oleh

Presiden Lantik Laurentius Amrih Jinangkung Jadi Duta Besar Vatikan

-BERITA-64 views

TIFFANEWS.COM,- Presiden Joko Widodo melantik Laurentius Amrih Jinangkung sebagai Duta Besar RI untuk Tahta Suci, Vatikan.  Laurentius Amrih Jinangkung adalah salah satu dari 20 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) RI yang dilantik Presiden di Istana Negara Jakarta, Senin, (14/9).

Pengangkatan para duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) RI ini tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 91/P Tahun 2020 tanggal 11 September 2020, 92/P dan 93/P Tahun 2020 tanggal 14 September 2020 tentang Pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia yang dibacakan oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut mengambil sumpah bagi seluruh duta besar untuk negara sahabat yang dilantik pada hari ini.

“Saya bersumpah/berjanji bahwa saya untuk diangkat menjadi duta besar luar biasa dan berkuasa penuh akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden Joko Widodo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada para duta besar.

Laurentius Amrih Jinangkung mengawali karir sebagai pegawai Departemen Luar Negeri Republik Indonesia. Ia menamatkan SMA De Britto Jogyakarta dan UGM dan melanjutkan pendidikan Master di bidang Hukum di Cornell Law School – Cornell University, New York, Amerika Serikat.

Laurentius Amrih Jinangkung (Foto : katolikpedia.id)

Laurentius pernah bekerja di Kedutaan Besar RI Belanda. Dari situ ia pindah tugas menjadi staf di Kedutaan Besar RI Wina, Austria. Terakhir dia adalah Direktur Hukum dan Perjanjian Ekonomi RI.

Sebagai duta besar, Laurentius menggantikan Antonius Agus Sriyono yang telah mengakhiri tugas dan telah pula berpamitan dengan dengan Paus Fransiskus di Wisma Santa Marta, Vatikan, Sabtu (9/5/2020) lalu.

Pada pertemuan itu, Paus Fransiskus menyampaikan harapannya agar bisa mengunjungi Indonesia tahun depan, usai situasi aman dan covid-19 berakhir. Awalnya, Paus Fransiskus merencanakan untuk mengadakan kunjungan Apostolik ke Indonesia, Papua Nugini dan Timor Leste pada September 2020 ini. Namun karena merebaknya covid-19, rencana tersebut akhirnya diundur.

Itulah sebabnya, salah satu agenda Laurentius sebagai duta besar Vatikan adalah membuat program kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia.

Untuk diketahui, kedua puluh nama Dubes LBBP RI yang dilantik Presiden di Istana Negara Jakarta, Senin, (14/9, diantaranya :

  1. Laurentius Amrih Jinangkung, S.H., LL.M., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Tahta Suci Vatikan, berkedudukan di Vatikan;
  2. Dr. Ratu Silvy Gayatri, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Finlandia merangkap Republik Estonia, berkedudukan di Helsinki;
  3. Kamapradipta Isnomo, B.A., M.A., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Swedia merangkap Republik Latvia, berkedudukan di Stockholm;
  4. Adam Mulawarman Tugio, S.H., LL.M., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Islam Pakistan, berkedudukan di Islamabad;
  5. Ridwan Hassan, S.E., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Negara Qatar, berkedudukan di Doha;
  6. Mayjen TNI (Purn) Dr. Imam Edy Mulyono, M.Sc., M.S.S., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Bolivarian Venezuela merangkap Persemakmuran Dominika, Grenada, Saint Lucia, Saint Vincent dan The Grenadines, serta Republik Trinidad dan Tobago, berkedudukan di Caracas;
  7. Sukmo Harsono, S.E., M.M., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Panama merangkap Republik Honduras, Republik Kosta Rika, dan Republik Nikaragua, berkedudukan di Panama City;
  8. Muhammad Lutfi, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Amerika Serikat, berkedudukan di Washington D.C.;
  9. Dr. Drs. Mohamad Hery Saripudin, M.A., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Kenya merangkap Republik Demokratik Kongo, Republik Federal Somalia, Republik Uganda, United Nations Environmental Programme (UNEP), dan United Nations Human Settlements Programme (UN-HABITAT), berkedudukan di Nairobi;
  10. Drs. Ronny Prasetyo Yuliantoro, M.A., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Islam Iran merangkap Republik Turkmenistan, berkedudukan di Tehran;
  11. Drs. Hermono, M.A., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Malaysia, berkedudukan di Kuala Lumpur;
  12. Ir. Suryopratomo, S.H., LL.M., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Singapura, berkedudukan di Singapura;
  13. Hildi Hamid, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Azerbaijan, berkedudukan di Baku;
  14. Drs. Wisnu Edi Pratignyo, M.A., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Namibia merangkap Republik Angola, berkedudukan di Windhoek;
  15. Drs. Mayerfas, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Belanda merangkap Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW), berkedudukan di Den Haag;
  16. Dr. Andri Hadi, S.H., LL.M., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Belgia merangkap Keharyapatihan Luksembourg, European Union (EU), World Customs Organization (WCO), dan organisasi-organisasi internasional lainnya di Brussels, berkedudukan di Brussels;
  17. Herry Sudradjat, S.H., M.B.A., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Mozambique merangkap Republik Malawi, berkedudukan di Maputo;
  18. Denny Abdi, S.E., M.Si., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Sosialis Vietnam, berkedudukan di Hanoi;
  19. Mohamad Irzan Djohan, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kesultanan Oman merangkap Republik Yaman, berkedudukan di Muscat; dan
  20. Drs. Agung Kurniadi, M.A., sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Ekuador, berkedudukan di Quito.

(bn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed