PT Tani Murni Dorong Petani Papua Mandiri dengan Benih Berkualitas

Tukan Ben
Marketing Manager PT Tani Murni Indonesia Yudi Kudarto menunjukkan produk benih yang akan dikenalkan ke petani di Papua. (Foto : ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

 

TIFFANEWS.COM,-  PT Tani Murni Indonesia berupaya mendorong para petani di Papua khususnya di dua wilayah dataran tinggi yakni Dogiyai dan Jayawijaya untuk bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan komoditas sayuran dengan menyuplai benih yang berkualitas.

Marketing Manager PT Tani Murni Indonesia Yudi Kudarto mengatakan para petani di kawasan tersebut mengalami kendala dalam mendapat benih yang berkualitas. Selain itu, keterbatasan akses dan juga informasi menjadi masalah lainnya.

“Kami hadir di Papua untuk membantu dan meningkatkan pendapatan para petani di sana, caranya dengan memperbaiki jaringan distribusi benih dan memberikan benih yang berkualitas,” kata Yudi di Cimahi, Jawa Barat, Senin (6/12), sebagaimana dikutip dari Antara.

Produsen benih asal Bandung itu bekerjasama dengan lembaga Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Incomes trough Support for Markets in Agriculture (PRISMA) yang sudah mendalami permasalahan untuk mengentaskan kemiskinan di Papua.

Nantinya para petani di Papua akan diberikan solusi berupa edukasi dengan menugaskan dua orang staf dari Tani Indonesia yang merupakan warga asli Papua untuk menyebarkan informasi soal pentingnya meningkatkan kualitas sayuran.

“Kami juga ingin memberikan edukasi tentang cara budidaya yang efektif dan berdaya guna melalui penggungaan benih berkualitas yang sudah mempunyai ketahanan dan efisiensi dalam pemberian pupuk,” katanya

Contohnya, kata Yudi, pihaknya memiliki produk benih untuk membudidayakan sayuran kubis.

Menurutnya benih itu bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas komoditas kubis asli Papua. Karena menurutnya selama ini yang menjadi permaslaahan tanaman dari Papua adalah kurang memiliki daya tahan yang tinggi ketika pendistribusian.

“Karena kalau dari Papua itu aksesnya cukup sulit, lalu kubisnya diangkut ke kontainer, itu butuh tekstur kubis yang kuat dan lentur, jadi cocok di sana,” kata Yudi.

Selain itu, bisa meningkatkan produksi hingga 20 persen dari biasanya. Namun, kata dia, hal tersebut tergantung kepada aspek ketinggian dataran tempat penanaman.

Sementara itu, Head of Portfolio PRISMA Gracia Christie Napitupulu mengatakan saat ini di Papua pun banyak masyarakat yang bermukim di dataran tinggi melakukan aktivitas pertanian.

Tetapi menurut Gracia, sayuran yang dihasilkan masih kerap belum memenuhi keinginan konsumen dari aspek kualitasnya.

“Komoditas yang banyak dicari itu pakcoy, tomat, di sana tomat banyak yang kecil-kecil, tapi banyak orang mencarinya yang besar,” kata Gracia.

Sehingga saat ini kebutuhan sayuran di Papua itu masih bergantung ke daerah lainnya. Padahal menurutnya potensi pertanian di Papua sangat mendukung.

“Melalui kerjasama ini kami akan melakukan pengecekan juga bagaimana dampak produk benih yang sudah dikenalkan kepada petani ini terhadap peningkatan pendapatan mereka, mereka juga diharapkan mengalami kesejahteraan yang baik, dan siklus itu akan berlanjut,” kata Gracia. (ant/*bn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemprov Papua Serahkan DIPA-TKDD 2022 ke Kuasa Pengguna Anggaran

  TIFFANEWS.COM,-  Pemerintah Provinsi Papua menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada 21 kuasa pengguna anggaran (KPA) satuan kerja kementerian negara/lembaga serta Daftar Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun anggaran 2022. Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura, Senin (6/12), mengharapkan seluruh aparatur pemerintah menjaga amanah setiap […]
Translate »