Pengamat : Penunjukan Plh Gubernur Papua Tidak Perlu Diributkan

Tukan Ben
Arsip Foto : Gubernur Papua, Lukas Enembe, Sekda Papua Dance Yulian Flassy dan Penjabat Sekda Papua, Doren Wakerkwa (Tidak tampak pada foto) usai pertemuan di Gedung Negara, Jayapura, Papua, Jumat (5/3/2021)

TIFFANEWS.COM,-  Penunjukan Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Dance Yulian Flassy sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Papua dinilai sudah berdasarkan aturan yang berlaku sehingga tidak perlu diributkan.

Pengamat Kebijakan Publik Stanislaus Riyanta  mengatakan penunjukan Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Dance Yulian Flassy sebagai Pelaksana Harian (Plh) sudah berdasarkan aturan yang berlaku lantaran Gubernur Lukas sedang sakit dan Wakil Gubernur Klemen Tinal meninggal dunia.

“Dengan situasi tersebut maka pemerintah pusat wajib untuk menunjuk kepemimpinan sementara di Provinsi Papua agar tidak terjadi kekosongan kekuasaan,” kata Stanislaus  kepada wartawan, Sabtu (26/6) seperti dilansir Tribunnews.com.

Kandidat Doktor Kebijakan Publik Universitas Indonesia ini meminta penunjukan Sekda sebagai Plh tidak perlu diributkan atau ditolak. Penunjukan itu murni untuk kepentingan masyarakat dan kondisi Papua yang saat ini sangat dinamis.

“Jangan memprovokasi masyarakat bahwa Gubernur Papua diganti. Jangan membuat bingung masyarakat. Ketika Lukas Enembe sembuh dan kembali ke Papua maka jabatan Pelaksana Harian akan berakhir. Ini sangat wajar dan sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Stanis.

Stanis menjelaskan, Keputusan menunjuk Sekda Dance Yulian Flassy sebagai Pelaksana Harian (Plh) untuk tetap menjaga agar pemerintahan di Papua tetap berjalan.

Untuk diketahui, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan surat keputusan penunjukan Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Dance Yulian Flassy, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Papua, pada Kamis (24/6/2021).

Merespons hal itu, Juru Bicara Gubernur Papua Lukas Enembe,  Muhammad Rifai Darus, menyatakan Gubernur Lukas Enembe menyayangkan penunjukan tersebut.

“Hingga hari ini perlu ditegaskan bahwa Bapak Lukas Enembe masih aktif sebagai Kepala Daerah Provinsi Papua. Gubernur Papua menyayangkan adanya Surat Mendagri melalui Dirjen OTDA tentang penunjukan Plh Gubernur Papua,” ujarnya di Jayapura, Jumat (25/6). (*bn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kapasitas Rivai Darus Selaku Juru Bicara Gubernur Papua Dipertanyakan

TIFFANEWS.COM,- Pemerhati Pemerintahan Daerah, Habelino Sawaki, SH., MSi (HAN) mempertanyakan legalitas dan kapasitas seorang Muhammad Rivai Darus, SH selaku Juru Bicara Gubernur Papua. Menurutnya, dalam satu bulan ini narasi yang disampaikan Rivai Darus tergambar jelas adalah pikiran diri pribadi yang dapat mengganggu kerja birokrasi dan akibatnya berimplikasi ke pelayanan publik. […]
Instagram did not return a 200.
Translate »