oleh

Paslon Didiskualifikasi KPU Pusat, Situasi Boven Digoel Memanas

-BERITA-102 views

TIFFANEWS.COM,- Proses pemilihan kepala daerah Kabupaten Boven Digoel memanas menjelang Pilkada serentak.

Kondisi tersebut dipicu adanya massa yang tidak menerima keputusan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) yang membatalkan keikutsertaan salah satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati dalam proses Pilkada di Kabupaten Boven Digoel, Papua.

Adapun pasangan calon bupati dan wakil bupati tersebut adalah Yusac Yaluwo dan Yakob Yeremba dengan nomor urut 4. Keputusan pembatalan itu tercantum dalam Keputusan KPU RI Nomor 584/PL.02.2-Kpt/06/KPU/XI/2020. Keputusan itu ditandatangani pada 28 November 2020.

Dalam keputusan itu, KPU hanya mengesahkan tiga pasangan calon, yakni Hengki Yaluwo-Lexi Romel Wagiu, Chaerul Anwar Natsir-Nathalis B. Kake, dan Martinus Wagi-Isak Bangri.

Pasangan calon Yusac Yaluwo dan Yakob Yeremba dinyatakan tidak bisa mengikuti pesta demokrasi sebagai peserta Pilkada Serentak 2020 oleh KPU RI, lantaran pernah terjerat kasus korupsi.

Atas keputusan tersebut, pada 29 November para pendukung pasangan calon nomor urut 4 mengamuk dan melakukan aksi pemblokiran jalan serta pembakaran ban di pusat kota, Tanah Merah, Boven Digoel, Papua.

Pada Senin, (30/11), massa yang tidak terima dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tersebut, kembali melakukan aksi  hingga membakar rumah salah satu paslon, nomor urut 02.

Dalam aksinya massa meminta KPU RI bertanggung jawab atas putusannya, pasalnya kedua pasangan calon yang mereka dukung telah mendaftar dan dinyatakan lolos oleh KPU Boven Digoel dan KPU Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, polisi mengimbau kepada masyarakat dan para pendukung pasangan calon agar menempuh jalur hukum.

Kepolisian juga mengimbau kepada warga untuk turut ikut menjaga ketertiban dan keamanan di Boven Digoel agar berlangsung kondusif.  (*bn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed