Pemkab Jayawijaya Motivasi Pemuda OAP Produktif dalam Dunia Kerja

Tukan Ben
Lukas Kossay saat memberikan sambutan pada kegiatan yang melibatkan pemuda-pemudi OAP. (Foto : ANTARA/Marius Frisson Yewun)

TIFFANEWS.COM, – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua memotivasi pemuda Orang Asli Papua (OAP) untuk produktif dalam dunia kerja sehingga mampu bersaing dengan warga perantau yang berada di daerah ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Jayawijaya Doktor Lukas Kossay di Wamena, Kamis (15/7), mengatakan status sarjana saja tidak cukup dalam dunia kerja saat ini sebab harus didukung dengan kualitas, kuantitas dan produktivitas.

“Saya harap mari adik-adik OAP kalian belajar, belajar dan banyak baca. Anda sudah mengikuti sistem teknologi lalu harus dipraktikkan supaya kinerja anda kelihatan dan anda juga dapat diterima dimana anda hendak melamar pekerjaan, baik di swasta maupun pemerintah,” katanya.

Pada kegiatan pengukuran produktivitas daerah untuk mengukur kompetensi dan produktivitas tenaga kerja orang asli Papua (OAP) di Jayawijaya, ia mengatakan sejumlah pemuda OAP sulit diakomodir dalam dunia kerja yang disediakan lembaga swasta  karena tidak disiplin, tidak memiliki kemampuan serta tidak menunjukkan etika yang baik dalam dunia kerja.

“Kita tekankan kepada adik-adik kita asli Papua, seperti ketidak disiplinan, kontrak kerja tidak sesuai kontrak, dia kerja baru satu-dua minggu tetapi mengharapkan upah dibayar sama dengan teman-temannya yang sudah lama bekerja. Hal-hal ini yang terus kita berikan pemahaman-pemahaman,” katanya.

Pada kegiatan yang menghadirkan pekerja swasta yang merupakan orang asli Papua itu, Lukas Kossay mengingatkan tentang Peraturan Menteri Ketenagakerjaan terkait produktivitas tenaga kerja.

Menurut Lukas, Pemerintah Jayawijaya belum banyak memberikan praktik-praktik kepada pencari kerja karena keterbatasan sarana dan prasarana namun kegiatan sosialisasi serta pendampingan atas masalah yang dihadapi terus dilakukan.

“Saat ini pemerintah juga mengupayakan, mudah-mudahan kita di Wamena memiliki balai latihan kerja (BLK). Ini kewajiban pemerintah dan sementara kita lagi bergumul, kirannya bisa terwujud di Tahun 2021 ke depan,” katanya.

Kegiatan sehari yang berlangsung di Hotel Grend Sartika itu mengedepankan protokol pencegahan COVID-19 misalnya wajib menggunakan masker serta menjaga jarak antara satu perserta dengan peserta lain. (ant/*bn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Puan: RUU Otsus Papua Perbaiki Pelaksanaan Otonomi Khusus

TIFFANEWS.COM, – Ketua DPR RI Puan Maharani menilai perubahan kedua UU nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua diharapkan dapat memperbaiki dan menyempurnakan berbagai kekurangan dalam pelaksanaan Otsus selama 20 tahun lalu. “Perbaikan itu agar lebih tepat sasaran dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat masyarakat di Papua khususnya […]
Instagram did not return a 200.
Translate »