jawa Barat dapat mengikuti Peparnas XVI 2021 dengan lancar dan meraih […]
Translate Ā»