oleh

Percepat Uji Swab Covid-19, Abisai Rollo Sarankan Pemkot Jayapura Beli Alat PCR

-BERITA-151 views

TIFFANEWS.COM-Terus meningkatkanya jumlah pasien Covid-19 di Kota Jayapura kini kembali mendapatkan perhatian serius dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jayapura, Abisai Rollo.

Menurut Abisai, penyebaran Covid-19 di Kota Jayapura tentu juga menjadi pusat perhatiaan dari pihknya di DPRD untuk memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Tim Gugus Tugas Covid-19 dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di masyarakat Kota Jayapura.

“Jadi saat ini banyak orang yang bertanya tentang pelaksanaan rapid test, sehingga saya berpendapat bahwa untuk pengunaan alat rapid test tersebut dipertimbangkan kembali oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura,”ungkap Abisai Rollo.

Rollo menyampaikan, alat rapid test ini digunakan sebagai test awal untuk mendeteksi Covid-19. Namun hasil rapid test ini bukan menjadi acuan bahwa seseorang itu positif Covid-19 walaupun hasilnya reaktif. Bisa saja dia positif karena ada bawaan penyakit lainnya.

“Yang bisa menentukan dia positif Covid-19 harus ada pemeriksaan swab-nya lagi dengan menggunakan alat PCR. Terkadang dari hasil rapid test-nya reaktif,  begitu dilakukan pemeriksaan sampel swab-nya melalui alat PCR dia negatif,” terang Rollo.

Atas dasar ini pihaknya menyarankan agar Pemerintah Kota Jayapura sebaiknya membeli alat PCR sendiri dan itu jauh lebih baik, sehingga dengan begitu akan mempermudah pengujian terhadap sampel swab pasien Covid-19 di Kota Jayapura.

Kata Rollo, ketika Pemerintah Kota Jayapura memiliki alat PCR sendiri, maka tidak lagi bergantung pada RSUD Jayapura untuk menunggu hasil swab pasien yang diperiksa dengan metode polymerase chain reaction (PCR) oleh pihak Laboratorium Balitbangkes Provinsi Papua.

Sementara itu dengan keberadaan alat PCR itu nanti juga akan mempermudah dan mempercepat pengujian sampel swab pasien yang diduga maupun terjangkit Covid-19.

Sebab selama ini pengujian sampel swab yang dilakukan terhadap pasien di Kota Jayapura dikirim ke Laboratorium Balitbangkes di RSUD Jayapura. Kendatipun proses pengiriman sampel swab-nya tidak memakan waktu lama, tetapi pemeriksaan di Laboratorium Balitbangkes Provinsi Papua  juga mesti menunggu antrean sampel swab dari pasien daerah lain yang dikirim dari beberepa Kabupaten di Papua ini.

Lanjut Rollo, akibat hasil pemeriksaan swab yang terlalu lama keluar tersebut, maka kini Pemerintah Kota Jayapura harus memakai salah satu hotel di Kota Jayapura untuk melakukan karantina bagi bagi pasien yang reaktif rapid test.

“Kalau kita punya alat PCR sendirikan setelah rapid test kita bisa langsung lakukan swab dan dalam jangka waktu satu atau dua hari sudah diketahui hasilnya apakah positif atau negatif. Sehingga tidak perlu lagi kita harus tampung warga ini di hotel terlalu lama. Terkecuali bagi pasien yang memang hasil swab-nya itu positif dari hasil PCR,” tuturnya.

Rollo menyampaikan, ketika hasil swab-nya ini dipercepat, sehingga Pemerintah Kota Jayapura tidak perlu lagi menampung banyak orang di hotel, karena itu menyebabkan beban biaya yang sangat besar. Karena dari semua pasien yang ditampung di hotel itu setelah dilakukan swab tidak semua positif Covid-19. Tetapi karena hasil swab-nya lama keluar, sehingga mereka juga harus tinggal di hotel dengan waktu yang cukup lama saat ini.

“Kalau memang alat PCR ini harganya cukup mahal, kita juga harus minta bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua. Dengan adanya alat swab sendiri maka itu sangat membantu masyarakat Kota Jayapura dalam pemeriksaan Covid-19 yang terus digencar oleh Gugus Tugas Kota Jayapura,” tutup Rollo.(ans).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed