Optimisme Pengrajin Lokal Songsong PON XX Papua

Tiffa News

Oleh : Risma Junichy Nammu*

PEKAN  Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 Papua yang merupakan ajang uji kmampuan para atlet yang berdatangan dari seluruh penjuru Tanah Air Indonesia disambut penuh optimisme seluruh lapisan masyarakat penghuni  Bumi Cenderawasih ini, khususnya para pengrajin lokal yang akan tampil memperkenalkan Tanah Papua melalui berbagai hasil kerajinan dibidang seni lukis dan  seni ukir (pahat)  yang semuanya  menggambarkan betapa kayanya nilai budaya dan panorama alam yang sangat indah memesona.

Tokoh adat masyarakat Suku Sentani, Kabupaten Jayapura,  Yanto Eluay  berpendapat, Pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Jayapura harus dapat menyiapkan fasilitas pendukung, sarana prasarana bagi para pengrajin lokal agar mereka dapat  memasarkan hasil kerajinan mereka sendiri dibidang seni lukis dan ukir seperti seni lukis kulit kayu, seni pahat, seni membatik dengan motif fauna dan flora Tanah Papua dan berbagai hasil kerajinan lainnya.

”Kampung Harapan di Kabupaten Jayapura harus dikelola dan ditata sedemikian rupa agar dapat  menjadi kawasan wisata berbasis kerajinan tangan seperti  lukisan di atas  kulit kayu,  dan berbagai hasil kerajinan lainnya yang dapat  menjadi cenderamata bagi para atlet, offcial dan tamu undangan yang berdatangan dari seluruh penjuru Tanah Air,” Kata Yanto Eluay.

Tidak hanya itu,  kuliner khas Papua antar lain:  papeda, kue sagu, ulat sagu, ikan asar, keladi tumbuk, dan sebagainya.

Tidak hanya kuliner khas Papua dan hasil kerajinan lukis di atas kulit kayu, tetapi juga berbagai motif batik Papua dapat dijadikan cenderamata bagi para atlet dan official serta para tamu undangan PON XX Tahun 2021 mendatang.

Dalam rangka menyongsong pesta olahraga akbar tingkat nasional itulah maka Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop dan UKM) Kabupaten Jayapura telah menggelar pelatihan membatik bagi warga masyarakat lokal. Tujuannya, agar para pembatik lokal dari berbagai wilayah di Kabupaten Jayapura dapat  meningkatkan kreativitasnya sekaligus menambah penghasilan dari usaha membatik. Pelatihan membatik diadakan di Sanggar Batik “Telaga Ria” – Sentani.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw  sendiri merasa optimis, nantinya di setiap venue (arena) cabang olahraga yang dipertandingkan akan didirikan tenda-tenda jualan hasil kerajinan warga masyarakat lokal Papua.

“Mereka dapat  berjualan cenderamata seperti , kain batik motif Papua, kerajinan tangan noken dan lukisan di atas kulit kayu, dan berbagai macam kuliner khas Papua,” katanya.

Menurut rencana, puluhan ribu orang akan berada di Kabupaten Jayapura  pada saat pembukaan dan penutupan PON XX tahun 2021 yang berlangsung pada 2-15 Oktober mendatang. “Penyelenggaraan PON XX harus dapat  memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat Papua,” harap Mathius.

Hal yang lebih penting lagi,  lanjut  Mathius,  masyarakat Kabupaten Jayapura  harus sudah divaksin  terkait pandemi Covid-19 dan disiplin dalam menjalankan prosedur kesehatan (Prokes), sehingga ketika  mereka melayani tamu, maka para tamu akan merasa aman dan nyaman berada di Tanah Papua ini. “Jadi ada target sukses PON XX yang ingin kita gapai bersama yakni  sukses prestasi, sukses administrasi, sukses ekonomi, dan sukses mengatasi pandemi Covid-19,” tuturnya.

Sedangkan di Kota Jayapura, banyak hotel akan berkontribusi dengan menampilkan hasil-hasil kerajinan dari sektor UMKM di Kota Jayapura.

Bentuk kontribusi hotel terhadap UMKM – UMKM lokal adalah dengan memberikan tempat di area hotel untuk menyediakan atribut khas daerah Papua yang dapat memperkenalkan kearifan lokal kepada para atlet nasional.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemkab Mimika, Ida Wahyuni mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai cenderamata (suvenir) untuk dipasarkan pada kesempatan PON XX, mulai dari noken (tas tradisional masyarakat Papua) yang dipadu dengan bordiran PON lalu,  kaos bermotif Papua dan sebagainya.

“Dalam momen PON XX kita ingin tonjolkan kearifan lokal yang ada di Klaster Mimika,” kata Ida.

Tokoh masyarakat adat Sentani, Moses Ohee berpendapat,  apalah artinya fasilitas yang megah dan besar  yang dibangun sebagai sarana dan prasarana olaraga PON XX diberbagai klaster PON namun tidak berdampak positif bagi masyarakat sekitar bangunan tersebut.

”Pembangunan  berbagai sarana dan prasarana PON diberbagai klaster harus diiringi dengan  memberdayakan masyarakat lokal sehingga  para atlet dan  tamu-tamu yang datang dapat  mengetahui bahwa kehadiran mereka di sini sungguh-sunguh  diterima oleh masyarakat lokal asli Papua melalui pemasaran berbagai hasil kerajinan mereka sendiri,” kata Moses.

Pesta akbar olahraga tingkat nasional empat tahunan PON XX Tahun 2021 dimana Papua menjadi tuan rumahnya kiranya dapat membawa kemaslahatan bagi seluruh lapisan masyarakat di Tanah Papua, khususnya bagi rakyat kecil dan sederhana yang adalah pengrajin lokal Papua. Rakyat kecil dan sederhana itulah yang akan benar-benar merasakan betapa bermanfaatnya PON XX bagi mereka, selain bermanfaat bagi para atlet itu sendiri.

*Risma Junichy Nammu:  Mahasiswa FMIPA UNCEN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Beri Rasa Aman, Aparat TNI-Polri Gelar Patroli Di Kepulauan Yapen

TIFFANEWS.COM – Dalam rangka memberikan rasa aman kepada warga masyarakat di wilayah Kab. Kep. Yapen, Kodim 1709/Yawa bersama dengan Polres Kepulauan Yapen melaksanakan kegiatan patroli gabungan, Kamis (08/07/2021). Perwira Seksi Operasi Kodim 1709/Yawa Kapten Inf Edi Beni Kristian menyampaikan bahwa kegiatan patroli gabungan yang melibatkan personel dari Kodim 1709/Yawa, Koramil […]
Instagram did not return a 200.
Translate »