PPKM Darurat, UMKM Didorong Manfaatkan Platform Digital

Tukan Ben

TIFFANEWS.COM,-  Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) didorong untuk memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan transaksi selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Konsultan pemasaran digital Adi Saraceno, di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (16/7) mengatakan bahwa, dengan adanya pembatasan kegiatan masyarakat, pelaku UMKM harus memanfaatkan platform digital untuk mendapatkan konsumen.

“Mau tidak mau, harus masuk ke sektor digital untuk bertahan, atau bisa bergerak perlahan. Karena selama pandemi, mobilitas terbatas, utamanya pada masa PPKM Darurat,” kata Adi.

Adi menjelaskan, dengan memanfaatkan platform digital tersebut, para pelaku UMKM bisa berinteraksi dengan para calon konsumen, dan membuka peluang untuk memasarkan produk-produk buatan mereka.

Ilustrasi belanja online. (pixabay.com)

Menurutnya, kebanyakan para pelaku UMKM yang ada, masih fokus pada proses produksi dibandingkan memasarkan produk mereka melalui platform digital. Selain itu, penjualan secara langsung juga masih menjadi fokus utama para pelaku UMKM.

Saat ini, lanjutnya, mayoritas pelaku UMKM khususnya yang ada di wilayah Kota Malang, masih melakukan sistem penjualan secara offline. Sementara pada masa PPKM Darurat, mobilitas masyarakat dibatasi yang juga berdampak terhadap pelaku UMKM.

“Sesungguhnya mereka sangat terdampak PPKM Darurat dikarenakan adanya pembatasan mobilitas. Mereka tidak bisa bertransaksi secara offline,” katanya.

Oleh karena itu, para pelaku UMKM di wilayah Kota Malang diharapkan bisa memanfaatkan platform digital agar usaha mereka tetap berjalan selama masa PPKM Darurat. Sesungguhnya, peluang pasar pada platform digital, hingga saat ini masih terbuka lebar.

“Pasar masih luas, terbuka lebar. Hanya berpindah jalur, dari offline menuju online,” ujarnya.

Salah satu kunci untuk mendatangkan pembeli dengan memanfaatkan platform digital, adalah dengan memperkuat lalu lintas pengunjung secara virtual, dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Youtube, termasuk lewat aplikasi perpesanan WhatsApp.

“Untuk saat ini, bisa menggunakan pesan berantai pada aplikasi perpesanan. Itu dilakukan kepada seluruh kontak yang ada di telepon seluler pelaku UMKM. Dalam jangka pendek, itu yang bisa dilakukan,” kata pemilik Goopack Rumah Kemasan itu.

Saat ini, di wilayah Kota Malang tengah menerapkan PPKM Darurat dalam upaya untuk menekan penyebaran COVID-19. Pengetatan mobilitas dilakukan pada wilayah perbatasan, termasuk dengan Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Meskipun dilakukan pengetatan mobilitas, namun sektor jasa layanan antar daring termasuk logistik, diperbolehkan untuk beroperasi, yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengantarkan barang hasil produksi mereka ke konsumen.(ant/*bn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ini Rahasianya Jika Mau Bisnis UMKM Tetap Tumbuh di Saat Pandemi

Oleh : Baratadewa Sakti P Praktisi Keuangan Keluarga & Pendamping Bisnis UMKM Pengusaha UMKM sebagai ujung tombak keluarga dan bisnisnya, tentu sangat diharapkan menjadi lokomotif pendongkrak kesejahteraan, meskipun saat ini masih harus berhadapan dengan situasi yang sulit akibat merebaknya pandemi di Indonesia. Walaupun demikian pebisnis UMKM diharapkan tetap bisa mandiri […]
Instagram did not return a 200.
Translate »