Noken Sebagai Ikon Cinderamata PON XX Papua, Ini Kata Titus Pekei

Tukan Ben
Titus Pekei.

TIFFANEWS.COM,- Budayawan Papua Titus Pekei mengingatkan para penyelenggara PON XX Papua untuk menyosialisasikan nilai-nilai noken yang akan dijadikan cinderamata dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON)  XX Papua yang  berlangsung 2-15 Oktober 2021.

Selain penjelasan pada nilai Noken, pemerintah di empat klaster penyelenggaraan PON, diantaranya Mimika, Merauke, Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura dapat  memberikan tempat kepada mama-mama pembuat noken agar semua yang terlibat dalam PON kali ini dapat  memiliki satu jalinan ikatan sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam noken.

“Saya menyambut baik inisiatif dengan menjadikan noken sebagai cinderamata PON XX.  Hanya saja, akan lebih bermakna jika disertai dengan penjelasan akan nilai yang terkandung di balik noken. Bagi orang asli Papua barangkali tidak masalah, tapi bagi orang luar Papua bisa saja mengira noken adalah tas biasa yang sekedar diberi corak dan gambar khas Papua,” kata Titus Pekei melalui rilisnya yang diterima tiffanews, Sabtu (19/6).

Penggagas Noken sebagai warisan budaya Unesco ini menjelaskan, sosialisasi akan nilai yang terkandung dalam noken dimaksudkan agar noken itu tidak dipahami sekadar tas melainkan hasil dari suatu kearifan budaya yang di dalamnya terkandung makna-makna atas karya, cipta dan karsa masyarakat asli Papua.

Noken merupakan kerajinan tradisional yang dimiliki orang Papua karena hampir semua suku yang ada di Papua memiliki kerajinan sejenis ini dengan motif dan fungsi yang beragam sesuai dengan kondisi setiap wilayah.

Ada tiga jenis noken yakni Noken rajut, anyam dan nyulam dengan bahan-bahan yang diambil dari alam berupa tumbuh-tumbuhan, seperti pandan, anggrek, dan lain-lain dari hutan-hutan Papua.

Bagi masyarakat asli Papua, lanjut Titus, noken mengandung banyak nilai filosofis dan budaya yang selalu menemani anak Papua ke mana ia pergi dan terjalin satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam kehidupan mereka. Begitu pun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, adat dan budaya, noken memiliki peran yang sangat berarti.

Keberadaan noken Papua menjadi penanda akan identitas asli Papua untuk selalu dihargai sesuai harkat dan martabatnya sebagai manusia  dan sebagai makhluk Tuhan.

Dari noken setiap anak Papua,  tahu dan selalu diingatkan akan hubungan manusia dengan alam yang tak terpisahkan. Dalam hubungan sesama manusia, noken memberi tahu tentang arti kejujuran dan kebenaran, ketulusan dan nilai berbagi,

“Jadi jelas, bahwa noken yang menjadi cinderamata dalam PON XX merupakan simbol  bagaimana penyelenggaraan PON ini terwujud dalam suatu ketulusan, dan kesediaan untuk berbagi kepada siapa saja. Sementara berhubungan dengan olahraga, noken juga memberi arti pada nilai sportivitas yang juga sudah dikenal oleh masyarakat Papua dalam budayanya,” ungkap Titus.

Titus menuturkan, berbeda dengan pemberian cinderamata umumnya, pemberian cinderamata dengan noken, mengharuskan adanya hubungan timbal balik antara pemberi dan penerima, sebagaimana mama mama pembuat noken membuat noken untuk anak-anaknya.

Di sini, lanjut Titus, sang penerima cinderamata harus benar tahu dan sadar bahwa yang membuat noken itu adalah mama-mama dan bapa-bapa asli Papua yang dengan kepolosan mau memberi sesuatu yang berarti dari hidup mereka. Perasaan dan pemahaman semacam inilah yang menciptakan suatu hubungan timbali balik yang dimaksud.

“Karena itu dalam perhelatan PON  ini, saya menyarankan agar pemerintah dan lebih khusus penyelenggara PON di semua klaster perlu memperhatikan, melibatkan serta memberi tempat bagi para pengrajin noken untuk menyediakan noken yang akan dijadikan cinderamata,”jelas Titus, penulis buku Manusia MEE di Papua dan buku Cermin Noken Papua ini. (*bn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ketua Bidang 1 PB PON: Penyerahan Anggaran Kepada Sub PB PON Bukan Hanya Soal Dana Tetapi Tanggung Jawab

TIFFANEWS.COM – Ketua Bidang I pada Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Papua, Dr.Yusuf Yambe Yabdi.,S.T, M.T menyatakan, penyerahan tugas dan fungsi yang disertai dengan anggaran dari PB PON kepada Sub PB PON beberapa waktu lalu, hendaknya tidak hanya berfokus kepada soal anggaran saja. Namun, juga beban tanggung […]
Instagram did not return a 200.
Translate »