oleh

Michael Jakarimilena, “Kitong Pikul Sama-Sama”

-SOSOK-799 views

TIFFANEWS.COM,– Lama tak terdengar kabarnya, penyanyi dan artis asal Papua Michael Jakarimilena ternyata sedang asyik bersama si buah hatinya Mordekhai Kenbra Jakarimilena yang kini berumur 4 bulan. Bersama  buah hati  dan istrinya Floranesia Lantang,  keluarga kecil ini memikul kebersamaan menjalani hari-hari dalam masa pembatasan sosial di rumah mereka di Karawaci-Tangerang-Banten.

“Ya, saya di rumah saja. Sa pu jago kecil umur baru 4 bulan jadi sibuk jaga dia saja,” kata pemilik nama asli  Michael Herman Jakarimilena, kepada tiffanews, Minggu (24/5).

Michael terlihat sangat bahagia menikmati peran barunya sebagai seorang ayah. Di tengah pandemi covid yang membatasi pergerakan orang seperti saat ini, barangkali si buah hatinya pun selalu merasa bahagia karena memiliki kesempatan bersama ayahnya yang dikenal luas sebagai figur yang dekat dengan anak-anak.

Kesan yang melekat pada Michael yang menyukai kehidupan anak-anak bukan hal baru,  ini lantaran di setiap acara manggung, ia selalu menampilkan sikap jujur, apa adanya dan hangat ke semua orang. Jika ia melihat anak-anak di acara konser ia selalu mendekat untuk menyapa dan mengajak bicara. Jelas saja anak – anak pun suka padanya.

Michael pernah menjadi duta bahasa Indonesia untuk kelas anak-anak di Australia. Dia beberapa kali ke Australia untuk menghibur ratusan siswa Australia pecinta musik Indonesia dengan membawakan lagu-lagu populer Indonesia. Konser “Michael J Concerts in Oz 2019” di Australia merupakan  kerja sama antara KBRI Canberra, Balai Bahasa Indonesia Perth (BBIP), KJRI Perth, Westralian Indonesian Language Teachers’ Association (WILTA) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Sekalipun sebagai ayah pernah dia perankan dalam  film “Denias, Senandung di Atas Awan”, bagi Michael J demikian orang sering menyapanya, menyandang status sebagai seorang ayah untuk pertama kalinya, tentu menjadi pengalaman baru di kehidupannya.  Karena itu pula, dirinya benar menikmati masa-masa di rumah bersama keluarganya dan ingin fokus mengurus keluarga dan menghabiskan waktu lebih lama bersama buah hati pertamanya.

Di pentas musik tanah air, Michael  J memang sudah terkenal. Setelah menempati tempat kelima pada Indonesian Idol musim pertama 2004 yang ditayangkan oleh RCTI, dia mendapatkan  perhatian publik luas. Pria kelahiran Jayapura ini sukses di posisi kelima mengalahkan finalis-finalis dari daerah lain. Dia pun mendapat sapaan baru “Michael Idol” yang kadang dipakai hingga saat ini.

Michael Idol memang sudah terkenal. Dia sering diminta untuk manggung dalam pagelaran acara-acara besar. Tapi itu tidak berarti ia menolak untuk manggung di acara-acara kecil dan sederhana. Acara yang digelar kelompok kecil masyarakat pun ia pasti hadir kalau tidak bertabrakan dengan waktu yang sudah direncanakan sebelumnya. Terakhir dalam tahun ini yakni Januari 2020, sebelum pembatasan sosial karena Covid-19 , ia dan grup  NOGEI manggung di acara Beautiful Youtefa Festival.

Suara Michael memang mencerminkan betul bakat vokal penduduk Papua. Namun rupanya Michael tak hanya memiliki suara yang merdu, tercatat tiga buah film telah dia ikuti yang menampilkan kemampuan bakatnya. Michael memulai debut dalam film Denias, Senandung di Atas Awan (2006) yang dilanjutkan dengan Hattrick (2012) dan  Di Timur Matahari (2012).

Denias, Senandung di Atas Awan adalah film yang disutradari oleh John de Rantau dan diproduksi pada tahun 2006 yang menceritakan tentang perjuangan Denias , anak suku pedalaman Papua, Meraih pendidikan yang layak.. Dalam film ini, Michael berperan sebagai ayah Denias.

Hattrick (2012) adalah film sepakbola yang dibuat oleh penggemar sepak bola untuk semua pecinta sepak bola di Indonesia, Michael berperan Sebagai Markus, seorang perantau dari Papua yang direkrut ke dalam team Garuda Besi perwakilan Indonesia di kompetisi underground futsal international.

Seiring dengan masa-masa di rumah bersama buah hatinya, Miki  sapaan  akrab Michael, proses kreatifnya tak terputus. Beberapa waktu belakangan ini, Miki  dan Stephen Wally baru saja keluarkan single dari group NOGEI,  single kedua  berjudul “Sio Kekasihku” lagu ciptaan Robby Sawaki.

“Sio Kekasihku,” dulunya berjudul “Buah Hatiku”,dinyanyikan kembali oleh Nogei Miki J  dan  Stephen Irianto Wally.

“Ini adalah single kedua kami yang diproduksi secara indie oleh Wally Audioworks,” ungkap Miki

Miki mengungkapkan, selain merilis  “Sio Kekasihku,” , ia bersama Stephen Wally juga sedang menggarap “kerja proyek” bersama kumpul-kumpul musisi Papua, namanya “Papua United” dengan lagu berjudul “Kitong Pikul Sama-Sama”.

“Yang kedua ini segera rilis, Kaka Stephen lagi dalam tahap editing video dan mixing mastering audio. Semoga lagu ini bisa kasih semangat masyarakat agar tetap bertahan dan jaga kesehatan, tetap kuat menghadapi badai Covid-19,” harap Miki.

Kepada penggemarnya juga masyarakat umum, Miki berpesan agar selama masa Covid-19 ini  tetap  menjaga kesehatan dan mematuhi protocol kesehatan dan hindari stress serta kecemasan, sebab hanya dengan kesehatan kita bisa bertahan menerima hidup yang terus berubah ini.

“Jaga kesehatan baik fisik, mental maupun rohani. Tunggu COVID-19 ini usai dan kita akan bernyanyi kembali di Papua. Rindu kami buat kalian di sana ” ujarnya

Di akhir pembicaraan tak lupa ia menyampaikan “selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin”. (Che/Bn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed